Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tertangkap sabun

Ilyas dan sulaswati disuruh mandi di sungai sampai sabun habis. karena ketahuan berbuat mesum.

i
MANDI berpasangan di sungai waktu dini hari dan dikawal, apa enaknya? Tapi enak tak enak, ini yang dialami Ilyas dan Sulaswati setelah mereka dipergoki berbuat mesum oleh pemuda Desa Muara Kalaban, Kecamatan Silungkang, Kota Madya Sawahlunto, Sumatra Barat, pertengahan Mei ini. Kisahnya bermula sebelum tengah malam ketika tiga truk parkir di depan warung kopi Ilyas, 55 tahun. Selain tiga sopir, turun pula seorang wanita, Sulaswati, 28 tahun. Ia bukan minta kopi tapi ingin menumpang tidur. Yaih panggilan akrab Ilyas menyilakan Sulaswati bergolek di kamar 2 .003 2 meter di tempat ia biasa tidur. Yaih juga tak keberatan ketika tiga sopir tadi masuk kamarnya bergantian. Begitu truk itu berlalu dan desa di pinggir jalan Lintas Sumatra ini sudah sepi, Yaih mematikan lampu. Tap! Ia menutup warungnya. Dan gilirannya pula masuk kamar itu. Usai babak pertama ia pindah ke ruang depan, melepas lelah. Dan ketika hendak memulai babak kedua sekitar dini hari, Yaih dikejutkan teriakan sejumlah pemuda menggedor pintu warungnya. Yaih tak tahu sudah diintip para pemuda itu sejak tadi. Mereka mengepung warung 5 X 6 meter berlantai tanah dan jendelanya hanya ditutupi tenda plastik itu. Semula si gaek mungkir. Tapi ketika Sulaswati diseret ke luar, ayah anak enam itu tak berkutik. Ia digiring satu kilometer ke kantor kepala desa. Di situ Yaih masih mencoba berdusta. Namun, dari interogasi secara terpisah, atas pengakuan Sulaswati, Yaih pun lemas. Seorang pemuda mengusulkan mereka dinikahkan. Hanya, mereka harus dibersihkan dulu sebelum itu. Maka Yaih dan Sulaswati digiring ke Sungai Lasi dekat kantor kepala desa itu. Dibekali sebatang sabun cuci cap tombak, Sulaswati -- yang mengenakan baju kuning, seragam sebuah pabrik roti di Padang dan Yaih yang berselimut sarung diceburkan ke sungai. Sejam lebih sabun itu baru habis, mereka menggigil kedinginan, setelah itu diarak lagi ke kantor desa. Urusan diserahkan kepada Ketua LKMD, Kepala Desa, Camat Silungkang Hamran Yazid, dan Babinsa. Para pejabat desa ini sedang lengkap di tempat, maklum, ini kan hari-hari kampanye pemilihan umum. Yaih dan Sulaswati diperiksa ulang. "Kalau suka sama suka, nikahkan saja," ujar Camat Harman Yazid. "Silakan. Habis nikah saya kabur," Sulaswati yang mengaku bersuami penjual es batu itu menyambut. Tapi Yaih menolak. "Tak bisa, Pak. Yang berbuat bukan cuma saya. Ada lagi tiga sopir truk. Saya malah terakhir," katanya, dan dibenarkan si cewek. Pengakuan mereka diketik rapi dan masing-masing membubuhkan tanda tangannya. Keduanya diserahkan ke Polsek Muara Kalaban sebelum pagi. Sulaswati konon dikenal sebagai kupu-kupu malam yang suka hinggap di truk dan singgah di warung sepanjang jalan Lintas Sumatra itu. Rencananya, ia akan diserahkan ke Departemen Sosial untuk dikembalikan ke panti rehabilitasi pelacur di Sukaramai, Solok. Tapi, sehabis diperiksa polisi, paginya ia permisi keluar dan langsung naik truk lagi. Kabur. Sedangkan Yaih, setelah meneken perjanjian, siangnya dilepaskan. "Belum cukup alasan untuk menahannya," kata Lettu. Soewardi, Kapolsek Muara Kalaban. Sesampai di warungnya Yaih berkemas dan naik bus arah timur. Ia cigin dari situ diusir Kades Syafrial Paduko Sutan. Warung sewaan Ilyas dibongkar atas permintaan pemiliknya. "Ilyas itu gaek gatal," kata Paduko Sutan kepada Fakhrul Rasyid dari TEMPO. Menurut Engku Paduko, Ilyas membujang di Muara Kalaban justru karena perangainya yang sama di Desa Silungkang Tigo, kampung asalnya. "Dia diusir sesuai dengan janjinya. Kalau masih di sini saya khawatir keselamatannya," kata Paduko Sutan. Warungnya pernah digerebek pemuda empat bulan lalu. Pada kejadian kedua itu Ilyas berjanji tak akan meneruskan bisnis balapan sopir dan wanita jalang lagi.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=162052080124



Indonesiana 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.