Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Obituari

  • Demi Cintanya pada Jawa

    Demi Cintanya pada Jawa

    Sejarawan Merle Calvin Ricklefs meninggal dengan mewariskan ratusan buku, artikel jurnal, serta tulisan tentang sejarah Jawa dan Islam yang sangat berharga. Memperkenalkan rekonstruksi akademis tentang sejarah Indonesia.

  • Prapto, Candi, dan Meditasi Gerak

    Prapto, Candi, dan Meditasi Gerak

    Tokoh meditasi gerak Suprapto Suryodarmo wafat. Ia diakui di dunia internasional. Muridnya banyak dari Eropa. Ia mengembangkan medan seni spiritual.

  • Sahabat Sampai Kiamat

    Sahabat Sampai Kiamat

    Catatan kecil tentang persahabatan Jeihan dengan saya sejak menjadi murid SMA Margoyudan, Solo. Sampai tua, kami taat pada janji menjadi “sahabat sampai kiamat”.

  • Asmara Ciputra kepada Seni Rupa

    Asmara Ciputra kepada Seni Rupa

    Percintaan Ciputra dan seni rupa tak ada matinya. Ia master keindahan kompleks perumahan.

  • Tukang Canda yang Membawa Bazoka di Punggungnya

    Tukang Canda yang Membawa Bazoka di Punggungnya

    Keras kepala tapi juga suka bercanda, tak ingin berada dalam bayangan nama besar ayahnya, berkarya seperti hendak berperang memanggul bazoka.

  • Tides, Selalu Ada Harapan

    Tides, Selalu Ada Harapan

    Aristides Katoppo adalah provokator harapan. Ringan mengulurkan tangan, tak peduli tudingan berpihak, berpikir melampaui zaman. Baginya, Sinar Harapan bukan sekadar media.

  • Altruis Yang Pantang Diam

    Altruis Yang Pantang Diam

    H.S. Dillon ikut berperan di awal pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Tetap berbicara tentang penguatan KPK di pengujung usianya.

  • Serendipity B.J. Habibie

    Serendipity B.J. Habibie

    B.J. Habibie (1936-2019) humanis peletak fondasi demokrasi Indonesia yang mengajari pentingnya bercita-cita tinggi.

  • Hwarakadah! Dwi Koen Berpulang…

    Hwarakadah! Dwi Koen Berpulang…

    Seorang kartunis andal meninggal, mewariskan tokoh-tokoh yang akan terus hidup. Panji Koming, Pailul, dan Ni Woro Ciblon lebih terkenal daripada Dwi Koen karena berhasil menjadi katarsis dalam kesumpekan politik semasa Orde Baru.

  • Dunia Kiai Maimoen Zubair

    Dunia Kiai Maimoen Zubair

    Dunia Kiai Maimoen adalah dunia pesantren. Dunia ini mengajarkan wawasan keislaman yang khas Indonesia tapi sekaligus tetap berpegang pada akidah dan tradisi keilmuan Islam tradisional.

  • Dari Menteng Menguak Batavia

    Dari Menteng Menguak Batavia

    Adolf Heuken tekun menulis sejarah Jakarta. Karyanya terancam tanpa penerus.

  • Arswendo dan Gairah Hidupnya

    Arswendo dan Gairah Hidupnya

    Pernah menjalani berbagai profesi, dan drop out dari perguruan tinggi, Arswendo Atmowiloto dikenal sebagai komentator publik yang kritis. Meninggalkan ratusan karya tulis, termasuk Senopati Pamungkas yang setebal bantal, riwayat hidupnya berdialog dengan situasi zaman.

  • Aktivisme ‘Orang Film’

    Aktivisme ‘Orang Film’

    Abduh meyakini betul film adalah produk budaya. Ia produser andal, dan lebih dari itu.

  • Pulangnya Sang Pembuka Jalan

    Pulangnya Sang Pembuka Jalan

    Tokoh pembela rakyat Papua, Pater Neles Kebadabi Tebay, wafat. Gigih memperjuangkan dialog Jakarta-Papua.

  • Rahman Tolleng dan Imajinasi Subversi

    Rahman Tolleng dan Imajinasi Subversi

    Hingga akhir hidupnya, Rahman Tolleng selalu berusaha mengambil jarak terhadap kekuasaan.

  • Dari Tante Girang sampai Jin Tomang

    Dari Tante Girang sampai Jin Tomang

    Sutradara perintis sinetron, Ali Shahab, 77 tahun, pergi meninggalkan puluhan naskah skenario yang belum tergarap.

  • Bergoyang Dalam Sebuah Kapal

    Bergoyang Dalam Sebuah Kapal

    Nh. Dini telah mempesona puluhan juta pembaca, yang sejak 1950-an menemuinya dalam berbagai media cetak. Karyanya adalah tiang yang menyangga hidupnya

  • Mati Sunyi Seorang Pelamun

    Mati Sunyi Seorang Pelamun

    "Kesederhanaan" membuat cerita-cerita pendek Hamsad Rangkuti terasa istimewa. Berpulang dalam sunyi.

  • Malam Terakhir di Sanggarbambu

    Malam Terakhir di Sanggarbambu

    Soenarto Pr. pernah berguru kepada tiga maestro seni lukis Indonesia. Citacitanya mendirikan balai untuk Sanggarbambu tak kunjung terwujud.

  • Nyanyi Terakhir Di Kramat 128

    Nyanyi Terakhir Di Kramat 128

    Musikus Ari Dite Malibu berpulang. Menghidupkan unsur bunyi dalam puisi.

  • Ensiklopedia Dawam Rahardjo

    Ensiklopedia Dawam Rahardjo

    Dawam Rahardjo menjadi pembela gigih pluralisme melawan meningkatnya konservatisme Islam. Mendambakan pembaruan pemikiran Islam.

  • Dari Panji Tengkorak hingga Jenderal Soedirman

    Dari Panji Tengkorak hingga Jenderal Soedirman

    Deddy Sutomo selalu tampil apik sejak Atheis karya Sjuman Djaya pada 1974. Dikenang dalam film seri Rumah Masa Depan.

  • Panggung Sandiwara Sang Laksamana

    Panggung Sandiwara Sang Laksamana

    Dari panggung teater, Amoroso Katamsi menjelma menjadi "Soeharto". Terus bermain peran hingga usia senja.

  • Perginya Sosok Penuh Paradoks

    Perginya Sosok Penuh Paradoks

    Lewat Pekan Komponis Muda, Suka Hardjana melahirkan banyak musikus ternama Indonesia. Berpulang pada Sabtu dua pekan lalu.

  • Danarto: Hamlet Kokotbolot

    Danarto: Hamlet Kokotbolot

    Karya Danarto adalah hasil gagasan tentang tidak adanya pembatas tegas antarseni, di samping sebagai kerumunan teks yang sodok-menyodok agar bisa menyatu dalam sebuah teks.

  • Dari Menteng ke Tel Aviv

    Dari Menteng ke Tel Aviv

    Probosutedjo bolak-balik ditegur Soeharto karena berupaya mengangkat pengusaha pribumi. Senin pekan lalu, ia berpulang pada usia 87 tahun.

  • Hawking Laksana Lubang Hitam

    Hawking Laksana Lubang Hitam

    Popularitas Stephen Hawking melampaui batasan komunitas fisika. Penyakit ALS tidak mengganggu kemampuan mental dan berpikirnya.

  • Perginya Sang Bahaduri

    Perginya Sang Bahaduri

    Indonesia kehilangan salah satu musikus terbaiknya, Yockie Suryo Prayogo. Arsitek lintas genre yang bermain musik hingga napas terakhir.

  • Gagrak Darmanto Jatman

    Gagrak Darmanto Jatman

    Darmanto kerap diledek tak mahir berbahasa Indonesia hanya karena cukup banyak puisinya yang mencampuradukkan aneka bahasa. Hadir sebagai manusia Jawa di tengah amuk globalisasi adalah sikap cerdik.

  • Oposan yang Kerasan di Senayan

    Oposan yang Kerasan di Senayan

    Sikap politik A.M. Fatwa melunak setelah dipenjara. Bergaul dengan tokoh PKI.

  • Perginya Khun Surin yang Visioner

    Perginya Khun Surin yang Visioner

    Surin Pitsuwan gencar mempromosikan ASEAN ke pelbagai belahan dunia. ASEAN harus lebih dikenal.

  • Kebahagiaan itu ’Maknyus’

    Kebahagiaan itu ’Maknyus’

    Ia penulis kolom yang enak dibaca dan mudah, jurnalis yang menginvestigasi kasus penipuan tambang emas, serta pernah menjadi konsultan Bank Dunia. Tapi ia paling bahagia dipanggil “Om Maknyus”.

  • Mengenang Djohan

    Mengenang Djohan

    Djohan Effendi berdakwah soal pentingnya sikap terbuka dalam beragama dan aktif membela kelompok minoritas agama atau kepercayaan. Sering dikecam sebagai pengikut Ahmadiyah.

  • Nyoman Gunarsa, Bali Luar-Dalam

    Nyoman Gunarsa, Bali Luar-Dalam

    Nyoman Gunarsa (1944-2017) tidak hanya melukis ornamen dan penari Bali yang membuatnya sukses. Ia pun mendirikan museum lukisan modern dan lukisan klasik Bali yang rawan “hilang”.

  • Akhir Kisah Sang Mandor Minyak

    Akhir Kisah Sang Mandor Minyak

    Mantan Direktur Utama Pertamina Abdul Rachman Ramly meninggal dua pekan lalu. Mengawali karier dari pengawas pengeboran di Pangkalan Susu. Ia juga dikenal sebagai tentara, intelijen, dan diplomat.

  • Ali Audah, Penerjemah Itu

    Ali Audah, Penerjemah Itu

    Ali Audah berpulang pada 20 Juni lalu. Menguasai beberapa bahasa asing meski sekolah formalnya hanya sampai kelas I sekolah dasar.

  • Leo Kristi: Musik dan Integritas Seorang Seniman

    Leo Kristi: Musik dan Integritas Seorang Seniman

    Leo Kristi meninggal di Bandung pada 21 Mei lalu. Tema lirik dan musiknya berbeda dengan yang beredar di pasar musik Indonesia.

  • Pulangnya Si Anak Tenabang

    Pulangnya Si Anak Tenabang

    Jurnalis Tempo, Ahmad Taufik, meninggal pada Kamis pekan lalu. Kiprahnya mendirikan Aliansi Jurnalis Independen menjadi catatan sejarah pers Indonesia.

  • Kiai Penyuka Kitab Al-Hikam

    Kiai Penyuka Kitab Al-Hikam

    Achmad Hasyim Muzadi berpulang dengan setumpuk warisan luhur. Pesantren mahasiswa, dialog antariman, dan ketegasannya soal bentuk negara.

  • Puputan Budi Melawan Waktu

    Puputan Budi Melawan Waktu

    Maestro seni lukis Batuan, Bali, telah wafat. Lukisan Puputan belum terkalahkan.

  • Menjadi Cantrik Pak MM

    Menjadi Cantrik Pak MM

    Suatu malam bulan Juni 1999, di tengah lautan manusia yang memadati alun-alun Masjid Agung Yogyakarta dalam perayaan Grebek Maulid, sejumlah orang menyerbu Pak Mar¡¯ie Muhammad. Mereka berebut mencium tangan, memeluk seraya berucap: Alhamdulillah, Allahu Akbar. Saya bertemu Mister Clean. Bahkan dari kejauhan banyak yang berteriak memanggil: Pak Mar¡¯ie, Mister Clean! Kerumunan itu agak histeris melihat mantan Menteri Keuangan melintasi mereka secara tak terduga.

    Cerita Pak MMdemikian kami biasa memanggilnyadirubung massa pada tahun-tahun awal masa pensiunnya bukan satu-dua kali terjadi. Di stasiun kereta, di rumah makan, di puskesmas, di bandar udara, ke mana pun dia pergi, selalu saja orang berebut menyalaminya penuh respek. Ingatan publik tentang reputasi Pak Mar¡¯ie sebagai orang bersih di tengah lingkungan yang korup sangat tajam dan menyebar luas. Itu pula yang menyebabkan teman-teman penggagas Masyarakat Transparansi Indonesia berusaha keras mendekati Pak Mar¡¯ie untuk meminta kesediaannya menjadi patron dalam usaha-usaha penanggulangan korupsi di Indonesia selanjutnya.

  • Akhir Petualangan Si Putera Petir

    Akhir Petualangan Si Putera Petir

    Pencipta karakter Gundala, Hasmi, meninggal karena sakit di usus. Tak henti berkarya dengan berbagai medium seni.

  • Perginya Pelopor Perempuan Wartawan

    Perginya Pelopor Perempuan Wartawan

    KABAR duka itu datang begitu mendadak pada Jumat dua pekan lalu. Melalui sambungan telepon, seorang kawan, Muktiah Mashud, mengabarkan bahwa Herawati Diah meninggal. Saya langsung menangis. Di benak saya terlintas kembali kenangan pertemuan dengan Bu Diahdemikian saya selalu memanggilnyaketika saya diterima bekerja di harian Indonesian Observer pada 1967.

  • Akhir Pengembaraan Djair Warni

    Akhir Pengembaraan Djair Warni

    Tokoh yang ia ciptakan, Jaka Sembung, adalah sosok yang berbeda dengan pendekar umumnya. Makin dikenal setelah diangkat ke layar lebar.

  • Han Awal, Guru Kami

    Han Awal, Guru Kami

    Mengingat Han Awal adalah mengingat dosen pertama, pada masa-masa awal kuliah, yang masuk ke ruang studio dan berkata dengan suara lirih, "Maaf, kami terlambat."

  • Abas Pergi Ketiga Kali

    Abas Pergi Ketiga Kali

    PADA Rabu, 11 Mei 2016, senja hari, berita duka bersambung-sambung di gawai masyarakat seni rupa. Pelukis Abas Alibasyah meninggal pukul 17.20 WIB pada usia 90 tahun. Saya tentu ikut terkejut, meski kondisi kritis Abas sesungguhnya sudah terbaca lama. Lalu dunia seni Indonesia kehilangan seorang tokohnya yang pintar, ulet, bisa apa saja, dan banyak menyimpan peristiwa dalam hidupnya.

    Meninggalnya Abas kemarin sesungguhnya adalah kematian yang ketiga. "Kematian" pertama terjadi saat dia dialienasi di Jakarta, dan digadang sebagai Inspektur Kebudayaan, setelah ia diberhentikan dari jabatannya sebagai Rektor Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI) "Asri" Yogyakarta pada 1977. Syahdan, di Jakarta, ia berkarier dalam senyap. Belasan tahun Abas hilang, sehingga sebagian publik seni menganggap ia sudah anumerta. Sebuah katalogus dari Den Haag mencatat Abas dengan tanda salib.

  • Surat-surat Arie Smit

    Surat-surat Arie Smit

    Arie Smit, pelukis besar kelahiran Zaandam, Belanda, 1916, wafat pada Rabu malam, 23 Maret 2016. Setelah disemayamkan di rumah duka Rumah Sakit Angkatan Darat Udayana, Denpasar, almarhum dikremasi di Mumbul, Nusa Dua, esok harinya. Dengan kematian itu, Arie "gagal" menggenapkan usia 100 tahun, yang sesungguhnya tiba sebentar lagi: 15 April.

    Amat banyak jasa yang ditanamkan Arie. Yang paling menonjol tentu perannya dalam mendirikan dan membangun Young Artists, perkumpulan seni lukis Dusun Penestanan, Ubud, yang terus beranak-pinak sampai sekarang sejak 1960, serta dominan mewarnai seni lukis seluruh Bali. Dari kepergiannya, saya terusik untuk membuka sejumlah dokumen pribadi, yang selama lebih dari 20 tahun tersimpan dan belum pernah dipublikasikan.

  • Guru Bahasa yang Berani

    Guru Bahasa yang Berani

    Penulis dan pendekar bahasa ini menjadi guru sejak remaja. J.S. Badudu adalah jawaban atas berbagai pertanyaan tentang bahasa Indonesia.

  • Di bawah Bayangan Pramoedya

    Di bawah Bayangan Pramoedya

    Warisan terbesar Koesalah Soebagyo Toer adalah karya terjemahan sastra Rusia langsung dari bahasa aslinya. Ia juga saksi atas sejarah kepenulisan Pramoedya Ananta Toer.

  • Kepergian Kakak yang Mendadak

    Kepergian Kakak yang Mendadak

    Ireng Maulana meninggal setelah bermain musik di sebuah panggung di Jakarta. Jejaknya banyak tercetak pada perjalanan musik jazz Tanah Air.

  • Pematung Selamat Datang Telah Pergi

    Pematung Selamat Datang Telah Pergi

    Karyanya menandai loncatan medium dan kemajuan dalam seni patung modern kita. Sepanjang berkarya, ia dalam ketegangan antara karya pribadi dan pengabdian.

  • Buyung, LBH, Dan Demokrasi

    Buyung, LBH, Dan Demokrasi

    Adnan Buyung Nasution atau Bang Buyung adalah sosok yang hidup di segala zaman, berkiprah dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Dia tak pernah selesai. Dia menemukan tantangan dan menggerakkan pemikiran, dan semua itu didasari ideologi pegangan hidupnya: membela si miskin, membela si buta hukum, membela si tertindas. Itulah obsesi yang berkecamuk dalam pikirannya sejak dulu sampai dia mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 23 September lalu, sekitar pukul 10.15.

  • Ali Wardhana, Jejak Kebijakan Keuangan Indonesia

    Ali Wardhana, Jejak Kebijakan Keuangan Indonesia

    Membaca jejak kebijakan fiskal dan keuangan di Indonesia seperti membaca riwayat Ali Wardhana. Tapaknya begitu panjang. Ia tak ingar-bingar, tak meledak-ledak. Namun, ketika korupsi di Bea dan Cukai berlangsung begitu masif, ia mengambil langkah yang amat radikal: menutupnya. Ini adalah reformasi paling radikal yang pernah terjadi di negeri ini.

    Saya tak pernah menjadi muridnya langsung. Rentang generasi kami terlalu jauh. Saya tak ingat pasti bagaimana perkenalan saya dengannya. Seingat saya, Widjojo Nitisastro yang memperkenalkan saya kepadanya. Semenjak itu, interaksi kami berjalan. Biasanya, jika saya menulis di media massa atau jurnal internasional, Ali menghubungi saya. Nada suaranya khas, "De, ini Ali. Terima kasih untuk makalahnya, tapi saya enggak ngerti tuh apa yang you tulis. Kamu pakai bahasa anak muda." Bahasa anak muda adalah istilah Ali Wardhana untuk analisis ekonomi yang banyak menggunakan model kuantitatif. Saya tahu Ali merendah karena intuisinya jauh lebih baik daripada model ekonometri. Kami tak harus selalu sependapat.

  • Melawan Kekuasaan Otoriter Di Dalam Sistem

    Melawan Kekuasaan Otoriter Di Dalam Sistem

    Sebuah pesan pendek masuk ke telepon seluler saya, Kamis pekan lalu, mengabarkan mantan hakim Benjamin Mangkoedilaga meninggal. Oh, saya terdiam sejenak mengenang orang yang saya kenal lebih dari 30 tahun itu. Dia lelaki sederhana. Ia bukan hanya seorang hakim, melainkan juga guru, aktivis sosial, dan konsultan hukum.

  • SAS

    SAS

    Slamet Abdul Sjukur mengajarkan musik yang menabrak aturan formal pendidikan tinggi seni. Karya-karyanya dipentaskan di seluruh dunia.

  • Berlalu Si Raja Sendu

    Berlalu Si Raja Sendu

    Menciptakan lebih dari 500 lagu, Rinto Harahap pernah merajai dunia musik Indonesia.

  • Penjual Ayam dari Kemang

    Penjual Ayam dari Kemang

    Bob Sadino dikenal sebagai wirausaha yang konsisten di bisnis makanan. Ia juga populer karena penampilannya yang nyentrik.

  • Yang Lesap Bersama Sang Pengarsip

    Yang Lesap Bersama Sang Pengarsip

    Pengamat musik Denny Sakrie meninggal akibat serangan jantung. Pengarsip yang tiada duanya.

  • Sitor dan Sekarang Apa?

    Sitor dan Sekarang Apa?

    Berbeda dengan para penyair modernis segenerasinya yang mulai melihat pantun sebagai vintage, Sitor justru bertahan memakainya. Ia melihat pantun sebagai semacam "ilmu alam di bawah kata".

  • Kiai Politik dari Karongan

    Kiai Politik dari Karongan

    Bagi Kiai Alawi Muhammad, berpolitik itu wajib. Ia juga tak setuju negara Islam. Pembela hak rakyat yang terbunuh demi waduk Nipah.

  • Impian Terakhir Mr. Good Point

    Impian Terakhir Mr. Good Point

    Soegeng Sarjadi ingin mewujudkan kebangkitan Indonesia 100 tahun ke depan.

  • Seorang Perupa dengan Senjata Multiguna

    Seorang Perupa dengan Senjata Multiguna

    Dialah penggambar kita yang garis dan figurnya adalah "pribumi", dengan imajinasi tajam, komentar masalah sosial-politik yang tak terduga, dan sering kocak.

  • Pelukis Kaca dengan 400 Wayang

    Pelukis Kaca dengan 400 Wayang

    Rastika menghidupkan kembali lukisan kaca tradisional Cirebon. Muralnya di Taman Mini Indonesia Indah adalah lukisan kaca terbesar di Indonesia.

  • Tari, Napas Kehidupan Fari

    Tari, Napas Kehidupan Fari

    Penari balet Farida Oetoyo wafat meninggalkan sejumlah karya. Dari tari modern merambah ke tari tradisi Indonesia.

  • Perginya Sang Martir Musik

    Perginya Sang Martir Musik

    Dari musik klasik, Idris Sardi terpaksa banting setir ke pop. Situasi musik di Tanah Air tidak mampu menampung kreativitas dan bakatnya yang luar biasa.

  • Dalang Sungguhan yang Santai

    Dalang Sungguhan yang Santai

    Cepot yang lucu kehilangan Asep Sunandar Sunarya untuk selamanya. Dalang penuh inovasi yang dianggap pelanggar pakem.

  • Peneliti di Jalan Sunyi

    Peneliti di Jalan Sunyi

    Thee Kian Wie wafat meninggalkan karya bermutu di sejumlah jurnal dan buku. Sejarah ekonomi yang ditekuninya miskin peminat meski penting.

  • Pengagum Dua Presiden

    Pengagum Dua Presiden

    Joop Ave berpulang pekan lalu di Singapura setelah lama menderita sakit. Diplomat, pencinta seni-budaya, dan promotor ulung pariwisata Indonesia.

  • Pendobrak Fikih dari Kajen

    Pendobrak Fikih dari Kajen

    Kiai Haji Sahal Mahfudh wafat akibat gangguan jantung dan paru-paru. Merumuskan fikih sosial yang bermanfaat praktis bagi masyarakat.

  • Karna Telah Mangkat, Gundono

    Karna Telah Mangkat, Gundono

    Dalang wayang suket Slamet Gundono wafat karena komplikasi akibat diabetes. Dalang serba bisa serta pencipta lagu dengan nada dan lirik yang menggetarkan.

  • Bapak Folklor Indonesia

    Bapak Folklor Indonesia

    James Danandjaja berpulang setelah meletakkan fondasi dalam ilmu folklor di Indonesia.

  • Almamang

    Almamang

    Chaerul Umam peletak dasar film dan sinetron islami. Melalui karya-karyanya, masyarakat diingatkan pada pencapaian tertentu pembaca cerpen ulung yang pernah bercita-cita menjadi polisi ini.

  • Hak Keadilan bagi Orang Mati

    Hak Keadilan bagi Orang Mati

    Dari ruang kamar bedah mayat, Mun'im Idries berperan mengungkap kasus-kasus pembunuhan. Banyak yang bersifat sensitif sehingga baru bisa dibaginya kepada khalayak di pengujung masa hidupnya.

  • Sayap-sayap Diran

    Sayap-sayap Diran

    Pekan lalu, Profesor Oetarjo Diran wafat. Kepakarannya di bidang pesawat tak kalah dengan B.J. Habibie. Sempat terlibat dalam perancangan Airbus A-300 hingga pembentukan KNKT.

  • Sejarawan Pers Patriotik

    Sejarawan Pers Patriotik

    TIDAK banyak kita memiliki wartawan yang merangkap sebagai sejarawan yang dengan cermat mengamati dan mencatat perkembangan sejarah pers di negeri ini. Seorang di antaranya, yang selama beberapa dasawarsa terakhir tak henti-hentinya mempublikasikan kontribusi dunia pers dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini, telah pula meninggalkan kita. Soebagijo Ilham Notodidjojo meninggal selepas subuh Selasa pekan lalu, dua bulan setelah ulang tahun ke-89. Ia lahir pada 5 Juli 1924 dalam keluarga guru di Blitar, Jawa Timur.

    Sebagai wartawan peninggalan masa perjuangan kemerdekaan, yang kini sudah langka, Soebagijo I.N. memiliki ideologi pers sebagaimana yang dianut pada zaman itu. Dan ia mengagumi sikap politik para wartawan masa itu, yang pada umumnya merangkap sebagai aktivis politik.

  • Profesor Pendobrak

    Profesor Pendobrak

    Soetandyo Wignjosoebroto banyak melakukan gebrakan di bidang ilmu hukum dan sosial. Dia tidak melihat manusia sebagai angka statistik.

  • Yes, I Do

    Yes, I Do

    Sewaktu kecil, Christoporus Subiantoro—anak kedelapan dari 11 bersaudara yang tumbuh di lereng Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah—belum mengenal televisi. Ia lahir pada 1938, sedangkan TVRI baru mengudara pada 1962. Tapi Mas Kris—panggilan akrabnya—wafat pekan lalu pada usia 75 tahun setelah merajai layar kaca, baik sebagai penyanyi, pembawa dan pencipta acara, komedian, bintang iklan, maupun jadi pemeran di sejumlah film.

    Saat TVRI masih hitam-putih dan disiarkan di sekitar Jakarta, Kris Biantoro telah memukau dengan lagu Dondong Apa Salak, sambil menggerakkan jambulnya. Saat itu, dia sudah memakai jas, berdasi, dan tampil necis. Tidak berkeringat seperti ketika harus bersepeda Magelang-Yogyakarta saat bersekolah di SMA De Brito. Atau ketika menjadi mahasiswa dan mendaftarkan diri menjadi sukarelawan di Irian Barat—sebelum menjadi Papua—atau ketika berjualan roti di Australia. Di benua itu, Mas Kris, yang juga sudah menyanyi, menemukan pasangan hidupnya, Maria Nguyen Kim Dung.

  • Dari Ende Taufiq Berpamit

    Dari Ende Taufiq Berpamit

    Taufiq Kiemas wafat pada usia 70 tahun, 8 Juni lalu. Dia sudah lama bersiap untuk perjalanan terakhir.

  • UJE (1973-2013)

    UJE (1973-2013)

    Jefri Al Buchori mempelopori cara baru berdakwah. Dakwah di era multimedia.

  • Ujung Bordir Ramli

    Ujung Bordir Ramli

    Perancang busana Ramli meninggal setelah 37 tahun berkarya. Salah satu peletak dasar mode Indonesia.

  • Pewaris Sri Asih

    Pewaris Sri Asih

    Komikus R A. Kosasih meninggal pekan lalu. Karyanya, terutama Mahabharata dan Ramayana, adalah tonggak penting sejarah komik Indonesia.

