Satelit Mini Setelah Lama Bermimpi - majalah.tempo.co

Satelit Mini Setelah Lama Bermimpi

Senin, 2 Januari 2017 00:00 WIB

JOSAPHAT Tetuko Sri Sumantyo, 46 tahun, punya mimpi besar ketika masih berusia lima tahun. Mimpinya itu bahkan melampaui imajinasi anak-anak seusianya. Josh—sapaan akrabnya—suatu hari bertekad membuat satelit radar untuk Indonesia. Ia ingin melihat Indonesia punya satelit sendiri, buatan dalam negeri, dan bukan membeli ataupun menyewa dari negara lain.

Semua berawal ketika ayahnya, Michael Suman Juswaljati, instruktur Pasukan Gerak Tjepat Angkatan Udara—kini Komando Pasukan Khas Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara—mengajak Josh kecil ke Pangkalan Udara Adi Soemarmo, Solo. Di sana, ia terpana pada sederet layar radar yang terus berputar untuk menunjukkan keberadaan pesawat di atas langit Solo dan sekitarnya.

Satelit Mini Setelah Lama Bermimpi
Indonesia akan memiliki satelit mikro canggih hasil kerja sama Lapan dan Chiba University, Jepang. Bobotnya teringan di dunia.

Baca Juga

  • Reza Rahadian: Surga Perkakas
  • Anwar Usman: Obat Pusing India
  • Sha Inne Febriyanti: Demi Kebaya
  • Disutopia
  • JOSAPHAT Tetuko Sri Sumantyo, 46 tahun, punya mimpi besar ketika masih berusia lima tahun. Mimpinya itu bahkan melampaui imajinasi anak-anak seusianya. Josh—sapaan akrabnya—suatu hari bertekad membuat satelit radar untuk Indonesia. Ia ingin melihat Indonesia punya satelit sendiri, buatan dalam negeri, dan bukan membeli ataupun menyewa dari negara lain.

    Semua berawal ketika ayahnya, Michael Suman Juswaljati, instruktur Pasukan Gerak Tjepat An

    ...

    Anda belum login/register untuk berlangganan Majalah Tempo versi Web / Aplikasi.
    info lebih lanjut hubungi : 021-50805999 atau cs@tempo.co.id

    Administrator

    Sign up below to get more articles, get unlimited access in here

    Anda belum register/login, silahkan untuk free artikel di sini