Ekonomi dan Bisnis 4/12

Sebelumnya Selanjutnya
text

Giliran koperasi di ja-tim

15 perusahaan di jawa timur menyatakan siap menjual sahamnya kepada koperasi. pengusaha khawatir, kalau-kalau koperasi menjual saham itu ke pihak ke tiga. ditakutkan, koperasi mencampuri manajemen.

i
DALAM silaturahmi antara pihak pengusaha dan pemerintah, 7 Mei lalu, 15 perusahaan di Jawa Timur menyatakan siap menjual sahamnya kepada koperasi. Mereka antara lain Jayapari Steel, Nusantara Plywood, Sinar Angkasa Rungkut, Kedawung Group, Surya Kerta Group, Pakerin, Pakuwon Jati, Zebra Nusantara, Sampoerna, dan Gudang Garam. Acara yang berlangsung di Bumi Hyatt Hotel Surabaya itu diprakarsai oleh Kadinda Ja-Tim. Hadir antara lain Ketua Kadin Sotion Ardjanggi, Menperin Hartarto, Menkop Bustanil Arifin, Menmud Perdagangan Soedradjad Djiwandono, dan Gubernur Ja-tim Soelarso. Di situ, Ketua Kadinda Ja-Tim, Drs. Basroni Rizal, menyuarakan kekhawatiran para pengusaha, yang katanya takut kalau-kalau koperasi menjual saham itu ke pihak ketiga. Juga dikhawatirkan koperasi mau mencampuri urusan manajemen. Kekhawatiran itu diredakan oleh Hartarto dan Bustanil dengan alasan yang sangat masuk akal. Repotnya kini, para pengusaha konon bingung, saham itu mau dijual kepada siapa. Juga dengan harga berapa. PT Tjiwi Kimia, misalnya. Sejak dua tahun lalu, di Tjiwi sudah ada koperasi karyawan beromset Rp 100 juta, tapi yang tidak bisa diprioritaskan untuk membeli saham itu. Demikian menurut salah seorang direkturnya, Edwin S. Masalahnya, 1 persen saham berarti 1 juta unit saham. Kalau dijual dengan harga perdana, mencapai Rp 14 milyar. Uang sebanyak itu sebaiknya dipecah kepada beberapa koperasi yang sehat dan layak, yang nama-namanya tentu masih harus dikonsultasikan kepada Menkop Bustanil Arifin.

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161836620371



Ekonomi dan Bisnis 4/12

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.