Profile Goenawan Mohamad

Goenawan Mohamad




  • Ketawa
    Catatan Pinggir

    Ketawa

    Kado untuk pemain teater Butet Kartaredjasa. Ketawa adalah subversi bagi ketertiban.

  • Kamera, Kamera
    Catatan Pinggir

    Kamera, Kamera

    Dunia mudah mempercayai fotografi. Kamera menyusun realitas menjadi satu keseluruhan yang baru.

  • Primbon
    Catatan Pinggir

    Primbon

    Teks primbon di Jawa—tentang apa yang akan terjadi—sering dibentuk kata-kata yang enigmatik. Maknanya harus diterka.

  • Pasca-Filsafat
    Catatan Pinggir

    Pasca-Filsafat

    “Akhir filsafat” berarti bahwa metafisika (Barat) yang berkembang sejak Plato telah komplet, di atas Vollendung der Metaphysik itu kini terbuka kemungkinan berpikir yang lain.

  • Moṣibatnāmeh
    Catatan Pinggir

    Moṣibatnāmeh

    Gugatan kepada Tuhan. Dari Divina Commedia hingga Kitab Kesengsaraan.

  • Indonesia
    Catatan Pinggir

    Indonesia

    Apa arti sebuah nama? Pada nama Indonesia ada sejarah perjuangan yang berdarah-darah.

  • Guevara
    Catatan Pinggir

    Guevara

    Seorang pemberani hanya sekali merasakan ajal, tapi seorang pengecut mati seribu kali sebelum maut menjemput. Che Guevara mengubah kata-kata Shakespeare itu untuk hidup revolusinya.

  • G30S
    Catatan Pinggir

    G30S

    “G30S” adalah Gerakan 30 September 1965, sebuah malam membingungkan dalam sejarah Indonesia. PKI runtuh setelah itu.

  • Ambiguitas
    Catatan Pinggir

    Ambiguitas

    Ambiguitas sedang pelan-pelan terdesak. Dalam masyarakat kapitalis, dalam tatanan hidup di mana sains, teknologi tinggi, dan administrasi membentuk hidup manusia, ambiguitas tak punya tempat.

  • Satu
    Catatan Pinggir

    Satu

    Memang ada titik pertemuan antara Schrödinger dan Einstein: alam semesta sebuah proses yang tak seluruhnya acak, tanpa sebab-akibat. fFsika kuantum memulihkan hubungan subyek dan obyek yang dikaburkan fisika klasik.

  • Agnostik
    Catatan Pinggir

    Agnostik

    Dilihat sekarang, fisika Newton memang sederhana. Fisika klasik ini memandang realitas bak mesin besar yang bergerak maju bersama waktu, dengan konfigurasi yang berubah mengikuti hukum yang pasti, misalnya tiga hukum tentang gerak yang ditemukan Newton.

  • Jarak
    Catatan Pinggir

    Jarak

    Pandemi telah membuat saya—dan bukan hanya saya—waswas akan ruang dan peka akan jarak. Aturan “jaga-jarak” yang berlaku berbulan-bulan membuat kita terbiasa bernegosiasi dengan ruang.

  • GW
    Catatan Pinggir

    GW

    Ia jenderal yang memimpin perang yang membebaskan Amerika dari penjajahan. George Washington diagungkan karena ia tak menginginkan kekuasaan politik.

  • Batas
    Catatan Pinggir

    Batas

    Pada awalnya tak jelas apa gerangan serangan 11 September itu. Hari itu bukan The Day of Infamy seperti ketika bala tentara Jepang mengebom pangkalan militer AS di Pearl Harbor di tahun 1941.

  • Baliho
    Catatan Pinggir

    Baliho

    Wajah-wajah di baliho itu sebenarnya sederet siluman dari hasrat untuk diakui dan ambisi berkuasa.

  • Argus
    Catatan Pinggir

    Argus

    Di bawah rezim yang selalu mengumumkan keadaan perang, warga diletakkan dalam bangunan penjara seperti yang dicita-citakan Jeremy Bentham: di menara tingginya ada mata Argus Panoptes.

  • Ke-Putus-an
    Catatan Pinggir

    Ke-Putus-an

    Bahasa Indonesia dengan baik menyebut decision sebagai “ke-putus-an”: ada yang traumatik ketika putus kaitan antara yang sebelum dan sesudahnya. Tentang kemerdekaan yang terancam kecerdasan buatan.

  • Toeti Heraty (1933-2021)
    Catatan Pinggir

    Toeti Heraty (1933-2021)

    Dari suasana itu bisa dimengerti jika Toeti Heraty masuk ke kancah filsafat, dengan perhatian khusus tentang manusia sebagai subyek dan dunianya. Thesisnya berjudul “Aku dalam Budaya”.

  • Nama
    Catatan Pinggir

    Nama

    Dalam cerita Haruki Murakami, pertanyaan yang timbul pertama-tama: apakah nama sebuah milik pribadi? Renungan dari cerita pendek Murakami tentang pencurian nama.

  • Monumen
    Catatan Pinggir

    Monumen

    Sebagaimana kekuasaan, juga nilai-nilai luhur yang biasanya dikaitkan dengan pahlawan—salah satu sebab monumen didirikan. Nilai-nilai itu—kemuliaan hati, keberanian sikap, dan entah apa lagi—tak pernah punya tempat tetap. Yang pasti tidak di lubuk hati seseorang.

  • Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.