Dongeng Para Imigran Jepang - majalah.tempo.co ‚Äč

Dongeng Para Imigran Jepang

Senin, 11 September 2017 00:00 WIB

WATARU Omura, aktor kelompok Ozaki Art Theater, berbaring di sebuah karpet bersetrip warna-warni: biru, hijau, putih, merah, dan oranye. Pandangannya mengarah ke atas. Dalam bahasa Jepang, ia mulai berceloteh tentang suasana Tokyo yang membosankan. Layar di belakangnya menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Inggris yang menerjemahkan ucapannya.

"Olimpiade belum juga diumumkan, tapi kota ini sudah riuh sekali. Aku berada di Chuo-ku, Tokyo-di ruangan yang dahulu toko kimono. Kasur berdebu, dan bekas liurku bau. Terasa seperti aku menemukan wajah tertidurku...."

Dongeng Para Imigran Jepang
Sutradara teater Jepang, Yudai Kamisato, menarasikan pengalamannya ketika bermigrasi ke Peru. Kisah tentang kebingungan identitas.

Baca Juga

  • Agar Mudik dengan Motor Aman
  • Sorotan Otomatis Lampu Mobil
  • Teror terhadap Ahmadiyah
  • Dana Wakaf Penopang Usaha Mikro
  • WATARU Omura, aktor kelompok Ozaki Art Theater, berbaring di sebuah karpet bersetrip warna-warni: biru, hijau, putih, merah, dan oranye. Pandangannya mengarah ke atas. Dalam bahasa Jepang, ia mulai berceloteh tentang suasana Tokyo yang membosankan. Layar di belakangnya menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Inggris yang menerjemahkan ucapannya.

    "Olimpiade belum juga diumumkan, tapi kota ini sudah riuh sekali. Aku berada di Chuo-ku, Tokyo-di rua

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini