Ekonomi dan Bisnis 5/6

Sebelumnya Selanjutnya
text

Rame-rame Menyangga Tuban Petro

Hampir satu dasawarsa menunggak utang, pemilik PT Tuban Petrochemical Industries (Grup Tuban Petro), Honggo Wendratno, masih bisa bertahan di perusahaan itu. Pernyataan status gagal bayar Tuban Petro oleh PT Pertamina juga tak cukup menjadi alasan pemerintah menggusur Honggo.

Alih-alih mengambil paksa kelompok usaha milik obligor di era Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu, pemerintah malah merestrukturisasi utangnya. Polanya persis yang dilakukan BPPN pada pertengahan 2000. Padahal restrukturisasi ini terbukti gagal karena utang Honggo masih sangat besar.

i

Hampir satu dasawarsa menunggak utang, pemilik PT Tuban Petrochemical Industries (Grup Tuban Petro), Honggo Wendratno, masih bisa bertahan di perusahaan itu. Pernyataan status gagal bayar Tuban Petro oleh PT Pertamina juga tak cukup menjadi alasan pemerintah menggusur Honggo.

Alih-alih mengambil paksa kelompok usaha milik obligor di era Badan Penyehatan Perbankan Nasional itu, pemerintah malah merestrukturisasi utangnya. Polanya persis yang dilakukan BPPN pada pertengahan 2000. Padahal restrukturisasi ini terbukti gagal karena utang Honggo masih sangat besar.

Kabar miring pun beredar di balik mulusnya proposal restrukturisasi Tuban Petro. Beberapa sumber di Kementerian Badan Usaha Milik Negara dan PT Perusahaan Pengelola Aset—perusahaan yang mengelola aset dan piutang di Tuban Petro—menyebutkan restrukturisasi mulus berkat peran sejumlah pejabat pemerintah yang nyambi di Tuban Petro.


Salah satunya Direktur Utama Tuban Petro Amir Sambodo. Dalam beberapa kali pembahasan restrukturisasi, dia menggunakan "jurus pamungkas" sebagai anggota staf khusus Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa. "Kalau tertekan, dia selalu menyebut posisinya itu."

161835598041

Amir pula yang, kata seorang sumber, gencar melobi agar Kementerian Keuangan menugasi BP Migas memasok kondensat ketika Pertamina menyetop pasokan akibat gagal bayar. Amir membantah kabar miring itu. Ia juga menampik tudingan bahwa ia menekan kreditor Tuban Petro menggunakan emblem staf khusus menteri. Jabatannya sebagai Direktur Utama Tuban Petro lebih dulu ketimbang sebagai anggota staf khusus menteri. Itu pun sebagai perwakilan Perusahaan Pengelola Aset. "Tak ada konflik jabatan karena sama-sama mewakili pemerintah," ujarnya.

Amir bukan orang baru dalam urusan restrukturisasi aset-aset eks BPPN. Dia tenaga ahli zaman BPPN dipimpin Cacuk Sudarijanto sebelas tahun silam. Kiprahnya di Grup Tuban Petro dimulai pada 2002 sebagai komisaris, hingga kemudian diangkat sebagai direktur utama empat tahun lalu. Ia menjadi anggota staf khusus Hatta Rajasa pada 2009.

Selain Amir, sejumlah pejabat eselon satu Kementerian Keuangan duduk dalam kepengurusan Tuban Petro. Pejabat Korps Nagara Dana Rakca—moto Kementerian Keuangan yang berarti penjaga keuangan negara—itu antara lain Direktur Jenderal Kekayaan Negara Hadiyanto dan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution. Ada juga Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto sebagai Komisaris PT Polytama Propindo, anak perusahaan Grup Tuban Petro.

Ketika tahun lalu Pertamina menyatakan utang PT Trans- Pacific Petrochemical Indotama gagal bayar (default), beberapa kali jajaran komisaris membujuk agar aksi itu dibatalkan. Begitu pula ketika Perusahaan Pengelola Aset—diserahi tugas mengurus restrukturisasi aset bekas Badan Penyehatan Perbankan Nasional—berniat menyatakan cross default, para abdi negara itu cenderung menyelamatkan Tuban Petro. "Padahal, jika cross default dilakukan, pemerintah bisa mengambil alih semua aset Tuban Petro," katanya.

Hadiyanto menampik tuduhan bahwa ia berpihak kepada Honggo dan ikut menekan kreditor Tuban Petro. Hadiyanto mengklaim hanya menjalankan tugas komisaris wakil pemerintah untuk memastikan tagihan negara terbayar. "Kalau tidak direstrukturisasi, justru akan rugi," ujarnya. Yang terpenting sekarang, kata dia, "Semua pihak sudah sepakat."

Agoeng Wijaya


Reporter Administrator - profile - https://majalah.tempo.co/profile/administrator?administrator=161835598041



Ekonomi dan Bisnis 5/6

Sebelumnya Selanjutnya

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.