Maju-Mundur Cabut Subsidi BBM - Indikator - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Maju-Mundur Cabut Subsidi BBM

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harga bensin sudah empat kali naik dan sekali turun. Kebijakan ini tentu memicu polemik karena menyentuh jantung perekonomian. Sebagai imbalan kenaikan harga bahan bakar minyak, pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin Rp 150 ribu per keluarga per bulan.

Agar tak menimbulkan gejolak, kali ini pemerintah menyiasati pemangkasan subsidi BBM dengan cara mengurangi besaran konsumsinya. Sekarang tak ada lagi bensin Premium yang dijual di pompa bensin jalan tol. Semua SPBU di Jakarta Pusat juga dilarang menjual solar bersubsidi.

i

Tempo.co

Setujukah Anda penerapan pembatasan solar dan Premium bersubsidi diberlakukan mulai bulan ini?
Ya
66,9% 584
Tidak
31% 271
Tidak Tahu
2,1% 18
Total (100%) 873

Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, harga bensin sudah empat kali naik dan sekali turun. Kebijakan ini tentu memicu polemik karena menyentuh jantung perekonomian. Sebagai imbalan kenaikan harga bahan bakar minyak, pemerintah memberikan kompensasi kepada masyarakat miskin Rp 150 ribu per keluarga per bulan.

Agar tak menimbulkan gejolak, kali ini pemerintah menyiasati pemangkasan subsidi BBM dengan cara mengurangi besaran konsumsinya. Sekarang tak ada lagi bensin Premium yang dijual di pompa bensin jalan tol. Semua SPBU di Jakarta Pusat juga dilarang menjual solar bersubsidi.


Dalam jajak pendapat di Tempo.co, 584 dari 873 responden atau 66,9 persen setuju dengan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, ketimbang menaikkan harganya. Namun ada 271 orang (31 persen) yang menolak dan 18 responden menyatakan tidak tahu.

Meski subsidi BBM dikurangi secara perlahan dan diperketat penjualannya, pagunya di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2015 masih ada, bahkan naik Rp 44,6 triliun dibanding APBN Perubahan tahun ini. Dalam RAPBN 2015, tercantum pos subsidi BBM, elpiji, dan bahan bakar nabati Rp 291,1 triliun. Angka ini lebih tinggi dibanding APBN Perubahan 2014, yakni Rp 246,5 triliun.

Wakil presiden terpilih Jusuf Kalla setuju subsidi BBM segera dicabut dan dialihkan untuk belanja yang lebih produktif, semisal membiayai proyek infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. "Saat ini subsidi BBM justru 'lari' ke orang kaya," katanya.

Presiden terpilih Joko Widodo menilai besaran subsidi pada RAPBN 2015 terlalu besar. "Banyak tempat yang bisa diefisienkan," ujarnya. Agar ruang fiskal lebih longgar, Jokowi mencontohkan, konsumsi BBM akan dialihkan ke batu bara atau gas.

Ikuti Polling Indikator di www.yahoo.co.id

Indikator Pekan Ini

Apakah Anda setuju layanan Uber beroperasi di Indonesia? www.tempo.co.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-10-22 07:47:46


Indikator 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB