Catatan Pinggir 1/1

Sebelumnya
text

Satu

Memang ada titik pertemuan antara Schrödinger dan Einstein: alam semesta sebuah proses yang tak seluruhnya acak, tanpa sebab-akibat. fFsika kuantum memulihkan hubungan subyek dan obyek yang dikaburkan fisika klasik.

i Satu
Satu
  • Pembahasan tentang pandangan fisika Edwin Schrödinger, pemenang Hadiah Nobel dari Austria. .
  • Bagaimana pandangannya tentang semesta dan asal-usul kita?
  • Apa persamaan dan perbedaan dengan Einstein? .

TAT Twam Asi. Selama beribu-ribu tahun, beribu-ribu brahmin dan berjuta-juta penganut Hindu mengucapkan mantra pendek dalam Upanishad itu. Yang menarik, di abad ke-20 seorang yang bukan brahmin, bukan Hindu, seorang atheis, ikut meyakininya.

Edwin Schrödinger, salah satu tokoh fisika kuantum, ilmuwan Austria pemenang Hadiah Nobel di tahun 1933, menerbitkan Mein Leben, meine Weltansicht (Hidupku, Pandangan Hidupku), yang dikumpulkan dari tul

...

Silahkan berlangganan untuk membaca keseluruhan artikel ini.

Mulai dari

Rp. 36.000*/Bulan

Akses tak terbatas di situs web dan mobile Tempo

Aplikasi Tempo Media di Android dan iPhone

Podcast, video dokumenter dan newsletter

Arsip semua berita Majalah Tempo sejak terbit 1971 dan Koran Tempo sejak edisi perdana 2001

Register di sini untuk mendapatkan 2 artikel premium gratis. Jika sudah berlangganan, silakan login


Reporter Goenawan Mohamad


catatan pinggir (caping) Fisika

Catatan Pinggir 1/1

Sebelumnya

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

4 artikel gratis setelah Register.