Ekonomi dan Bisnis 3/12

Sebelumnya Selanjutnya
text

BDNI memburu dana di singapura

Bank dagang nasional indonesia (bdni) di singapura menandatangani perjanjian kerja sama dengan 13 bank dan lkbb untuk pengadaan dana us$ 38 juta, melalui fasilitas revolving credit facility (rcf).

i
PASAR uang internasional bagaikan padang perburuan yang tak pernah kehabisan dana. Jumat dua pekan silam, PT Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI), di Singapura, menandatangani perjanjian kerja sama dengan 13 bank dan LKBB untuk pengadaan dana US$ 38 juta, melalui fasilitas revolving credit facility (RCF). Penyelenggara penjualan fasilitas kredit dengan bunga 9% ini (sesuai dengan SIBOR) adalah ASEAN Finance Corporation (AFC). Dan sebagai penyalur dana utama (lead managers) adalah The Daiwa Bank Ltd., The Sumitomo Bank Ltd., dan The Sumitomo Trust and Banking Company, Ltd. Menurut Direktur Eksekutif BDNI R.M.T. Hariandja, dengan RCF, pinjaman yang sudah jatuh tempo boleh diputar kembali. Ini tak lain karena untuk setiap pinjaman yang sudah dilunasi oleh nasabah, BDNI tak harus langsung mengembalikannya ke AFC. "Karena perjanjian dengan AFC adalah untuk tiga tahun, selama itu BDNI bisa memutar dana yang sudah kembali menjadi kredit baru," Hariandja menjelaskan. Sudah berdiri sejak 1945, BDNI, yang memiliki aset Rp 1,394 trilyun serta keuntungan setelah pajak Rp 18,2 milyar (tahun 1989), akan menggunakan 80% dari dana US$ 38 juta itu untuk kredit ekspor. Kredit ekspor, yang sudah ditiadakan oleh pemerintah sejak April lalu, memang telah memaksa BDNI untuk memperolehnya di pasar bebas -- 25% sampai 30% portofolio BDNI berupa kredit untuk ekspor. Dan kata Hariandja, dana yang akan disalurkan untuk ekspor tak kurang dari Rp 431 juta per tahun.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836718991



Ekonomi dan Bisnis 3/12

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.