Soal Ibu Kota Baru - majalah.tempo.co

Surat 1/1

Sebelumnya Selanjutnya
text

Soal Ibu Kota Baru


PRESIDEN Joko Widodo hendak memindahkan ibu kota pemerintahan ke luar Jakarta. Ini ide bagus walaupun terlambat. Sebab, Jakarta sudah terlalu penuh. Perlu kota baru yang segar dan masih terbuka wilayahnya untuk pengembangan.

Tempo

Edisi : 23 Mei 2019
i Surat - MBM
Surat - MBM

Menurut data yang dikutip Tempo dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Kalimantan punya skor paling tinggi dibanding pulau lain. Bahkan Presiden Jokowi sudah menengok Palangka Raya di Kalimantan Tengah. Kota ini sejak zaman Sukarno sudah dipilih sebagai ibu kota baru. Hanya, pemindahan ibu kota selalu menjadi wacana yang tak pernah dieksekusi.

Semoga di era Jokowi tidak, karena ini kesempatan sebagai pemerataan. Sebab, meski sudah ada kajian, Jokowi meluncurkan isu ini ketika situasi sedang memanas akibat pemilihan umum. Semoga Jokowi serius dengan rencana ini. Walaupun memindahkan ibu kota perlu kajian lebih serius karena pindah ibu kota seperti pindah rumah, tak hanya fisiknya berpindah, tapi masalahnya juga.

 

Ahmad Gibran

Kuningan, Jawa Barat

 


 

Hasil Pemilu Yang Final

KOMISI Pemilihan Umum sudah mengumumkan hasil pemilu baik legislatif maupun presiden. Ada sembilan partai yang lolos dan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dinyatakan menang dengan angka 55 persen. Ada baiknya kubu yang kalah menerimanya karena selisihnya terlalu besar.

Jikapun penasaran karena dugaan curang, sebaiknya urusan ini dibawa ke ranah hukum, bukan mengancam dengan people power. Biarkan hukum bekerja karena Indonesia dicita-citakan sebagai negara berdaulat yang bersandar pada hukum dan demokrasi. Mengandalkan kekuatan massa akan mengembalikan negara ini ke zaman jahiliah.

Soal partai juga ada baiknya ditinjau lagi. Sembilan terlalu banyak karena pada dasarnya ideologi partai-partai mirip satu sama lain. Ambang batas harus dinaikkan agar saringan partai makin kecil. Dengan partai satu ideologi bergabung, pertarungan strategi akan makin ideologis. Rakyat makin mudah memilihnya saat pemilu.

 

Wawan Suryawan

Bogor, Jawa Barat

 


 

Refleksi Ramadan

BULAN Ramadan semestinya menjadi pengingat bagi kita semua agar bisa mengendalikan hawa nafsu. Isu pengerahan massa menolak hasil pemilihan umum yang sudah resmi diumumkan Komisi Pemilihan Umum, menurut saya, agak mencederai semangat itu. Jika memang tak puas terhadap hasilnya, sistem demokrasi sudah menyediakan sarananya, yakni maju ke pengadilan. Biarlah hukum yang menangani sengketa karena perangkat itu yang tersedia. Semoga kedamaian selalu menyertai Indonesia, negeri yang kita cintai ini.

 

Heru H.

Jakarta

 


 

Turunkan Harga Tiket

HARGA tiket pesawat yang melonjak dua kali lipat memberatkan saya sebagai penumpang, yang kerap bolak-balik Jakarta-Yogyakarta. Dulu, sebelum naik, harganya masih terjangkau, hampir sama biayanya dengan naik kereta eksekutif dari Gambir yang perjalanannya lebih dari 8 jam. Dalam beberapa bulan belakangan, harga tiket melonjak dua kali.

Saya berharap pemerintah segera membuat ketentuan agar maskapai-maskapai tak seenaknya menaikkan harga tiket. Pemerintah juga wajib menegur mereka. Kenaikan harga tiket bisa membuat lumpuh sektor pariwisata.

 

Susanto

Bogor, Jawa Barat



Surat 1/1

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.