Ketika Manusia Bukan Manusia - majalah.tempo.co

Ketika Manusia Bukan Manusia

Minggu, 11 Februari 2018 00:00 WIB

SEPENUH bidang gambar adalah ombak. Air, gerak, dan angin mewujud dalam hitam-putih sebuah hasil cetak cukil kayu berukuran cukup besar, 80 x 100 sentimeter. Dinamis, judul karya ini, memamerkan ketelatenan, penguasaan media, kemampuan memindahkan rasa pada bidang media yang dipilih, dan kerapian mencetak. Dinamis seolah-olah menjadi semacam portofolio pokok bagi Muhlis Lugis, 30 tahun, perupa grafis yang memamerkan sekitar 30 karyanya di Bentara Budaya Jakarta hingga 13 Februari ini.

Tapi karya seni bukan hanya kemampuan teknik, meski teknik bisa menjadi "pesan" itu sendiri dan mencengkam (misalnya karya-karya grafis Victor Vasarely, yang mengeksploitasi barik, cahaya, dan bayangan). Muhlis pun mengetengahkan "isi" lewat garis, bentuk, figur, dan bidang. Unsur rupa dalam bidang cetak grafis Muhlis mengundang penafsiran. Ada karya yang menyarankan kisah: kaki dan tangan manusia dengan bentuk tubuh yang tak jelas diikat, tampak terjungkir balik, berada di dalam air (Ditenggelamkan, 2013). Ada yang menggambarkan sebuah wajah terpampang ditodong pistol (Dibidik Revolver, 2014). Ada juga figur manusia hanya terdiri atas kepala dan dua kaki dengan wajah berteriak serta lidah terjulur (Pembangkang, 2014). Yang terkesan paling banyak, bentuk figur manusia kekar berotot dan berkepala tangan setengah lengan atau selengan (Mencari Target, Panjang Tangan, Pertarungan Ego, Penoda Keadilan, Nikah Setelah Kawin, Kehilangan Tanggung Jawab, Goyang Erotis, Addiction, Eksploitasi, Bermain Kuda-kuda). Kebanyakan karya yang dibuat pada 2013 dan 2014 serta beberapa karya di tahun berikutnya.

Ketika Manusia Bukan Manusia
Karya-karya cetak cukil kayu tentang siri atau harga diri dalam goresan garis lurus nan bersih, dengan hitam-putih yang seimbang, dan metafora bentuk yang menyarankan kritik sosial.

Baca Juga

  • Resolusi Sepeda
  • Bahan Bakar Limbah Biomassa
  • Kiri-Kanan Tidak Oke
  • Candu PlayStation
  • SEPENUH bidang gambar adalah ombak. Air, gerak, dan angin mewujud dalam hitam-putih sebuah hasil cetak cukil kayu berukuran cukup besar, 80 x 100 sentimeter. Dinamis, judul karya ini, memamerkan ketelatenan, penguasaan media, kemampuan memindahkan rasa pada bidang media yang dipilih, dan kerapian mencetak. Dinamis seolah-olah menjadi semacam portofolio pokok bagi Muhlis Lugis, 30 tahun, perupa grafis yang memamerkan sekitar 30 karyanya di Bentara

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini