Dua Gigi Pengubah Sejarah - majalah.tempo.co

Dua Gigi Pengubah Sejarah

Minggu, 8 Oktober 2017 00:00 WIB

STALAKTIT dan stalagmit yang tampak dalam gua di kaki Gunung Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, itu membuat langkah Kira Westaway terhenti. Di mulut gua, ia berdiri sambil bolak-balik memandangi gua dan membandingkannya dengan sketsa kasar dan peta tua milik paleoantropolog asal Belanda, Eugène Dubois, penemu fosil Homo erectus pertama yang terkenal dengan Manusia Jawa itu.

"Saat itu saya berkata dalam hati sembari bahagia, ’Inilah Gua Lida Ajer yang kami cari’," peneliti geokronologi dari Macquarie University, Sydney, Australia, itu menceritakan ekspedisinya pada 2008 tersebut melalui surat elektronik kepada Tempo, awal September lalu.

Dua Gigi Pengubah Sejarah
Dua gigi yang sempat terabaikan selama 130 tahun mengungkap keberadaan manusia modern di Nusantara 20 ribu tahun lebih awal. Mereka tinggal di hutan hujan tropis.

STALAKTIT dan stalagmit yang tampak dalam gua di kaki Gunung Sago, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, itu membuat langkah Kira Westaway terhenti. Di mulut gua, ia berdiri sambil bolak-balik memandangi gua dan membandingkannya dengan sketsa kasar dan peta tua milik paleoantropolog asal Belanda, Eugène Dubois, penemu fosil Homo erectus pertama yang terkenal dengan Manusia Jawa itu.

"Saat itu saya berkata dalam hati sembari bahagia, ’Inil

...

Silahkan Login / Register untuk melanjutkan membaca artikel ini.
Anda akan mendapatkan 5 artikel gratis setelah Register.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Administrator

Anda belum Login/Register. Dapatkan

5 artikel gratis setelah Register.