Teknologi Mengurangi Sampah - Etalase - majalah.tempo.co

Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Teknologi Mengurangi Sampah


HARI Habitat Dunia, yang diperingati setiap 7 Oktober, tahun ini mengangkat tema “Teknologi Terdepan sebagai Alat untuk Mengubah Limbah Menjadi Harta”.

Tempo

Edisi : 5 Oktober 2019
i Tas Pengawet Sayuran
Tas Pengawet Sayuran

 

Seperti negara-negara lain, Indonesia menghadapi masalah sampah. Indonesia memproduksi 65,8 juta ton sampah per tahun. Sekitar 7,2 juta ton di antaranya berupa sampah plastik.

Sampah tersebut belum terkelola baik karena 32 persennya berakhir di tempat pembuangan akhir terbuka dan 32 persen lainnya dibuang sembarangan. Teknologi terdepan (frontier) seperti otomasi—yang berkaitan dengan penerapan mekanik, sistem elektronik, dan berbasis komputer; robotika; kendaraan listrik; energi terbarukan; bioteknologi; serta kecerdasan buatan—sangat berpotensi mengubah masyarakat, ekonomi, dan lingkungan. Kita dapat memulainya dengan mengurangi volume sampah di dapur menggunakan peralatan berikut ini.

 


 

Tas Pengawet Sayuran

Rp 105 ribu

Tas yang dapat membuat sayuran segar bertahan lebih lama ini terbuat dari bahan polycotton—campuran poliester dan katun—yang memiliki sirkulasi udara yang baik. Bagian dalamnya dilapisi bahan berwarna gelap untuk mengurangi cahaya yang masuk. Tas berukuran 28 x 12 x 43 sentimeter atau 10 liter dari Lakeland ini dapat dicuci untuk dipakai kembali. Dengan tas ini, Anda tak perlu menggunakan kantong kresek lagi.

 


 

Pemeluk Makanan

Rp 640 ribu

Pemeluk Makanan

Alat sederhana ini bernama food huggers buatan Food Huggers. Jika Anda hanya butuh separuh lemon, sebelah apel, atau setengah bawang bombai untuk masakan Anda, separuh yang tersisa bisa disimpan dengan alat ini. Terbuat dari silikon bebas bahan kimia bisphenol A (BPA) yang elastis, alat ini dapat juga menjadi penutup gelas atau stoples untuk mencegah bahan makanan yang dihaluskan, seperti bumbu masakan, menguap atau kering. Satu set alat ini berisi 15 item.

 


 

Label Makanan Pintar

Rp 1,85 juta

Label Makanan Pintar

Label pintar dari Ovie ini seperti sensor yang mengingatkan masa kedaluwarsa makanan. Label berbentuk seperti koin ini memiliki lampu LED sebagai indikator. Lampu berwarna kuning bila makanan telah memasuki separuh masa kedaluwarsanya dan berwarna merah bila sudah tidak layak makan. Peringatan dikirimkan ke telepon seluler pintar pengguna. Satu set Smarterware terdiri atas tiga label (SmartTag), satu kontainer, satu penjepit label, dua dudukan label (connector), dan satu pusat (hub) yang akan menghubungkan label ke basis data Ovie di penyimpanan awan (cloud).

 


 

Penyegar Tanaman Bumbu

Rp 261 ribu

Penyegar Tanaman Bumbu

Kotak penyegar tanaman bumbu Fresh Cut Herb Keeper dari Cole & Mason ini diklaim dapat memperpanjang kesegaran seledri, peterseli, dan tanaman bumbu masak lain sepuluh hari lebih lama. Kotak berdimensi 16 x 20 x 12 sentimeter ini dapat menampung air sebanyak 380 mililiter dengan penutup plastik bening dengan lubang udara. Tersedia pula tiga pembatas untuk memisahkan jenis tanaman.



Etalase 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.