Informasi Soal Pelantikan Boy Rafli Amar hingga Djoko Santoso Meninggal - Album - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Album 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Kutipan dan Album

Kabar duka, pelantikan, dan pengangkatan dalam sepekan. 

i Boy Rafli Amar/ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Boy Rafli Amar/ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Pelantikan

Boy Rafli Amar

PRESIDEN Joko Widodo melantik Inspektur Jenderal Polisi Boy Rafli Amar sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada Rabu, 6 Mei 2020, di Istana Negara Jakarta. Sebelum dilantik menggantikan Suhardi Alius, Boy menjabat Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Kepolisian RI sejak 13 Agustus 2018. Pelantikan ini berdasarkan surat Keputusan Presiden RI 86/TPA Tahun 2020 tentang Pemberhentian dari dan dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Utama di Lingkungan BNPT.

 



 

Pengangkatan

Didiek Hartyanto

MENTERI Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengangkat Didiek Hartyanto sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia menggantikan Edi Sukmoro pada Jumat, 8 Mei 2020. Karier Didiek di PT KAI dimulai sejak menjabat direktur keuangan pada 25 Januari 2016. Sebelumnya, ia menapaki karier di dunia perbankan dengan jabatan terakhir sebagai Executive Vice President PT Bank Mandiri. Selain mengangkat direktur utama, Erick mengangkat direktur keuangan, direktur niaga, direktur sumber daya manusia dan umum, serta direktur perencanaan strategis pengembangan usaha yang baru.

 


 

Pemilihan

Rommy Fibri Hardiyanto

Rommy Fibri Hardiyanto/Dok.TEMPO/Komarul Iman

SIDANG pleno Lembaga Sensor Film (LSF) yang dilakukan pada Jumat, 8 Mei 2020, dengan agenda pemilihan pimpinan periode 2020-2024 menelurkan nama Rommy Fibri Hardiyanto sebagai Ketua LSF. Ia akan didampingi Ervan Ismail sebagai wakilnya. Rommy adalah jurnalis Tempo yang membidani lahirnya Lembaga Bantuan Hukum Pers di Jakarta dan tergabung dalam Komite Pembela Kebebasan Pers. Sebelum terpilih menjadi ketua, ia merupakan anggota Komisi Bidang Hukum dan Advokasi sejak 2016.

 


 

Meninggal

Djoko Santoso

Djoko Santoso/TEMPO/Tony Hartawan

PANGLIMA Tentara Nasional Indonesia ke-16 periode 2007-2010 ini meninggal setelah sepekan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, Ahad, 10 Mei 2020, pada usia 67 tahun. Djoko dirawat di rumah sakit setelah terserang stroke. Jenazahnya dimakamkan dengan upacara militer dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di permakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Djoko meninggalkan istri dan dua anak. Setelah pensiun dari tentara, dia masuk dunia politik dengan menjadi politikus Partai Gerindra. Djoko juga menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto, Ketua Umum Gerindra, dalam pemilihan presiden 2019.

2020-06-01 10:32:50

BNPT PT KAI Boy Rafli Amar, Boy

Album 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.