Relokasi Narapidana Nakal - Indikator - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Relokasi Narapidana Nakal

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia memerintahkan pemindahan narapidana kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo, dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, ke LP Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin dinihari awal Februari lalu.

i

Menurut Anda, apakah pemindahan narapidana koruptor dari penjara Sukamiskin ke Gunung Sindur merupakan solusi terhadap aksi pelesiran?
Ya
27,4% 140
Tidak Tahu
13,5% 69
Tidak
59,1% 302
Total (100%) 511

KEMENTERIAN Hukum dan Hak Asasi Manusia memerintahkan pemindahan narapidana kasus korupsi pengadaan sistem komunikasi radio terpadu Departemen Kehutanan, Anggoro Widjojo, dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, ke LP Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin dinihari awal Februari lalu.


"Pukul 00.30, Anggoro dipindahkan ke LP Gunung Sindur sambil kami melakukan penelitian kebenaran berita tersebut," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat Susy Susilawati. Pemindahan ini menyusul investigasi majalah Tempo edisi 6-12 Februari 2017 yang mengungkap pelesiran beberapa narapidana kasus korupsi LP Sukamiskin.

Sejumlah napi koruptor diketahui dengan mudah bebas melenggang ke luar penjara berdalih izin sakit. Selain Anggoro, ada mantan Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya, Masyito, serta bekas Bupati Bogor Rachmat Yasin.

Tempo memergoki Anggoro empat kali berkunjung ke Apartemen Gateway, sekitar 3,5 kilometer dari Sukamiskin. Melalui surat, Anggoro membantah jika disebut pergi ke Gateway. "Saya berobat karena sakit," ujarnya.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan relokasi napi bandel dari LP Sukamiskin ke LP Gunung Sindur tidak akan berhenti pada Anggoro. Dia mengatakan napi lain yang diketahui melanggar akan menyusul dipindahkan.

Romi Herton tertangkap kamera Tempo bepergian dengan leluasa ke Rumah Sakit Sentosa, yang terhubung dengan apartemen. Romi, yang terjerat kasus suap hakim Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, bertemu dengan banyak orang tanpa ditemani pengawal atau sipir. Sedangkan napi Rachmat Yasin menyewa rumah di Panorama Alam, Parahyangan, Bandung.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tempo, untuk bisa pelesiran, seorang napi mesti menyuap Rp 5-10 juta kepada sipir dan pejabat penjara. Yasonna mengatakan pihaknya akan menginvestigasi dugaan suap tersebut. "Aliran uang tersebut termasuk akan diperiksa inspektorat jenderal," kata Yasonna.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan kasus pelesiran itu menunjukkan belum adanya sikap jera pada diri terpidana kasus korupsi. "Itu menjadi keprihatinan kami karena efek jera yang kami inginkan tidak terjadi," ujar Agus.

Hasil jajak pendapat di Tempo.co menunjukkan sebagian besar responden menilai pemindahan narapidana itu bukan solusi terhadap aksi pelesiran.

Indikator Pekan Ini

Setujukah Anda pengguliran hak angket DPR atas ­pengangkatan kembali Gubernur DKI Jakarta ­Basuki Tjahaja Purnama?www.tempo.co.

2020-08-05 15:03:02


Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB