maaf email atau password anda salah

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini

Satu Akun, Untuk Semua Akses


Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Satu Akun, Untuk Semua Akses

Masukan alamat email Anda, untuk mereset password

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link reset password melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Ubah No. Telepon

Ubah Kata Sandi

Topik Favorit

Hapus Berita

Apakah Anda yakin akan menghapus berita?

Ubah Data Diri

Jenis Kelamin

Penyair, esais, pelukis. Catatan Pinggir telah terhimpun dalam 14 jilid. Buku terbarunya, antara lain, Albert Camus: Tubuh dan Sejarah, Eco dan Iman, Estetika Hitam, Dari Sinai sampai Alghazali.

Konten

Nama
Monumen

Monumen

Sebagaimana kekuasaan, juga nilai-nilai luhur yang biasanya dikaitkan dengan pahlawan—salah satu sebab monumen didirikan. Nilai-nilai itu—kemuliaan hati, keberanian sikap, dan entah apa lagi—tak pernah punya tempat tetap. Yang pasti tidak di lubuk hati seseorang.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 26 Juni 2021

Antigon

Antigon

Dewa-dewa membuat hukum yang tak perlu karena mereka tak mengenal kefanaan. Seorang raja di bumi membuat hukum, meskipun tidak bagus, sebab ia manusia—ia harus menjaga hidup yang serba mungkin.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 19 Juni 2021

Gelar

Gelar

Gelar, yang dianggap simbol pengakuan, sebenarnya tak sepenuhnya bersifat dialogis. Gelar ditentukan setelah ada otoritas untuk menilai prestasi seseorang. Perlu ada hakim yang sabdanya tak untuk diragukan: universitas, istana, atau ketua adat.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 12 Juni 2021

Cem

Cem

Setidaknya sampai awal abad ke-17, dalam imperium Turki Usmani, sang pengganti tak ditentukan berdasarkan urutan kelahiran. Prinsip suksesi brutal: yang kuat yang dapat. Persaingan bengis.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 5 Juni 2021

Blabag

Blabag

Papan tulis, kita tahu, adalah tempat guru menuliskan ajaran dan murid menyimak. Teknologi bersahaja itu memungkinkan pemberian dan penerimaan ilmu berlangsung. Akhirnya blabag kayu ini tak terpisahkan dari sang pengajar. Ia jadi penandanya yang pertama dan penghabisan, seperti bendera dalam sebuah suasana hancur.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 29 Mei 2021

Catatan Pinggir

Kekerasan

Hukum lex talionis yang terkenal (“satu mata dibalas satu mata”)—yang bermula dari zaman Babilonia, kemudian diadopsi kitab Yahudi, buku undang-undang Romawi, dan hukum Islam—adalah hukum pembalasan: orang yang mencederai orang lain harus dibalas setimpal dengan kerusakan yang diakibatkannya pada sang korban.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 22 Mei 2021

Catatan Pinggir

Napoleon

Para sejarawan mencatat bagaimana orang ini berhasil mengubah Prancis, Eropa, dan bagian lain dunia: setelah Revolusi Prancis membabat tatanan feodalisme, ia, perwira tentara revolusi, muncul sebagai “Konsul” dari puing-puing politik. Dalam posisi itu, Napoleon menyusun dan memberlakukan sistem perundang-undangan baru.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 15 Mei 2021

Catatan Pinggir
Catatan Pinggir Itihasa

Sir Joon

Tapi “dunia Melayu” di dalam novel ini bukan sebuah dunia yang tertutup dengan dasar yang kedap. Setidaknya, dalam novel ini, dunia yang seperti itu tak jadi “warna lokal”. Biasanya, dalam kritik sastra, yang disebut “warna lokal” adalah sesuatu yang bisa diidentifikasikan—karena utuh, homogen, dan distingtif: deskripsi lanskap, adat istiadat, dan dialek setempat dalam cerita.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 1 Mei 2021

Catatan Pinggir Itihasa

“Panggil Aku…”

Bahasa Kartini, bahasa seorang berusia 20-an, seperti badai, meskipun tak segera kelihatan. Tak linear, tak datar. Ungkapan hiperbolik muncul di pelbagai bagian, terutama ketika ia menyebut sesuatu (atau seseorang) yang disukainya. Tanda seru bertaburan.

 

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 24 April 2021

Laut
TMII
Citra
Tubuh

Tubuh

Badan telah divonis: “lemah”. Tapi ada paradoks yang dilupakan. Di satu pihak, agama-agama memaparkan tubuh sebagai bagian diri kita yang gelap, payah, dan penuh risiko. Namun, tanpa disadari, tubuh juga jadi kerepotan utama agama-agama.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 27 Maret 2021

Aljazair

Aljazair

Memang, kita punya buku sejarah dan menganggap di sanalah masa lalu direkam sebagai ingatan. Tapi ingatan adalah produk hari ini, dan hari ini bukanlah sebuah stasiun tempat kenangan jeda, tak berubah.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 20 Maret 2021

Catatan Pinggir Itihasa
Goenawan Mohamad. (foto: Dok. Pribadi)
Tedjabayu

Tedjabayu

Catatan hariannya bukan sebuah monolog, bukan sebuah nyanyi sunyi: bahkan dalam sel yang paling sempit dan tekanan paling buas—terutama di Nusakambangan, kamp yang ternyata lebih mengerikan ketimbang Pulau Buru—ia bersuara bersama orang lain.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 27 Februari 2021

Etalase

Etalase

Kata the desert of the real mengesankan bahwa “yang-riil” adalah dunia yang remuk, kalang-kabut, antah-berantah, tak dapat diutarakan dalam bahasa, terutama jika dilihat dari dunia yang tertata. Di Indonesia, kita berada justru di “gurun” itu: banjir, tanah longsor, dan gempa tak putus-putusnya terjadi.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 20 Februari 2021

Kematian
Data

Data

Dengan kemajuan teknologi teleskop Hubble kita tampak hanya menghuni sebiji planet kecil di satu galaksi, sementara ada dua triliun galaksi bertebaran dalam keluasan semesta. Manusia bukan pusat.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 6 Februari 2021

Ondel-ondel
Catatan Pinggir - MBM
Fragile

Fragile

Tapi wabah adalah perang tanpa perbatasan. Tak ada ruang dan waktu yang bisa ditata lengkap dan stabil dalam indeks dan peta. Penularan dan penyembuhan berlangsung dalam endapan sikap yang berbeda-beda tentang hidup, penyakit, dan kematian.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 16 Januari 2021

Mata

Mata

Mata—berbeda dengan kuping—memang menyerap benda-benda sebidang demi sebidang, tak sekaligus. Penglihatan pun jadi raja. Tak lagi manusia mengenal obyek dengan mendengarkan, mencium, dan merabanya.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 9 Januari 2021

Nazareno

Nazareno

Alkitab melarang orang beriman membuat gambar manusia dan menyembah berhala, seperti ketentuan kedua agama Ibrahimi yang lain. Sejarah dunia Kristen menyaksikan beberapa kali letusan “ikonoklasme”, gerakan menghancurkan patung: di abad ke-8 dan ke-9 di Bizantium, dan di awal abad ke-16 di Eropa, ketika orang Protestan membakar arca dan lukisan di gereja-gereja.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 2 Januari 2021

Ajaib

Ajaib

Mungkin Marion tak melihat hubungannya dengan yang ilahi sebagai hanya soal percaya kepada Tuhan. Hubungannya lebih berupa pengakuan akan kasih—dan kasih, meskipun sebagai “cinta dengan cara sederhana”, lebih dahsyat ketimbang iman.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 26 Desember 2020

Cerita

Cerita

Saya bayangkan Airlangga sadar: di atas takhta, ia terbelah. Ia berkuasa dan juga ia tak berkuasa. Ada sebuah patung yang menggambarkannya duduk di punggung garuda, sebagai Wishnu. Tapi dengan kiasan itu sekalipun, tegak di kendaraan sakti di angkasa, ia tetap tak bisa—justru tak bisa—mengetahui apa yang terjadi.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 19 Desember 2020

Catatan Pinggir - MBM

Familikrasi

Familikrasi, sebagaimana oligarki, mengandung cacat dasar, bahkan lebih gerowong. Sementara pangkal oligarki adalah kekayaan—yang tak jarang diperoleh dengan jerih payah—pangkal familikrasi satu hal yang didapat tanpa upaya: hubungan biologis.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 12 Desember 2020

Mishima
Iklanisme
Catatan PIngir

Das

Akhirnya buruh hanya elemen dalam sebuah konfigurasi, nama yang terasa berbobot karena berasosiasi dengan “dunia modern”. Ia bagian dari industri, dan industri bagian dari zaman baru, dan zaman baru itulah yang penting. Buruh bukan realitas sehari-hari; ia makhluk mithologi yang harus digambarkan sedang “timbul dari lautan zaman yang gemuruh”.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 21 November 2020

Billie
Sekko
Amir

Amir

Mungkin sebab itu dalam sajak-sajak Amir Hamzah saya tak pernah menemukan nama Muhammad, rasul dalam syahadatnya. Bukan karena ia murtad, tapi karena puisi dan zamannya tak lagi hidup dengan akar (iman, tradisi, asal-usul) yang lurus, tunggal, menghunjam.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 31 Oktober 2020

Buruh

Buruh

Tampak sikap Bung Karno juga ambivalen. Sosok “marhaen”-nya memang pak tani miskin yang kebetulan dijumpainya di tepi jalan. Tapi, seperti bagi Marx, Engels, Lenin, dan Mao, petani itu harus ditransformasi.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 24 Oktober 2020

Marang

Marang

Dalam gerak itu, sang Buddha bebas dari apa yang disebut Nietzsche sebagai Geist der Schwere, “roh” atau “semangat” yang memberat, yang monumental, permanen, berbobot, penuh pesan kebenaran, angker, tegar. Buddha Ugo, sebagaimana Zarathustra Nietzsche, adalah antithesis terhadap itu semua: senyuman terbaik adalah yang menyambut waktu, menyambut gerak men-jadi yang tak selalu disadari.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 10 Oktober 2020

Ahasveros
Mimpi
Mengembara
1945
Realitas
Turki
Hitam
Kemerdekaan
6 Agustus
Korban
Penyair Sapardi Djoko Damono di kediamannya, Jakarta, Desember 2009. Dok.TEMPO/Arnold Simanjuntak

Kata dan Pengalaman

Puisi Sapardi Djoko Damono kian lama kian peka akan bunyi, imaji, ide, gerak tubuh, dan emosi yang tiap kali beralih. Sajak-sajaknya selalu berkelok mendadak, membiarkan diri dicegat dengan frasa yang tak terduga.

Selingan Edisi : Sabtu, 25 Juli 2020

FOTO: Witjak Widhi Cahya
Amerika, Amerika
Crusoe
5 Juli
Einstein, Tuhan...
Dua Paus
All That Jazz
Decameron
Birokrasi

Birokrasi

Mungkin birokrasi sebuah monolog yang tak habis-habis. Ia berbicara dengan bahasa yang seperti tak mau jelas—dengan istilah, akronim, dan nomor-nomor dokumen yang hanya dipahami mereka yang “di dalam”.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 30 Mei 2020

Isolasi
Pasti?
Pembisik
Kartono (1939-2020)
Catatan Pinggir - MBM
Pakar
Negara
Mata
Wei Qi

Wei Qi

Dalam citra yang populer kini, RRT adalah kisah “kemajuan”: bisa membangun rumah sakit besar dalam beberapa minggu, mendaratkan Chang’e 3 di bulan, dan ilmuwannya, Tu Youyou, perempuan ahli ilmu faal, memperoleh Hadiah Nobel.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 28 Maret 2020

Ke-putus-an
Oimeddam

Oimeddam

Orang di Eropa punya catatan tentang “Sampar Justinian” di abad ke-6. Ketika di Konstantinopel berkuasa Maharaja Justinianus, penyakit pes membunuh 40 persen penghuni kota yang kini disebut Istanbul itu. Sebelum wabah itu reda di tahun 750, separuh penduduk Eropa habis.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 14 Maret 2020

Entah

Entah

Kemampuan analisis tentang sebab dan akibat—yang merupakan kemampuan nalar—penting untuk menghadapi Entah. Manusia bergerak maju dari ketidaktahuan. Yang tak diketahui berubah menjadi sekadar problem: sesuatu yang dilemparkan ke depan manusia untuk dipecahkan dan diterobos.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 7 Maret 2020

Pes

Pes

Dari novel Albert Camus La Peste (diterjemahkan Nh. Dini sebagai Sampar), wabah itu tidak hanya membawa kematian ratusan orang, tapi juga mengingatkan orang-orang apa arti mati dan hidup sebelum Ajal.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 29 Februari 2020

Sutawijaya
Hening
Godse
Mall

Mall

Marx menunjukkan, kapitalisme mengubah benda. Ketika dalam kehidupan masyarakat benda menjadi komoditas—barang dagangan yang diperjualbelikan—nilai tukar berkuasa, menyisihkan nilai guna.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 25 Januari 2020

Mendua
Kota

Kota

Jakarta tak dibangun seperti Paris didesain Haussmann di pertengahan abad ke-19: kota yang direkonstruksi secara menyeluruh, konsisten, dan mahal. Jakarta adalah hasil kuasi-planologi, kombinasi yang hilang bentuk, antara rancangan dan tanpa rancangan.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 11 Januari 2020

Messiah

Messiah

Berkali-kali riwayat manusia mengisahkan, dalam sebuah masa krisis yang meluas, ketika ketidakadilan dirasakan akut oleh seantero masyarakat, ketika tak tampak jalan keluar, selalu terbentuk percakapan tentang Keadilan (dengan “K”).

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 21 Desember 2019

Catatan Pinggir - MBM
Tentara mengawasi tahanan politik menanam padi di sawah di Pulau Buru, Maluku, 1979. Dok.TEMPO/Amarzan Loebis
Dok. Keluarga
Catatan Pinggir - MBM
Catatan Pinggir - MBM
Catatan Pinggir - MBM
Catatan Pinggir - MBM

Kipandjikusmin

CERITA pendek itu jelek, tapi bukan kesusastraan yang menghakiminya. Ia justru dihukum orang-orang yang tak paham karya sastra—mungkin malah orang yang tak membacanya, atau tak mengerti bagaimana membacanya: di tahun 1968, sebuah fiksi sepanjang 4.400 kata, “Langit Makin Mendung”, jadi penting karena diteriaki menghina agama, dan kritikus sastra Indonesia terkemuka, H.B. Jassin, dihukum.

Catatan Pinggir Edisi : Sabtu, 20 Juli 2019

Catatan Pinggir - MBM

Jurnalisme berkualitas memerlukan dukungan khalayak ramai. Dengan berlangganan Tempo, Anda berkontribusi pada upaya produksi informasi yang akurat, mendalam dan tepercaya. Sejak awal, Tempo berkomitmen pada jurnalisme yang independen dan mengabdi pada kepentingan orang banyak. Demi publik, untuk Republik.

Login Langganan