Menjual panen ke Pasar Digital - majalah.tempo.co

Menjual panen ke Pasar Digital

Senin, 27 Februari 2017 00:00 WIB

DWIAS Anandita bersantai menemani tiga anaknya bermain di dalam rumah di Wido Martani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Hujan yang mengguyur Yogyakarta sepanjang pekan memaksanya menunda jadwal produksi beras hitam. Gabah hasil panen hanya diangin-anginkan di emperan. "Tidak bisa menjemur," kata pemilik toko online Pondok Alam itu kepada Tempo, Kamis siang pekan lalu.

Menjual panen ke Pasar Digital
Melalui e-commerce, produk petani menjadi basis produksi perusahaan besar. Dengan mengurangi rantai pasok, pasar lebih lebar.

Baca Juga

  • Revisi Pesanan Jokowi
  • Poros Teror Suriah-Surabaya
  • Akuarium Jemaah Pendukung Daulah
  • Pemberontak di Unit Nomor 2
  • DWIAS Anandita bersantai menemani tiga anaknya bermain di dalam rumah di Wido Martani, Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Hujan yang mengguyur Yogyakarta sepanjang pekan memaksanya menunda jadwal produksi beras hitam. Gabah hasil panen hanya diangin-anginkan di emperan. "Tidak bisa menjemur," kata pemilik toko online Pondok Alam itu kepada Tempo, Kamis siang pekan lalu.

    Dwias salah satu dari sedikit petani yang membudidayakan beras hitam organik. Awaln

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini