Ringgit Rasuah Mengalir ke PAS - Internasional - majalah.tempo.co

Internasional 2/4

Sebelumnya Selanjutnya
text

Ringgit Rasuah Mengalir ke PAS


Komisi Antikorupsi menyelidiki dugaan aliran dana 1MDB kepada Partai Islam Se-Malaysia. Buntut laporan Sarawak Report.

Mahardika Satria hadi

Edisi : 16 Februari 2019
i Kantor pusat Partai Islam Se-Malaysia, di Kota Bharu, Kelantan, April 2018./Reuters/Stringer
Kantor pusat Partai Islam Se-Malaysia, di Kota Bharu, Kelantan, April 2018./Reuters/Stringer

Clare Rewcastle Brown tidak lagi berurusan dengan hukum. Pendiri situs blog Sarawak Report, yang membongkar skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) di Malaysia, ini memutuskan menerima tawaran berdamai dari Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Abdul Hadi Awang. Keduanya bersepakat menyelesaikan kasus gugatan hukum mereka di pengadilan pada 1 Februari lalu.

Brown dan Hadi bungkam ihwal isi kesepakatan mereka. Hadi, melalui tim kuasa hukumnya, langsung melayangkan surat pencabutan gugatan ke Pengadilan Tinggi London, Inggris, tempat kasus ini disidangkan. “Mereka memutuskan membatalkan kasus ini,” kata Brown kepada Tempo lewat surat elektronik, Senin pekan lalu. Brown juga mencabut gugatan baliknya terhadap Hadi.

Perseteruan antara Brown dan Hadi berawal dari terbitnya artikel berjudul “As Najib Denies All Over 1MDB, Let’s Not Forget His Many Other Criminal Connections” di Sarawak Report, 6 Agustus 2016. Dalam tulisan itu, para pejabat teras PAS disebut menerima suap sebesar 90 juta ringgit (lebih dari Rp 300 miliar) dari partai yang berkuasa saat itu, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO). Uang yang diduga berasal dari hasil penggelapan dana 1MDB tersebut ditengarai sebagai bujukan agar mereka keluar dari koalisi oposisi Pakatan Rakyat (kini Pakatan Harapan) dan mendukung Barisan Nasional dalam pemilihan umum.

PAS dan UMNO berkali-kali membantah isi artikel Brown. Akhirnya Hadi, pada 21 April 2017, melayangkan gugatan pencemaran nama terhadap Brown, jurnalis perempuan kelahiran Sarawak yang tinggal di London. Tak terima diseret ke jalur hukum, Brown balik menggugat Hadi pada 11 Oktober 2017. Dalam berkas gugatan setebal 55 halaman itu, Brown menuding Hadi berkonspirasi dengan perdana menteri saat itu, Najib Razak, untuk mendiskreditkan dia dan situs web besutannya.

Presiden Partai Islam Se-Malaysia (PAS) Abdul Hadi Awang

Brown mengaku tidak mengetahui motif utama yang mendorong PAS akhirnya memilih menyetop kasus ini. Padahal Hadi sedianya akan menjalani persidangan selama sebelas hari berturut-turut mulai 1 April mendatang di London. “PAS pasti telah menghitung bahwa mempertahankan artikel saya tetap online dan menanggung semua penghinaan karena mereka membatalkan kasus ini masih lebih baik ketimbang menghadapi pengadilan,” ucap Brown. “Mereka kemungkinan besar kalah.”

Keputusan Hadi tidak lantas mengubur kasus ini. Lima hari setelah ia berdamai dengan Brown, Komisi Antikorupsi Malaysia (MACC) justru menyelidiki dugaan aliran dana tersebut. Komisi memutuskan turun tangan setelah menerima laporan polisi. “Seorang anggota masyarakat mengajukan laporan ke polisi mengenai tuduhan itu,” begitu pernyataan MACC, seperti dikutip The Star.

Komisi bergerak cepat dan memanggil bekas Wakil Presiden PAS, Nasharuddin Mat Isa. Nasharuddin mendatangi markas MACC di Putrajaya dan menyerahkan dokumen serta laporan keuangan, termasuk tanda terima dan surat-surat dari Yayasan Gerakan Moderat Global yang pernah dipimpinnya pada era Najib. “Saya berharap Komisi akan menyelidiki semua pihak, antara lain mereka yang mengaku punya bukti,” tuturnya.

Komisi juga memeriksa anggota Komite Pusat PAS, Nik Mohamad Abduh Nik Abdul Aziz. Anggota parlemen dari Distrik Bachok, Negara Bagian Kelantan, itu adalah figur penting dalam kasus ini. “Dalam rekaman suara yang telah beredar luas, Nik Abduh pernah mengakui bahwa PAS telah mengambil jutaan (ringgit) uang tunai dari UMNO setidaknya dalam sebelas kali kesempatan,” ujar Brown.

Bocornya pernyataan Nik Abduh, yang direkam seseorang secara diam-diam dalam sebuah pertemuan tertutup yang dihadiri lebih dari 40 kader PAS, sempat menghebohkan publik Malaysia tahun lalu. Apalagi insiden tersebut terjadi menjelang pemilihan umum. Nik Abduh awalnya membantah suara dalam rekaman itu miliknya. Belakangan, ia mengaku berbohong atas desakan beberapa petinggi PAS yang tidak ingin isu tersebut digoreng Pakatan Harapan untuk menjatuhkan PAS saat kampanye. “Presiden (Hadi) merestui keputusan saya menyangkalnya,” kata Nik Abduh, Selasa pekan lalu.

Rekaman suara Nik Abduh inilah yang, menurut Brown, menjadi salah satu bukti dan membuatnya yakin Hadi bakal tak berkutik di meja hijau. “Hadi juga mengakui dalam pernyataan di bawah sumpah di pengadilan London bahwa rekaman Nik Abduh asli,” ujarnya. Brown sejak awal teguh dengan artikelnya di Sarawak Report karena ia memegang bukti dokumen transfer uang tunai dari pejabat UMNO ke rekening Bank Islam milik PAS. “PAS tak bisa menyangkal bahwa mereka menerima duit dari UMNO.”

Skandal 1MDB mengguncang Malaysia sejak mencuat pada Juli 2015. Saat itu Sa-rawak Report dan Wall Street Journal memberitakan soal dana senilai Rp 9,6 triliun yang mengalir ke rekening Najib. Duit itu diduga berasal dari 1MDB, badan investasi yang dibentuk Najib pada 2009. Miliaran dolar duit 1MDB yang diselewengkan diyakini mengalir ke banyak pihak. Sejak mulai mengusut skandal ini, MACC telah membekukan sedikitnya 900 rekening bank milik individu dan organisasi, termasuk UMNO dan partai lain.

Otoritas penegak hukum Malaysia masih terus memburu Low Taek Jho alias Jho Low, pengusaha asal Penang yang diyakini mendalangi skenario penggelapan sekitar Rp 62 triliun dana 1MDB. Adapun Najib telah lebih dulu menjadi pesakitan. Mantan pemimpin UMNO yang terguling dari kursi perdana menteri setelah Barisan Nasional yang dipimpinnya tumbang dalam pemilihan umum Mei 2018 itu kini menghadapi sedikitnya 42 dakwaan korupsi dan pencucian uang atas perannya dalam skandal 1MDB.

Diperkirakan Rp 2,8 triliun duit 1MDB mengalir ke rekening UMNO, partai politik yang telah berkuasa selama enam dasawarsa di Malaysia. Adapun partai-partai lain dalam koalisi Barisan Nasional dilaporkan menerima hingga Rp 1 triliun dari 1MDB untuk pemilihan umum 2013. “Selain partai-partai, sekitar 70 individu, 60 perusahaan, dan 10 yayasan memperoleh total Rp 1,7 triliun dari salah satu rekening bank pribadi milik mantan perdana menteri (Najib) antara 2011 dan 2014,” tulis The Edge.

Hingga pemilihan umum 2013, PAS tergabung dalam koalisi partai oposisi Pakatan Rakyat pimpinan Partai Keadilan Rakyat, partai yang didirikan Anwar Ibrahim. Saat itu mereka nyaris menumbangkan Barisan Nasional. Sayangnya, pada 2015, koalisi yang berusia hampir satu dekade itu pecah kongsi setelah PAS hengkang. Partai berhaluan Islam tersebut dikabarkan kecewa karena Partai Aksi Demokratik (DAP) menentang penerapan hukum syariah. Sementara itu, DAP menduga PAS bermain mata dan berkongsi dengan UMNO menjelang pemilu.

Keputusan PAS keluar dari Pakatan Rakyat membelah partai itu. Para petinggi dan kader partai yang tidak setuju dengan kebijakan Abdul Hadi Awang lantas angkat kaki. Mereka membentuk partai baru, Partai Amanah Negara, dan bergabung dengan kubu oposisi di bawah bendera baru Pakatan Harapan. Sedangkan PAS memilih bertarung sendiri sebagai poros ketiga dalam pemilihan umum 2018.

Hadi, yang memimpin PAS sejak 2002, tidak menyesali keputusannya berdamai dengan Clare Brown. Pria 71 tahun yang menjadi wakil rakyat dari Distrik Marang, Negara Bagian Terengganu, ini menganggap penyelidikan MACC kelak membuktikan bahwa PAS bersih dari korupsi. “Tapi selidiki juga partai politik lain, seperti DAP,” katanya.

Hadi berdalih bahwa bersengketa dengan Sarawak Report hanya akan membuang waktu dan kas partai. Lagi pula, menurut dia, “Kami telah memenangi Kelantan, Terengganu, dan sejumlah besar kursi di Pahang. Fitnah terhadap kami tak membendung (dukungan untuk PAS).”

MAHARDIKA SATRIA HADI (SARAWAK REPORT, NEW STRAITS TIMES, FREE MALAYSIA TODAY)

 


 

Skandal 1MDB Nyaris Pungkas

Pendiri Sarawak Report, Clare Rewcastle Brown:

Clare Rewcastle Brown

 

Dari ruang makan kediamannya di London, Inggris, Clare Rewcastle Brown membongkar skandal 1Malaysia Deve-lopment Berhad (1MDB) sejak 2013 lewat situs Sarawak Report. Salah satu tulisannya menyebut Najib Razak, saat itu Perdana Menteri Malaysia, menerima duit 1MDB.

Najib membantah artikel Brown. Tapi, “Dia (Najib) pernah mencoba menahan saya lewat Interpol, menyewa orang untuk menguntit saya, dan menjerat saya dengan tuduhan palsu,” katanya lewat surat elektronik, Senin pekan lalu.

Brown lahir di Sarawak, Borneo, 20 Juni 1959, dari orang tua berkebangsaan Inggris. Ketika itu Sarawak masih berstatus koloni Kerajaan Inggris. Pada usia delapan tahun, Brown dibawa orang tuanya ke London untuk melanjutkan studi. Ibu dua anak yang menikah dengan Andrew Brown—adik mantan Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown—ini mengawali kariernya sebagai jurnalis di BBC pada 1983.

Saat kembali ke tanah kelahirannya pada 2005, Brown terperenyak melihat kerusakan masif hutan hujan tropis di sana. Pada 2010, dia memulai kampanye anti-pembalakan liar dengan mendirikan Sarawak Report dan stasiun radio Radio Free Sarawak. Dari London, ia membongkar korupsi di balik alih fungsi hutan untuk kebun sawit. Penelusuran jejak rasuah di Sarawak menuntun Brown menguak skandal 1MDB.

Kepada wartawan Tempo, Mahardika Satria Hadi, Brown menceritakan bagaimana skandal 1MDB, yang didalangi pengusaha Malaysia yang kini menjadi buron, Low Taek Jho alias Jho Low, merupakan tindakan korupsi besar-besaran dan berskala global. “Pastinya melibatkan (bekas) perdana menteri,” ucapnya.

Apa yang membuat Anda sangat kritis terhadap rezim pimpinan Barisan Nasional?

Saya kritis terhadap korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan penyimpangan keadilan. Ini peninggalan Barisan Nasional. Saya berkampanye melawan beberapa dampak terburuk dari bobroknya tata kelola pemerintahan, yaitu penghancuran hutan Borneo serta penjarahan hak atas tanah dan warisan masyarakat adat. Di bawah rezim seperti ini, jutaan orang Malaysia menderita demi segelintir politikus yang memperkaya diri. Keadilan harus ditegakkan agar negara ini aman dan mandiri. Najib nyaris menumbalkan ekonomi Malaysia kepada Cina untuk menyelamatkan diri dari semua utang kejahatannya.

Anda merasakan pengalaman buruk sejak melaporkan skandal 1MDB….

Dia (Najib) berusaha menahan saya melalui Interpol dan menuntut saya. Dia pernah menyewa detektif partikelir untuk membuntuti saya di Inggris, meretas komputer saya, hingga menyerang situs web saya. Dia mengeluarkan tuduhan-tuduhan palsu terhadap saya dan memfitnah saya secara online.

Apakah pemerintah baru Mahathir Mohamad dapat menuntaskan skandal 1MDB?

Kasus ini hampir terungkap seluruhnya. Bukti-buktinya tersedia melimpah secara global. Tinggal dibawa ke pengadilan. Najib menyatakan bahwa dia tidak bersalah. Tapi dia terus menghindari pengujian di pengadilan. Jika memang tidak bersalah, dia seharusnya menyambut hari persidangannya di meja hijau.

Seberapa banyak dari perkara ini yang belum terkuak?

Tidak banyak yang tersisa. Semua pelakunya telah diketahui. Aliran uangnya dapat dilihat semua orang. 1MDB, perusahaan cangkang sebagai kedok, rekening bank Najib, dan bukti lainnya. Siapa pun yang membaca dokumen pengadilan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, mengikuti persidangan di Singapura, membaca pernyataan otoritas Swiss dan Luksemburg, dapat melihat jelas apa yang menimpa 1MDB. Anda juga bisa membaca seluruh ceritanya di buku saya, The Sarawak Report.

Di mana kira-kira Jho Low berada kini?

Saya pikir dia ada di wilayah Cina dan telah menjadi alat tawar-menawar karena Cina masih ngotot mempromosikan ambisinya membangkitkan kembali Jalur Sutra ke Malaysia.

Seberapa yakin Anda bahwa dia akan bisa diadili?

Jho Low mengorbankan semua pihak dalam urusannya atas nama Najib. Ini membuatnya menjadi aib bagi negara yang menampungnya, yang mungkin memutuskan untuk membungkamnya, kecuali mereka mendapat kesepakatan dari proyek Jalur Kereta Pesisir Timur. Bagi Malaysia, proyek itu terlalu mahal.



Internasional 2/4

Sebelumnya Selanjutnya

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 8 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

8 artikel gratis setelah Register.