Perburuan Orang-orang tanpa Status - majalah.tempo.co ‚Äč

Perburuan Orang-orang tanpa Status

Senin, 11 September 2017 00:00 WIB

PEREMPUAN muda itu menangis sepanjang hari. Semingguan dalam kejaran tatmadaw atau tentara Myanmar dan warga Rakhine yang membencinya, di tepi Sungai Nav yang cokelat berlumpur, Begum Fatia, 25 tahun, baru sadar betapa ia kehilangan laki-laki yang baru dinikahinya, lima orang adik yang disayanginya, serta kedua orang tuanya. Begum adalah warga sebuah desa di Distrik Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

Begum pingsan berkali-kali setelah berhasil melintasi sungai yang memisahkan Myanmar dan Bangladesh itu. Kala mengigau, disebutkannya nama-nama orang yang telah pergi sambil sesekali bergumam: ia ingin pulang.

Perburuan Orang-orang tanpa Status
Sekali lagi, militer Myanmar melancarkan persekusi besar-besaran terhadap minoritas Rohingya. Dihujani banyak kecaman, Aung San Suu Kyi mempertahankan operasi ini.

Baca Juga

  • Agar Mudik dengan Motor Aman
  • Sorotan Otomatis Lampu Mobil
  • Teror terhadap Ahmadiyah
  • Dana Wakaf Penopang Usaha Mikro
  • PEREMPUAN muda itu menangis sepanjang hari. Semingguan dalam kejaran tatmadaw atau tentara Myanmar dan warga Rakhine yang membencinya, di tepi Sungai Nav yang cokelat berlumpur, Begum Fatia, 25 tahun, baru sadar betapa ia kehilangan laki-laki yang baru dinikahinya, lima orang adik yang disayanginya, serta kedua orang tuanya. Begum adalah warga sebuah desa di Distrik Maungdaw, Negara Bagian Rakhine, Myanmar.

    Begum pingsan berkali-kali setelah ber

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini