Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Setelah Opung Kembali

Sebagai dampak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, Dewan Pengawas hadir mengawasi penyidik dan pekerjaan mereka. Tak bisa diharapkan.

 

i Ketua Dewan Pengawas Tumpak Hatorangan Pangabean bersama Albertina Ho (kanan) usai memimpin sidang pembacaan surat putusan pelanggaran kode etik terperiksa Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung KPK Jakarta, 24 September 2020./TEMPO/Imam Sukamto
Ketua Dewan Pengawas Tumpak Hatorangan Pangabean bersama Albertina Ho (kanan) usai memimpin sidang pembacaan surat putusan pelanggaran kode etik terperiksa Ketua KPK Firli Bahuri, di Gedung KPK Jakarta, 24 September 2020. TEMPO/Imam Sukamto
  • Kepercayaan pegiat antikorupi terhadap Dewan Pengawas KPK runtuh sejak vonis bersalah dua penyidik korupsi paket bantuan sosial. .
  • Ada personel Dewan Pengawas yang dianggap dengan partai politik.
  • Dituding perpanjangan tangan pimpinan KPK. .

TEPUK tangan bergemuruh saat Tumpak Hatorangan Panggabean berpidato di aula gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 20 Desember 2019. Ia berbicara sebagai Ketua Dewan Pengawas KPK. Di depan ratusan pegawai komisi antirasuah itu, ia menyampaikan tekad menjaga semangat pemberantasan korupsi di lembaga tersebut.


Berdiri di atas podium, Tumpak ditemani Harjono, Albertina Ho, Artidjo Alkostar, dan Syamsuddin Haris. Beberapa jam sebelumnya, Pr...


Reporter Riky Ferdianto - profile - https://majalah.tempo.co/profile/riky-ferdianto?riky-ferdianto=163283754296


Albertina Ho Dewan Pengawas KPK Indonesia Corruption Watch (ICW) Korupsi Dana Bansos KPK

Hukum 1/3

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.