1/0

text

Apa Kata Tempo: Korupsi Bansos dan Partai Wong Cilik

Ironis memang, para pelaku yang diduga korupsi bansos, berasal dari partai yang diklaim lahir dari rahim wong cilik.


Editor : Dewa Made Erdy Kusuma

KPK terus mengusut dugaan korupsi bansos. Tidak berhenti pada Juliari Peter Batubara, KPK juga menyelidiki dugaan peran kader PDI Perjuangan. Mereka adalah Herman Hery dan Ihsan Yunus.

Ironis memang, PDI Perjuangan sebagai sebuah partai yang mengklaim lahir dari rahim ‘wong cilik’, kadernya malah mengembat jatah orang miskin. Herman dan Ihsan diduga diduga memperoleh porsi mayoritas dalam pengadaan barang bansos dengan total nilai Rp 3,4 triliun.


Korupsi bansos ini menjadi cerminan rentannya bantuan berupa barang. Untuk itu, pemerintah sebaiknya mulai meninggalkan pola bantuan ala Sinterklas, yang menempatkan orang miskin sebagai obyek tak berdaya dan bagus untuk pencitraan politik. Pemerintah bisa mulai dengan pembenahan data dan penyusunan anggaran yang lebih memihak rakyat miskin.

2021-03-03 19:14:36


1/0

Selalu ada yang tersembunyi di balik peristiwa. Investigasi Tempo menembus batas untuk mengungkapkannya buat Anda.
Silakan register untuk mendapatkan akses 4 artikel gratis, atau langsung berlangganan dan nikmati sajian informasi berkualitas khusus untuk Anda.

Hubungi Kami :

Alamat : Gedung TEMPO, Jl. Palmerah Barat No.8, Jakarta Selatan, 12210

Informasi Langganan :

Email : cs@tempo.co.id

Telepon : 021 50805999 || Senin - Jumat : Pkl 09.00 - 18.00 WIB

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2525 | 0882-1023-2343 | 0887-1146-002 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB

Informasi Lainnya :

Telp/SMS/WA : 0882-1030-2828 || Senin - Minggu : Pkl 08.00 - 22.00 WIB