Kopral Jono di Perisai Prima - Hukum - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Hukum 2/3

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kopral Jono di Perisai Prima

Ia disebut orang kepercayaan Setya Novanto dalam urusan bisnis. Pengatur perizinan di lapangan.

i Kutipan
Kutipan

Eni Maulani Saragih sudah lama mengenal Sujono Hadi Sudarno. Politikus Partai Golkar yang kini menjadi terdakwa perkara suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Riau-1 itu kerap melihat Sujono menemani Setya Novanto. Ketika itu, Setya adalah Ketua Umum Golkar dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat. ”Saya berkali-kali melihat dia bersama Pak Novanto,” kata Eni saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, tiga pekan lalu.

Eni mengaku pernah bertemu dengan Sujono di rumah Setya dan di beberapa tempat lain. Salah satunya untuk urusan membahas proyek PLTU Riau-1. Tapi Eni tidak mengetahui peran Sujono dalam proyek berbiaya US$ 900 juta tersebut.

Belakangan, bekas Wakil Ketua Komisi Energi DPR itu baru mengetahui bahwa Sujono memiliki posisi penting dalam proyek setrum tersebut. Pria kelahiran 24 April 1966 itu Direktur Utama PT Samantaka Batubara, anak usaha BlackGold Asia Resources Pte Ltd, perusahaan calon penyedia batu bara PLTU Riau-1. Di BlackGold Asia, Sujono menjabat direktur perusahaan. Dalam kasus korupsi PLTU Riau-1, ia berstatus saksi.


Eni dan politikus Golkar lain sering memanggil Sujono dengan sapaan ”Kopral Jono”. Panggilan kopral ini bukan berarti Sujono seorang tentara. Rekan-rekannya memanggil dia seperti itu karena terinspirasi film komedi Laskar Pemimpi pada 2010, yang salah satu tokohnya bernama Kopral Jono. ”Dari situ panggilan Kopral Jono melekat dengan Pak Sujono,” ujar seorang politikus Golkar.

Sujono diduga sebagai orang yang turun ke lapangan untuk mengurus izin tambang emas PT Perisai Prima Utama, perusahaan milik Setya, di Bengkulu dan Sumatera Selatan pada 2014. Toni Gunawan, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Kabupaten Bengkulu Selatan, pernah bertemu dengan Sujono saat ke sana. ”Saya lupa berapa kali bertemu karena sudah lama,” kata Toni di kantornya.

Dalam urusan bisnis ini, Sujono memang kerap mewakili perusahaan Setya. Misalnya saat sosialisasi rencana pembangunan wisata di Pulau Padar dan Pulau Rinca, yang masuk area Taman Nasional Komodo, di Hotel La Prima, Nusa Tenggara Timur, 21 Agustus lalu. Sujono waktu itu hadir mewakili PT Komodo Wildlife Ecotourism, perusahaan pengembang wisata di Taman Nasional Komodo. ”Dia salah satu pemberi materi dalam sosialisasi itu,” ucap seorang aktivis lingkungan yang hadir dalam acara itu, bulan lalu.

Di Komodo Wildlife, sesuai dengan akta perusahaan, Rheza Herwindo, putra sulung Setya, menjabat komisaris utama. Sedangkan Sujono sebagai direktur. Pemegang saham perusahaan adalah PT Prima Mandiri Logistic dan PT Agro Tekno Nusantara. Khusus di PT Prima Mandiri Logistic, Rheza dan Sujono menjadi pemegang saham sejumlah 13.500 dan 1.500 lembar.

Tidak hanya di perusahaan tersebut, nama Rheza juga sering bersanding dengan Sujono di beberapa perseroan lain yang disebut-sebut milik Setya. Misalnya di PT Mandiri Energy Resources, PT Try Mitra Bayany, dan PT Perisai Prima Utama. Rheza tercatat sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan-perusahaan tersebut.

Seorang politikus Golkar mengatakan kedekatan Setya dan Sujono terjalin karena mereka sama-sama berasal dari Surabaya. Kendati Setya pernah menjadi Ketua Umum Golkar, Sujono tak masuk kepengurusan partai beringin. Sujono pernah menjadi calon anggota DPR Partai Persatuan Pembangunan dari Daerah Pemilihan Jawa Timur VII pada Pemilihan Umum 2014. Tapi ia tidak lolos ke Senayan.

Saat dimintai konfirmasi, Setya mengatakan tidak mengenal Sujono. ”Saya enggak tahu dia,” katanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, September lalu. Adapun Sujono tidak bisa dimintai konfirmasi. Surat konfirmasi Tempo yang dikirimkan ke rumahnya di Jalan Samali Ujung Nomor 6, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sama sekali tidak dibalas. Pesan WhatsApp Tempo yang dikirimkan ke nomor selulernya juga tak direspons.

RUSMAN PARAQBUEQ

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

2020-09-30 03:35:55


Hukum 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB