Deposito Bodong Cap Kansas - majalah.tempo.co

Deposito Bodong Cap Kansas

Senin, 20 Maret 2017 00:00 WIB

RAPAT-RAPAT di kantor Otoritas Jasa Keuangan dalam dua bulan terakhir berujung pada keputusan yang menyulitkan Bank Tabungan Negara. Awal Februari lalu, OJK mengeluarkan keputusan agar bank pelat merah ini memarkir dana provisi (cadangan) sebesar Rp 298 miliar dalam deposito tak berjangka.

Keputusan itu muncul di tengah penyidikan kasus pembobolan dana Rp 275 miliar milik empat nasabah korporat Bank BTN oleh Kepolisian Daerah Metro Jaya. Para nasabah itu adalah PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, PT Asuransi Umum Mega, PT Surya Artha Nusantara Finance, dan PT Indosurya Inti Finance. "Pencadangan dana provisi bukan pengakuan bersalah. Kami sekadar mematuhi aturan," kata Direktur Utama BTN Maryono, Rabu pekan lalu. "Apakah dana itu bisa dicairkan atau tidak, tergantung putusan pengadilan."

Deposito Bodong Cap Kansas
Ratusan miliar rupiah duit nasabah Bank BTN dibobol jaringan yang berkomplot dengan orang dalam. Memanfaatkan kelalaian korban.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • Akhir tahun lalu, Polda Metro Jaya membongkar jaringan pembobol BTN. Enam orang menjadi tersangka. Mereka antara lain Kepala Kantor Kas Bank BTN Enggano, Dwi Prasetyo; Kepala Kas Bank BTN Cikeas, Bambang Suparno; pegawai Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Didik; pegawai Surya Artha Nusantara Finance, Steven; dan kaki tangan otak pembobolan ini, Sugiyanto.

    Menurut Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat, se

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini