Misi Integrasi di TPPI - Ekonomi dan Bisnis - majalah.tempo.co

Ekonomi dan Bisnis 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Misi Integrasi di TPPI


Kilang aromatik milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Tuban, Jawa Timur, akan kembali “bernyawa”. PT Pertamina (Persero) berencana membangunnya menjadi pabrik petrokimia terpadu setelah menguasai mayoritas saham induk TPPI, PT Tuban Petrochemical Industries.

Retno Sulistyowati

Edisi : 30 November 2019
i Kilang minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur, November 2015./ ANTARA/Widodo S Jusuf
Kilang minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama di Tuban, Jawa Timur, November 2015./ ANTARA/Widodo S Jusuf

 

Direktur Perencanaan, Investasi, dan Manajemen Risiko PT Pertamina Heru Setiawan mengatakan perseroan akan menghubungkan kompleks petrokimia terintegrasi tersebut dengan proyek kilang baru (new grass root refinery) yang sedang digarap perseroan bersama perusahaan minyak dan gas asal Rusia, Rosneft Oil Company. “Sudah ada perencanaannya. Nanti di situ kan ada Rosneft, kilang Tuban. Kami akan mengembangkan industri petrokimialah,” ujarnya di sela acara “Pertamina Energi Forum 2019” di Jakarta, Rabu, 27 November lalu.

Pabrik TPPI dulu juga dirancang terintegrasi. Tak hanya menjadi kilang aromatik yang menghasilkan bahan baku untuk tekstil, TPPI disiapkan sebagai fasilitas pengolahan olefin yang memproduksi senyawa turunan untuk bahan baku plastik.

Namun rencana ini tak kunjung terealisasi. Perseroan justru terimpit utang jumbo. Cekaknya modal membuat nasib kilang TPPI bak hidup segan mati tak mau. Lima tahun terakhir, fasilitas pengolahan dioperasikan dengan skema manajemen -tolling fee. Dalam konsep ini, Pertamina memasok bahan baku kondensat dan mengambil semua produk. Adapun TPPI menerima komisi jasa pengolahan.

Belakangan, Presiden Joko Widodo berkomitmen menghidupkan mimpi lama TPPI. Dia bahkan memerintahkan kompleks TPPI ditetapkan sebagai kawasan industri petrokimia. Ia mengalkulasi, beroperasinya kilang TPPI akan menurunkan impor bahan bakar minyak jenis Premium hingga 19 persen dan solar sekitar 40 persen. Bahkan ia menargetkan hidrogen sebagai produk ekses kilang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan biodiesel B30 hingga B100. Senyawa yang harganya di pasar mencapai Rp 120 juta per ton ini diincar pabrik biodiesel karena bisa menjadi bahan campuran solar.

Pada Juni 2015, di tengah keraguan Pertamina di Tuban, PT Medco Energi Internasional Tbk justru kepincut mengakuisisi TPPI. Kelompok usaha milik keluarga Panigoro ini sempat mengajukan proposal akuisisi TPPI kepada Kementerian Keuangan serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kala itu, surat ditembuskan kepada Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI, yang tengah menyidik dugaan korupsi di TPPI.

Dalam proposal itu, Medco berniat mengambil alih Tuban Petrochemical dengan melunasi utang multi-year bond kepada Kementerian Keuangan. Mereka juga akan menuntaskan utang TPPI kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Adapun piutang Pertamina dikecualikan. Medco juga menginformasikan telah meneken kesepakatan dengan PT Silakencana Tirtalestari, pemegang saham Tuban Petro milik Honggo Wendratno.

Kepada Tempo, akhir Agustus 2015, Presiden Direktur Medco Energi saat itu, Hilmi Panigoro, menjelaskan bahwa perusahaan minyak semestinya terintegrasi dari hulu hingga hilir. TPPI, yang punya fasilitas besar, dianggap potensial meski terlilit banyak masalah.

Menurut Hilmi, untuk membangun kilang aromatik sebesar TPPI, diperlukan dana investasi sedikitnya US$ 3 miliar. Selain itu, dibutuhkan waktu empat-lima tahun untuk merampungkan konstruksi. “Kalau Anda mendapat plant yang sama senilai US$ 1,5 miliar, enam bulan sudah jalan, itu bukan nekat. It’s an opportunity,” kata Hilmi saat itu. Belakangan, Medco balik kanan. Pemerintah sejak awal menginginkan badan usaha milik negara sebagai pengelola kilang.

RETNO SULISTYOWATI 

 

Agenda Tersisa Utang Lama



Ekonomi dan Bisnis 2/3

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.