Masa Depan Industri Makanan - Laporan Khusus - majalah.tempo.co

Laporan Khusus 11/13

Sebelumnya Selanjutnya
text

Masa Depan Industri Makanan


PATEN-paten yang dihasilkan Indri Badria Adilina kini sedang dikembangkan untuk kepentingan industri dalam negeri.

Tempo

Edisi : 18 Mei 2019
i Mantra Ajaib Katalis/Tempo
Mantra Ajaib Katalis/Tempo

Untuk katalis vanilin dari ekstrak cengkih, ada kerja sama pengembangan dengan PT Graha Atsiri supaya dapat diproduksi massal di Indonesia.

Menurut pelaksana tugas Kepala Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Raden Arthur Lelono, apa yang dilakukan Indri bisa menjadi tonggak berdirinya industri katalis di Indonesia. Hingga kini Indonesia belum memiliki industri katalis sendiri sehingga memakai bahan baku olahan sepenuhnya dari impor. “Melihat keberhasilan Indri, ia bisa menjadi pengaruh yang baik bagi tumbuhnya ilmuwan-ilmuwan muda di Indonesia,” katanya.

Indri menuturkan, hasil risetnya bisa membantu industri menghemat biaya produksi. Perusahaan tidak perlu lagi mengeluarkan ongkos produksi lebih besar untuk biaya impor barang. Selain itu, proses distribusi menjadi jauh lebih singkat karena tidak perlu mendatangkan produk jauh-jauh dari luar negeri. Manfaat lain, kata dia, perusahaan bisa meningkatkan efisiensi.

Perkenalan Indri dengan cengkih sebetulnya setengah tak terduga. Ketika masuk LIPI, ia memang menekuni katalis, tapi urusannya adalah minyak bumi atau limbah minyak sawit untuk diubah menjadi zat kimia lain. Ubah-mengubah zat kimia ini sepenuhnya bergantung pada katalis. Indri meneliti banyak bahan baku untuk menghasilkan katalis bagi pelbagai reaksi zat kimia.

Ia mulai antusias bahwa cengkih bisa menjadi obyek penelitian yang menjanjikan ketika mengetahui dalam tanaman yang menjadi bahan campuran rokok atau minyak gosok itu terdapat kandungan yang bisa diubah menjadi vanilin. “Dalam industri pangan, vanilin lazim digunakan sebagai penguat aroma vanila,” tuturnya. Secara alami, vanilin berasal dari biji vanili.

 


Indri bersemangat menekuni penelitian ini karena membayangkan kegunaannya yang akan sangat signifikan pada industri pangan. Ia mengambil ekstrak minyak eugenol yang ada dalam cengkih dan memasukkannya ke tabung reaksi untuk dicampur dengan katalis padat. Sepulang dari Jepang, Indri lebih banyak memakai katalis padat dari lempung. “Katalis padat ini lebih hemat karena bisa dipakai berulang-ulang,” ucapnya.


 

Ketika diekstrak, satu vanili hanya menghasilkan 2 persen vanilin. Saking kecilnya ekstrak vanili itu, banyak pelaku industri memakai vanilin sintetis meski harus mengimpornya. Industri pangan di seluruh dunia cenderung memilih vanilin sintetis yang diimpor dari Prancis, termasuk industri di Indonesia. “Salah satu unsur yang digunakan untuk menghasilkan vanilin sintetis adalah komponen dari petroleum atau minyak bumi,” ujarnya.

Indri bersemangat menekuni penelitian ini karena membayangkan kegunaannya yang akan sangat signifikan pada industri pangan. Ia mengambil ekstrak minyak eugenol yang ada dalam cengkih dan memasukkannya ke tabung reaksi untuk dicampur dengan katalis cair. Sepulang dari Jepang, Indri lebih banyak memakai katalis padat dari lempung. “Katalis padat ini lebih hemat karena bisa dipakai berulang-ulang,” ucapnya.

Dalam penelitian ini, ia mendapatkan reaksi isomerisasi eugenol untuk menghasilkan isoeugenol. Proses setelah itu adalah mengoksidasi isoeugenol. Dari proses tersebut, Indri memperoleh vanilin dengan kemurnian produk 70 persen, sisanya zat lain. “Harus ada teknologi pemisahan lebih lanjut. Untuk skala kecil, saya menggunakan teknologi kromatografi,” katanya.



Laporan Khusus 11/13

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.