Ekonomi dan Bisnis 2/2

Sebelumnya Selanjutnya
text

Tantangan Pimpinan Baru Ojk

PEKAN lalu, pemilihan tujuh komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melewati saringan ketiga. Dari 21 calon yang masih bertahan, terlihat warna dominan dari 3 lembaga pemerintah, yakni 6 dari Bank Indonesia, 5 dari OJK, dan 3 dari Kementerian Keuangan. Calon lain: masing-masing 2 dari kalangan akademikus, asosiasi atau institusi, dan lembaga keuangan milik negara serta 1 dari lembaga audit pemerintah.

Untuk ketujuh posisi komisioner-dari Ketua sampai Deputi Perbankan, Pasar Modal, Nonbank, Audit, dan Perlindungan Konsumen-masing-masing tersedia tiga calon. Dari ketiga calon untuk setiap posisi, selalu terlihat calon dari BI dan OJK. Kita tunggu seberapa jauh dominasi calon BI dan OJK nanti.

i

PEKAN lalu, pemilihan tujuh komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melewati saringan ketiga. Dari 21 calon yang masih bertahan, terlihat warna dominan dari 3 lembaga pemerintah, yakni 6 dari Bank Indonesia, 5 dari OJK, dan 3 dari Kementerian Keuangan. Calon lain: masing-masing 2 dari kalangan akademikus, asosiasi atau institusi, dan lembaga keuangan milik negara serta 1 dari lembaga audit pemerintah.

Untuk ketujuh posisi komisioner-dari Ketua sampai Deputi Perbankan, Pasar Modal, Nonbank, Audit, dan Perlindungan Konsumen-masing-masing tersedia tiga calon. Dari ketiga calon untuk setiap posisi, selalu terlihat calon dari BI dan OJK. Kita tunggu seberapa jauh dominasi calon BI dan OJK nanti.

Untuk posisi ketua, tiga calon yang bertarung adalah Sigit Pramono, mantan Presiden Direktur Bank Internasional Indonesia dan Bank BNI serta mantan Ketua Perbanas dan Komisaris BCA yang sekarang menjabat di Indonesia Institute for Corporate Directorship; Zulkifli Zaini, mantan Direktur Utama Bank Mandiri dan sekarang Komisaris Bank BNI serta Ketua Ikatan Bankir Indonesia; dan Wimboh Santoso, mantan Direktur Riset dan Regulasi Perbankan BI; perwakilan BI di New York, Amerika Serikat; Direktur Eksekutif di Dana Moneter Internasional (IMF); dan sekarang Ketua Dewan Komisaris Bank Mandiri.


Ketiga calon ketua komisioner ini cukup mapan dari segi pengalaman dan pengetahuan. Arah dan gaya manajemennya saja yang mungkin sedikit berbeda. Kelebihan Sigit adalah pengalamannya di perbankan swasta dan pemerintah, sehingga pandangannya cukup menyeluruh dan berimbang. Adapun jenjang karier Zulkifli di perbankan banyak berkecimpung di bidang teknologi informasi, yang sekarang dan ke depan sangat penting perannya dengan berkembangnya mobile dan Internet banking. Sedangkan Wimboh meniti karier di BI. Terakhir ia mengurusi stabilitas keuangan serta riset dan regulasi perbankan sebelum mewakili BI di New York dan menjabat di IMF. Selain kedekatannya dengan BI, Wimboh cukup dikenal Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang pernah berada di Washington, DC, pada waktu yang bersamaan, sehingga Wimboh diperkirakan dapat menjalin koordinasi antara BI, Kementerian Keuangan, dan OJK yang sangat dibutuhkan ke depan. Kedekatannya dengan Menteri Keuangan dan pentingnya melaraskan kerja sama di antara ketiga institusi membuat para pengamat menilai Wimboh berpeluang cukup besar pada tahap akhir.

Memang panitia seleksi di mana pun tidak dapat memuaskan semua pihak. Setelah dua calon dari parlemen tidak lolos putaran awal, akhir-akhir ini pihak lembaga nonbank, khususnya asuransi, menyayangkan kurangnya calon yang berpengalaman di sektor ini. Ini penting mengingat tantangan dan potensi yang dihadapi sektor asuransi saat ini lebih besar ketimbang perbankan. Misalnya masalah keuangan AJB Bumiputera yang belum tuntas. Ini sebabnya pengawas nonbank OJK pada periode lalu sibuk menerbitkan serangkaian kebijakan untuk memperkuat pengelolaan risiko, keuangan, dan tata kelola perusahaan asuransi.

161862659058

Tantangan yang dihadapi OJK tidak terbatas kepada peningkatan efektivitas intermediasi sektor keuangan, tapi juga kesiapan industri keuangan untuk menghadapi krisis, seperti yang dialami pada 1997/1998 dan 2008. Sudah dipastikan pimpinan OJK yang baru akan meneruskan langkah-langkah yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Tapi keterkaitan di antara lembaga keuangan, akibat tren konglomerasi atau penggabungan lembaga keuangan, membutuhkan OJK yang lebih terkoordinasi antara pengawas bank, nonbank, dan pasar modal. Ini adalah tantangan pimpinan OJK untuk periode berikutnya.

Manggi Habir - Kontributor TEMPO


Kurs
Pekan sebelumnya13.393
Rp per US$ 13.347
Pembukaan 17 Maret 2017

IHSG
Pekan sebelumnya5.384
5.540
Pembukaan 17 Maret 2017

Inflasi
Bulan sebelumnya3,49%
3,83%
Februari 2017 YoY

BI 7-Day Repo Rate
4,75%
16 Maret 2017

Cadangan Devisa
31 Januari 2017 US$ miliar 116,890
Miliar US$116,863
28 Februari 2017

Pertumbuhan PDB
20165,02%
5,1%
Target 2017

Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161862659058



Ekonomi dan Bisnis 2/2

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.