Ayam Kampung Unggul hingga Padi Zinc, Inovasi Kementerian yang Belum Banyak Dikenal - Ilmu dan Teknologi - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Ilmu dan Teknologi 1/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Ayam Subur Padi Unggul

Badan penelitian dan pengembangan kementerian melakukan ratusan riset setiap tahun. Sebagian hasilnya sudah dimanfaatkan masyarakat.

i Peternakan ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB)  di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019)./ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Peternakan ayam Kampung Unggulan Balitbangtan (KUB) di Desa Hadipolo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Kamis (9/5/2019)./ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
  • Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian berinovasi menghilangkan sifat pengeraman ayam. .
  • Balai Litbang dan Inovasi KLHK mengembangkan alat identifikasi kayu yang bisa dipakai oleh siapa saja.
  • Penelitian dan pengembangan kementerian kini berfokus menemukan cara menangani Covid-19. .

KETIKA banyak pedagang terkena dampak lesunya ekonomi akibat pandemi Covid-19, Endin Nurdin malah menangguk untung. Sejak virus corona baru menyerang, banyak pelanggan memburu ayam kampung dagangannya. “Ayam kampung disebut bisa menaikkan imun,” kata Endin, 41 tahun, Kamis, 6 Agustus lalu.

Penjualan ayam kampungnya meningkat berkali lipat. Sementara biasanya ia menjual sekitar 50 ayam sehari, sejak pagebluk datang pesananannya melonjak sampai 200 ekor. Untuk memenuhi permintaan, ia kadang harus membeli ayam dari peternak lain. Endin, yang tinggal di Kota Bogor, Jawa Barat, mendatangi peternak di kecamatan lain, tapi permintaan ayam kampung di sana juga naik.

Beruntung bibit ayam kampung yang Endin dan peternak lain pelihara mudah sekali bertelur. Hen-day production rata-rata sebanyak 50 persen. Itu berarti setiap 100 ekor ayam bisa menghasilkan 50 telur setiap hari. Sedangkan 100 ayam kampung biasa hanya menghasilkan sekitar 26 butir telur sehari. Endin mendapatkan ayam tersebut dari Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian empat tahun lalu. “Saya diajari cara membiakkannya oleh Bu Tike,” ujarnya.


Tike yang dimaksud Endin adalah Tike Sartika, peneliti senior Balai Penelitian Ternak Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian. Ia mengawinkan ayam kampung dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk menghilangkan sifat pengeramannya karena, ketika mengeram, ayam-ayam itu untuk sementara berhenti memproduksi telur. Inovasi yang kemudian diberi nama Ayam Kampung Unggul Balitbangtan tersebut kini sudah diternakkan di seluruh Indonesia. Penelitian ini membuat Tike meraih penghargaan Adhi Karya Pangan dari Presiden Joko Widodo pada 2016.

Ia masih terus meningkatkan hasil penelitian tersebut. Meski belum bisa menghilangkan sifat pengeraman ayam sepenuhnya, Tike kini sudah mendapatkan bibit ayam yang mampu menghasilkan rerata hen-day production sampai 60 persen. “Tinggal menunggu waktu kapan Kementerian Pertanian akan merilis,” ucapnya.

Tike Sartika. https://www.researchgate.net/

Badan Litbang Pertanian memiliki 700-an inovasi selain soal ayam. Salah satunya padi kaya akan zinc yang dinamai Inpari IR Nutri Zinc, hasil kerja sama dengan International Rice Research Institute dan Harvest Plus. Padi yang dirilis pada April 2019 itu memiliki kandungan zinc 34,51 parts per million (ppm), sementara padi varietas lain rata-rata mengandung 24,06 ppm. “Diharapkan bisa memperbaiki pertumbuhan anak yang stunting,” tutur Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Fadjry Djufry.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan stunting akan berdampak pada kualitas hidup anak sampai tua. Kondisi ini dikaitkan dengan perkembangan otak yang lebih lambat dibanding usia seharusnya sehingga mengakibatkan kemampuan mental lemah, kemampuan belajar kurang, dan kinerja di sekolah buruk. Masalah ini akan berefek pada tak maksimalnya pendapatan yang diperoleh saat dewasa.

Akibat pertumbuhan yang lambat pula metabolisme lemak menjadi bermasalah sehingga orang lebih mudah menderita penyakit, seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas. Kementerian Kesehatan pada 2019 mencatat 27,67 persen anak balita di Indonesia menderita stuntingZinc merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan untuk kelangsungan pertumbuhan, pembentukan sel, perkembangan sel menjadi jaringan dan organ tertentu, serta pelindungan anak dari penyakit infeksi. Kurangnya asupan zinc dapat memperparah kondisi anak yang stunting.

Menurut Fadjry, Inpari IR Nutri Zinc ditargetkan ditanam di lahan seluas hingga 10 ribu hektare di beberapa provinsi pada tahun ini, seperti di Papua, Nusa Tenggara Timur, dan Jawa Tengah. Varietas baru tersebut akan menambah daftar varietas unggulan inovasi Badan Litbang Pertanian yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Dari 473 varietas padi yang sering ditanam oleh petani, 274 di antaranya merupakan hasil riset mereka.

Dibanding bidang riset lain, menurut Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro, penelitian tentang pertanian menempati urutan pertama dalam hal jumlah. Riset tentang kesehatan dan humaniora menempati peringkat kedua dan ketiga. “Karena negara kita itu awal basisnya adalah pertanian,” ujarnya.

Badan litbang kementerian lain yang juga banyak membuat terobosan adalah Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tahun ini, mereka berencana menerbitkan buku yang berisi 250 inovasi para penelitinya. Salah satu riset yang diunggulkan adalah Alat Identifikasi Kayu Otomatis (AIKO-KLHK) yang dikembangkan peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Ratih Damayanti, dan timnya, bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Forest Products Research and Development Center, serta Pusat Penelitian Informatika.

AIKO adalah aplikasi di telepon seluler pintar Android yang membuat cara mengenali spesies kayu menjadi jauh lebih cepat dan bisa digunakan oleh siapa pun. Orang awam, misalnya, akan dengan mudah membedakan kayu ulin, meranti, sengon, damar, dan merbau. Aplikasi ini sudah bisa mengenali 823 dari sekitar 4.000 spesies kayu yang ada di Indonesia. “Bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu yang ingin membeli perabot. Ia bisa tahu apakah jenis kayunya sudah sesuai dengan yang disebutkan oleh penjual,” tutur Ratih.

Aplikasi itu juga menjelaskan kelas kayu yang diidentifikasi dan kegunaannya serta menyebutkan dua kayu sejenis yang bisa menjadi pengganti sehingga masyarakat lebih paham tentang jenis kayu dan dapat memanfaatkannya sesuai dengan peruntukannya. Dengan demikian, diharapkan kelestarian hutan bisa lebih terjaga. AIKO kini sudah diunduh oleh sekitar 2.000 pengguna.

AIKO juga dimanfaatkan oleh kantor bea dan cukai di seluruh Indonesia untuk mengidentifikasi kayu yang dikirim ataupun didatangkan dari luar negeri. Dengan alat ini, mereka bisa memverifikasi data yang tercatat dengan kayu yang dibawa lebih akurat dan cepat. Petugas patroli hutan Kementerian Lingkungan Hidup pun menggunakan alat yang sama.

Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup Sylvana Ratina mengatakan pihaknya telah menghasilkan riset di 15 area, antara lain konservasi dan biodiversitas tropis, konservasi air, produktivitas hutan, energi, obat-obatan, dan perubahan iklim. Salah satu inovasi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah pembangkit listrik tenaga mikrohidro yang menghasilkan energi listrik dengan mengubah energi kinetik aliran air.

Ratih Damayanti di Laboratorium Lignoselulosa, Bogor, Mei 2019. Tempo/M. Taufan Rengganis

Teknologi ini telah dipakai di berbagai daerah terpencil, seperti di Kabupaten Gowa dan Bulukumba, Sulawesi Selatan; Mamasa, Sulawesi Barat; Sulawesi Timur; Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur; serta Melawi, Kalimantan Barat. Teknologi tersebut juga dimanfaatkan untuk mengkonservasi kawasan hutan sebagai sumber air.

Kini BLI dan lembaga litbang lain, termasuk Badan Litbang Pertanian, sedang berfokus menciptakan teknologi untuk menangani Covid-19. BLI antara lain membuat disinfektan berbahan cuka dari kayu atau bambu dan dari asap cair kayu atau bambu. “Formula 1 persen saja sudah efektif sebagai disinfektan dan antiseptik,” kata Sylvana.

Adapun Badan Litbang Pertanian sudah merilis empat produk yang berasal dari tanaman Eucalyptus, yakni balsam, oil diffuser, kalung aroma terapi, inhaler, dan minyak roll-on. Tiga produk terakhir sudah memiliki nomor paten dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. Minyak roll on dan inhaler telah diproduksi PT Eagle Indo Pharma, yang dikenal dengan nama Cap Lang. “Yang roll-on sedang uji klinis, bekerja sama dengan perguruan tinggi,” ujar Fadjry.

NUR ALFIYAH

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-10-20 05:32:50

KLHK Kementerian Pertanian

Ilmu dan Teknologi 1/2

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB