Menarilah, Menarilah, Mendekati Awan - majalah.tempo.co

Menarilah, Menarilah, Mendekati Awan

Senin, 15 Mei 2017 00:00 WIB

Kabut tebal dan pekat yang menyelimuti gugusan perbukitan kawasan Tengger berangsur-angsur menghilang pagi itu. Di Puncak B-29, salah satu bukit tertinggi dari deretan perbukitan yang mengelilingi kaldera Bromo ini, sekitar 50 seniman dari Solo, Yogyakarta, dan Surabaya berkerumun melingkar menyisakan ruang kosong di tengah.

Penari asal Solo, Djarot Budidarsono, bergerak mengawali pertemuan seniman di ketinggian itu. Ia memberi judul karyanya Kunang-kunang dalam Botol. Ia diiringi dua pemusik dari Inggris, peniup trompet John Edward Jacobs dan pemain biola Ginevra Claire House. Badan Djarot akhirnya berputar sembari melilitkan tali plastik hingga membuatnya jatuh terhuyung di ujung lilitan.

Menarilah, Menarilah, Mendekati Awan
Beberapa penari mencoba mengadakan pertemuan di ketinggian Puncak B-29, Tengger, Jawa Timur. Di tempat lain, di Ciater, Jawa Barat, sejumlah pemusik berpentas di perkebunan teh. Ecofestival mulai tumbuh. Tantangan pertunjukan di alam terbuka berbeda dengan di panggung biasa.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • Kabut tebal dan pekat yang menyelimuti gugusan perbukitan kawasan Tengger berangsur-angsur menghilang pagi itu. Di Puncak B-29, salah satu bukit tertinggi dari deretan perbukitan yang mengelilingi kaldera Bromo ini, sekitar 50 seniman dari Solo, Yogyakarta, dan Surabaya berkerumun melingkar menyisakan ruang kosong di tengah.

    Penari asal Solo, Djarot Budidarsono, bergerak mengawali pertemuan seniman di ketinggian itu. Ia memberi judul karyanya K

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini