Membaca Ulang Propaganda Jepang - majalah.tempo.co

Membaca Ulang Propaganda Jepang

Sabtu, 12 Mei 2018 12:14 WIB

Pak Kumicho: He, Pak Gendoet.... Kita sebagai pekerdja tak boleh malas-malasan. Semoea pekerdjaan tentoe ada toedjoeannja. Selain bermaksoed oentoek mentjari nafkah goena hidoep dengan anak bini, djoega bermaksoed melaksanakan kemakmoeran bersama....

Membaca Ulang Propaganda Jepang
Komite Teater Dewan Kesenian Jakarta mendiskusikan seni dan propaganda pada masa pendudukan Jepang. Banyak data menarik.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • Pak Kumicho: He, Pak Gendoet.... Kita sebagai pekerdja tak boleh malas-malasan. Semoea pekerdjaan tentoe ada toedjoeannja. Selain bermaksoed oentoek mentjari nafkah goena hidoep dengan anak bini, djoega bermaksoed melaksanakan kemakmoeran bersama....

    Mak Gendoet: Memang dasar malas, ada-ada sadja alasan.... Ajo, soedah diberi nasehat Pak Kumicho. Sekarang ambil patjoel, pergi matjoel....

    Pak Gendoet: Jang dipatjoel apa....

    NASKAH sandiwara lel

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Tempo

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini