Johan Yang Disisihkan - Olahraga - majalah.tempo.co ‚Äč

Olahraga 4/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Johan Yang Disisihkan


Johan Wahyudi, pemain ganda pasangan Tjuntjun telah dicoret dari daftar atlit yang terpilih dalam pelatnas untuk Asian Games VIII. Alasan PBSI, Johan tidak mengindahkan panggilan pengurus. (or)

Administrator

Edisi : 22 Juli 1978
i
PRESTASI ternyata tak selamanya mengantar peruntungan seorang atlit. Nasib malang yang merundung Johan Wahyudi, pemain ganda pasangan Tjuntjun dalam memenangkan 4 kali turnamen All England, mungkin salah satu contoh. Rapat pengurus teras PBSI Rabu 12 Juli malam telah merubah perjalanan karirnya untuk sementara, atau mungkin juga buat selamanya. Sebab sidang bersepakat untuk mencoret namanya dari daftar atlit terpilih buat memasuki pelatnas Asian Games VIII. Menurut Ketua Bidang Pembinaan PBSI, Petrus Sumarsono pencoretan nama Johan itu dilakukan atas dasar indisipliner. "Sampai tanggal 10 Juli lalu (batas waktu pemanggilan) ia masih belum muncul di pelatnas, dan tanpa pemberitahuan", cerita Sumarsono. "Kami menganggap ia tidak menghiraukan panggilan pengurus". Tak Perduli Betulkah Johan tidak menghiraukan panggilan pengurus? Tidakkah keterlambatannya memasuki pelatnas lantaran panggilan itu sendiri belum sampai di tangannya? Kesangsian demikian dibantah keras oleh Ketua Umum PBSI, drs. Sudirman. Ia mengatakan bahwa pengurus telah melakukan segala usaha untuk menghubungi Johan. Di antaranya dengan meninggalkan pesan lewat pacarnya, Maya. "Masih tak ada juga jawaban yang pasti mengenai dia," kata Sudirman. "Ada yang bilang, ia sedang ke Surabaya, dan ada yang mengatakan lagi ke Singapura". Menghubungi orang yang tak tahu sedang berada di mana, bukan kerja gampang, memang. Tapi, mentolerir sikap demikian, kendati ia seorang pemain terbaik, mungkin agak keterlaluan juga. "Ketika batas waktu pemanggilan lewat, akhirnya saya tak perduli lagi", lanjut Sudirman. "Sekalipun ia seorang pemain nasional". Ia kemudian menambahkan bahwa peringatan serupa juga akan dikenakan terhadap pemain manapun, tidak hanya kepada Johan, apabila mereka terbukti tidak mematuhi tata tertib organisasi. Sampai Jumat, 14 Juli malam atau 4 hari setelah batas pemanggilan memasuki pelatnas lewat, yang belum menampakkan muka bukan hanya Johan. Juga Christian, Tjuntjun, dan pemain puteri Regina Masli. Tapi, "mereka itu memberi tahu pengurus atas keterlambatannya," kata Sudirman. Sekalipun nama Johan telah dicoret dari pelatnas, tapi pintu untuk bergabung belum tertutup rapat untuk dirinya. PBSI masih memberi kelonggaran dengan mengizinkannya untuk latihan bersama. Hanya saja, ia harus menanggung biaya latihan sendiri. Tidakkah pencoretan Johan ini merupakan suatu kerugian? Itu jelas. Sebab, ia dan Tjuntjun merupakan pasangan ganda terkuat saat ini. Sudahkah masalah ini difikirkan oleh PBSI? Sudirman mengatakan, "sudah". Tapi di atas semua itu yang merisaukannya adalah masalah kelebihan perorangan tersebut dipergunakan sebagai tameng untuk bisa berlaku seenaknya. Benarkah Johan telah seenaknya? Dalam keterangan per-tilpon, Senin 17 Juli siang, Johan membantah tuduhan itu. Menurut pengakuannya, ia sudah muncul di pelatnas Senayan, Jakarta pada hari Kamis, 6 Juli -- sehari setelah menerima surat panggilan dari PBSI. Tapi, lantaran tidak menemui pemain-pemain lain, ia pulang kembali ke Surabaya berhubung kakaknya, Widya akan melakukan operasi usus buntu. Ia baru bisa kembali ke Jakarta, seminggu kemudian pada waktu keputusan pencoretan namanya sudah 2 hari ditetapkan. Tidakkah PBSI bisa mempertimbangkan alasan ini? 2020-01-21 10:03:48

Olahraga 4/4

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.