Tak Ada Pertemuan Khusus dengan Hakim Syamsul - Hukum - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Hukum 4/5

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tak Ada Pertemuan Khusus dengan Hakim Syamsul

Ahmad Yani, pengacara Syafruddin Arsyad Temenggung

i Ahmad Yani, pengacara Syafruddin Arsyad Temenggung/TEMPO/Seto Wardhana
Ahmad Yani, pengacara Syafruddin Arsyad Temenggung/TEMPO/Seto Wardhana

 

Pertemuan Ahmad Yani de--ngan hakim agung -ad hoc tindak pidana korupsi pada Mahkamah Agung, Syamsul Rakan Chaniago, di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pa-da 28 Juni lalu terekam kamera pengintai (CCTV). Rekaman CCTV ini kemudian menjadi bahan bagi Badan Pengawasan Mahkamah Agung untuk memeriksa Syamsul de-ngan tuduhan melakukan pelanggaran kode etik dan perilaku hakim. Ahmad Yani saat itu berstatus sebagai peng-acara Syafruddin Arsyad Temenggung, bekas Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional, yang perkara kasasinya te-ngah ditangani Syamsul.

Berikut ini wawancara Ahmad Yani dengan Linda Trianita dari Tempo melalui sam-bungan telepon pada Kamis, 26 September lalu. Bekas anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan itu menjelaskan seputar tuduhan pertemuan dengan Syamsul dan kedekatannya dengan hakim agung ad hoc tindak pidana korupsi tersebut.

Badan Pengawasan Mahkamah Agung memberikan sanksi kepada hakim agung -Syamsul Rakan Chaniago tidak boleh memerik-sa dan mengadili perkara selama enam bulan karena bertemu dengan Anda sebagai pengacara Syafruddin Arsyad Temenggung sebelum putusan diketuk. Apa tanggapan Anda?

Banyak banget yang bertanya kepada saya soal itu. Saya tidak mengerti juga. -Pertama, itu pasti dikaitkan dengan putusan Syafruddin Temenggung. Saya tidak terlibat kasasinya Syafruddin. Betul, saya law-yer-nya di pengadilan negeri dan pengadil-an tinggi. Tapi, di kasasi, saya tidak terlibat lagi karena sudah sibuk betul dengan proses politik. Itu kan kita tahu mau ada aksi di Mahkamah Konstitusi dan Badan Pengawas Pemilu. Jadi saya sudah tidak berfokus lagi dengan itu (perkara -Syafruddin). De-ngan adanya isu saya bertemu dengan Syam-sul Rakan, saya jadi bingung.

Badan Pengawasan menyebutkan pertemuan itu terjadi di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, pada 28 Juni 2019. Mereka punya bukti rekaman CCTV.…

Waktu itu saya lebih banyak menyiapkan beberapa aksi (terkait dengan gugatan pemilihan umum). Saya memang sering di Plaza Indonesia. Mungkin saja bertemu karena saya di sana bertemu dengan banyak orang. Saya lupa ketemunya di mana dan tanggal berapa. Karena pusat aktivitas saya waktu itu di sana, yang dekat dengan Bawaslu dan Mahkamah Konstitusi. Memang dari dulu saya sering nongkrong di Plaza Indonesia. Saya sedang mengingat-ingat... bertemu tidak, ya?

Anda yakin tidak bertemu dengan hakim Syamsul sebelum putusan Syafruddin diketuk?

Tidak ada pertemuan. Tidak ada pertemuan dengan namanya hakim Syamsul.

Menurut Badan Pengawasan, Anda dise-but pernah berkomunikasi lewat telepon dengan hakim Syamsul....

Tidak pernah.

Anda sudah lama mengenal hakim -Syamsul?

Dia senior saya, pengacara. Dia punya integritas dan pemikiran. Dia juga di Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia). Dia aktivis Islam alumnus Himpunan Mahasiswa Islam. Saya pastikan tidak ada pertemuan khusus dengan Syamsul Rakan, apalagi di mal. Untuk apa saya bicara khusus di mal?

Kapan Anda terakhir kali bertemu de-ngan hakim Syamsul?

Waduh, sudah lama sekali, makanya saya tidak ingat. Tanya ke Pak Syamsul apakah juga sering ke Plaza Indonesia. Bisa jadi saya bertemu dengan dia. Bukan bertemu, ya, tapi ketemu. Mungkin saat waktu salat atau yang lainnya. Kalau di sana pas asar, saya ke masjid Plaza Indonesia.

Apakah Anda pernah membahas perkara ketika bertemu dengan hakim Syamsul?

Tidak pernah. Saya selalu menjaga soal ini. Saya tahu, hampir setengah hakim agung itu saya kenal. Saya mungkin ketemu mereka tidak sengaja. Karena hakim-hakim lain juga suka nongkrong di sana (Plaza Indonesia). Dengan Syamsul, kalau ketemu, saya pastikan tidak ada pembicaraan berdua. Saya juga sudah tidak aktif mengurusi perkara Syafruddin.

Anda bilang Anda bukan pengacara -Syafruddin. Tapi, ketika dia bebas, Anda menjemputnya di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi....

Ketika dia lepas, saya memang datang ke sana.

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-11-30 17:36:30


Hukum 4/5

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB