Pemadaman Massal Ini Agak Aneh - majalah.tempo.co

Laporan Utama 6/7

Sebelumnya Selanjutnya
text

Pemadaman Massal Ini Agak Aneh


Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Amir Rosidin:

Tempo

Edisi : 9 Agustus 2019
i Amir Rosidin. pln.co.id
Amir Rosidin. pln.co.id

PEMADAMAN listrik bukan kejadian baru bagi Perusahaan Listrik Negara. Tapi, pada Ahad dua pekan lalu, mati listrik massal di sebagian besar wilayah Jawa Barat-Jakarta-Banten menjadi pukulan telak bagi PLN. Menurut Amir Rosidin, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, banyak pembangkit justru melepaskan diri dari sistem sesaat sebelum mencapai keseimbangan baru antara suplai dan beban. “Belum pernah terjadi seperti ini,” kata Amir di kantornya di Jakarta, Jumat, 9 Agustus lalu, kepada Yandhrie Arvian, Retno Sulistyowati, dan Khairul Anam dari Tempo. Selama wawancara, ia ditemani Muhammad Ali, Direktur Human Capital Management PLN.

 

Benarkah tugas pemangkasan pohon yang memicu padamnya listrik dikerjakan pihak ketiga tapi negosiasi gagal sehingga terlambat?

Memang yang memangkas bukan PLN. Tapi kalau bisa pemangkasan pohon itu diatur tidak hanya lewat peraturan menteri, tapi juga melalui peraturan pemerintah agar bisa mengikat pemilik lahan. Itu sebabnya kami ingin menara transmisi disebut sebagai obyek vital nasional. Selama ini konsentrasi obyek vital hanya di gardu induk dan pembangkit. Padahal pemadaman pada September 2018 di Jawa Timur juga karena pohon. Tapi lebih cepat pemulihannya, sekitar enam jam.

Tapi gangguan Ahad dua pekan lalu sangat luas…. 

Ada sekitar 2.266 megawatt yang hilang saat transfer berlangsung dari timur ke barat Pulau Jawa. Kami sedang meneliti, kenapa keseimbangan baru antara suplai dan beban tidak terjadi padahal frekuensi sudah mulai naik menuju 50 hertz. Seharusnya sudah bisa pulih, tapi satu setengah menit kemudian sejumlah pembangkit lepas dari sistem. Belum pernah terjadi seperti ini.

Berapa banyak pembangkit yang keluar dari sistem saat itu?

Suralaya sekitar 8 unit, Lontar 3 unit, Labuan 2 unit. Juga pembangkit Priok, Muara Karang, Drajat, dan Muara Tawar. 

Benarkah itu semua terjadi karena perawatan yang tertunda?

Memang ada pembangkit yang ditahan pemeliharaannya. Sejak awal Maret lalu kami sudah tidak boleh melakukan pekerjaan karena siap-siap pemilihan umum. Lalu ada penghitungan suara, puasa, dan Lebaran. Kami masih mengecek apakah pembangkit yang terlepas dari sistem sesaat sebelum mencapai keseimbangan baru itu termasuk yang ditunda pemeliharaannya.

Ada indikasi mekanisme pelepasan beban secara otomatis di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Suralaya juga tidak berjalan?

Memang, ada yang namanya under frequency relay, yang melepaskan beban secara otomatis. Ini yang sedang kami selidiki, berapa realisasi beban yang dilepas. Harapan kami, dengan adanya pelepasan beban, seharusnya Suralaya bisa selamat. Pelepasan beban secara otomatis sempat berhasil ketika frekuensi naik menuju keseimbangan baru. Tapi itu tidak tercapai karena frekuensi turun lagi.   

Bisakah disiapkan skema keandalan minimum dengan memperhitungkan dua jalur transmisi mengalami gangguan dan satu dalam perawatan?

Dengan empat jalur yang ada sekarang, skenario itu belum bisa dijalankan. Kami sedang membangun dua saluran transmisi dari Ungaran menuju Batang-Pemalang-Mandirancan- Indramayu-Bekasi. Dari Tanjung Jati ke Ungaran akan beroperasi Desember 2019. Ungaran-Pemalang akan beroperasi September 2020, sampai di Bekasi diharapkan selesai 2021. Investasinya Rp 2 triliun. Jadi, kalau ada apa-apa, sudah ada jalur sendiri.

Apakah betul pada hari itu PLN sedang mengejar keuntungan sehingga mengimpor banyak listrik dari timur?

Di sistem itu ada tiga komponen: keandalan, keselamatan, dan ekonomi. Operator mengambil semua bagian itu. Kalau mau ekonomis, digelontorkan saja semua listrik dari timur. Tapi pasti tidak andal dan tidak aman. Kalau ingin andal dan aman, ambil listrik dari barat semua, tapi tidak ekonomis. Tiga komponen ini menjadi parameter. 



Laporan Utama 6/7

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.