Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rintisan Basis Data Kekayaan Hayati

Konsorsium Biologi Indonesia merintis pembuatan basis data keanekaragaman hayati untuk penyusunan indeks biodiversitas Indonesia. Diharapkan bisa menjadi acuan penting dalam pembuatan kebijakan.

i Seorang pengunjung memotret pisang hias tanah di Orchidarium (taman anggrek) di Kebun Raya Bogor, Oktober 2011./Dok Tempo/Rully Kesuma
Seorang pengunjung memotret pisang hias tanah di Orchidarium (taman anggrek) di Kebun Raya Bogor, Oktober 2011./Dok Tempo/Rully Kesuma
  • Konsorsium Biologi Indonesia merintis pembuatan basis data keanekaragaman hayati yang menjadi dasar penyusunan Indeks Biodiversitas Indonesia. .
  • Tahap pertama dalam pembuatan basis data itu adalah kurasi keanekaragaman hayati yang dilakukan oleh 119 kurator hayati dari 19 universitas di seluruh Indonesia yang menjadi anggota KOBI.
  • Sejak November 2020 hingga Januari 2021 telah tercatat 3.000 data spesies flora dan fauna sebagai aset biodiversitas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. .

SUDAH lama Sutiman B. Sumitro membayangkan adanya sistem basis data kekayaan hayati. Terlintas di pikiran pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu bahwa basis data tersebut adalah hasil inventarisasi oleh orang-orang di daerah yang terkoneksi serta bisa diakses secara nasional. Basis data seperti itu memang belum tersedia. "Karena sumber daya manusia, juga sistemnya, tidak ada," kata Sutiman, Jumat, 4 Juni lalu

...

Reporter Abdul Manan - profile - https://majalah.tempo.co/profile/abdul-manan?abdul-manan=162733802121


Tumbuhan Lingkungan Hidup Biologi Satwa Liar World Wide Fund for Nature | WWF

Ilmu dan Teknologi 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.