  • Bukan Anak Ambon, tapi...

    Bukan Anak Ambon, tapi...

    Dr Endang Rahayu Sedyaningsih mempunyai konsep kesehatan masyarakat yang jelas. Tapi beban psikologisnya berat.

  • Mas Wit Masih Seperti Dulu

    Mas Wit Masih Seperti Dulu

    Wakil Menteri Widjajono Partowidagdo begawan energi Indonesia. Selalu berpenampilan dan berpikiran sederhana.

  • Nanti Keburu Mati

    Nanti Keburu Mati

    Penulis dan sutradara Misbach Yusa Biran meninggal pekan lalu. Orang bandel yang berjasa mendokumentasikan perfilman Indonesia.

  • Arloji Swiss itu Berhenti Berdetak

    Arloji Swiss itu Berhenti Berdetak

    Widjojo Nitisastro tutup usia. tak selalu percaya mekanisme pasar.

  • Sang Purnama dari Langitan

    Sang Purnama dari Langitan

    Ia berperan penting di balik terpilihnya Gus Dur sebagai presiden. Dijuluki Gus Mus sebagai salah satu penyangga tanah Jawa.

  • Bubi Chen 1938-2012

    Bubi Chen 1938-2012

    Bagi pianis legendaris ini, jazz bukan sekadar musik. Jazz adalah sikap hidup.

  • Sejuta Mata Ed

    Sejuta Mata Ed

    Ed Zoelverdi mewakili wartawan foto jenis baru di awal pertumbuhan industri pers nasional. Pemikirannya menjadi inspirasi bagi para penerusnya.

  • Pak Guru Pemain Biola

    Pak Guru Pemain Biola

    Ahli pendidikan Mochtar Buchori meninggal. Ia ahli pendidikan, pengajar, serta penulis buku dan artikel di sejumlah media.

  • Akhir Sang Jurnalis Eksil

    Akhir Sang Jurnalis Eksil

    Umar Said wafat pada usia 83 tahun. Pengembara permanen yang produktif menulis.

  • Kunarto dan Manusia Perahu

    Kunarto dan Manusia Perahu

    Bekas Kepala Polri Jenderal (Purnawirawan) Kunarto tutup usia karena kanker prostat. Kariernya mulai menanjak setelah menangani pengungsi Vietnam di Pulau Galang.

  • Biarkanlah Bumi Berputar

    Biarkanlah Bumi Berputar

    Penyanyi Utha Likumahuwa wafat pada usia 66 tahun. Memulai karier dari pub dan bar.

  • Orang Tak Tampak di Belakang Organisasi

    Orang Tak Tampak di Belakang Organisasi

    Zulkifly Lubis wafat pada usia 67 tahun. Aktivis dengan pengalaman panjang.

  • Biang Jenaka Koloni Tawa

    Biang Jenaka Koloni Tawa

    Heru Kesawa Murti wafat pada usia 54 tahun. Penulis lakon yang rela karyanya diobrak-abrik.

  • Perginya Sang Ayatullah Bahasa

    Perginya Sang Ayatullah Bahasa

    Anton Moeliono percaya penguasaan makna kata akan membangkitkan rasa percaya diri pemakai bahasa. Kata-katanya tajam menyengat.

  • Gorong-gorong Budaya Syu’bah

    Gorong-gorong Budaya Syu’bah

    Ahad pagi, 15 Mei 2011. Rumah di Kradenan, Pekalongan, Jawa Tengah, itu tampak sejuk. Palem berjajar di halaman. Jendela lebar, ubin hitam, dan tembok tebal khas bangunan lama. Nafi­sah, 50-an tahun, datang menyambut kami. "Ayo, Mas Syu’bah sudah menunggu."

    Bersama Hadriani Pudjiarti, kawan sekantor, Ahad itu kami menyambangi Syu’bah Asa, yang sedang sakit. "Mas Syu’bah sekarang tidak lagi seperti dulu," Nafisah berbisik. "Sudah banyak lupa dia. Jangan tersinggung, ya."

  • <font size=2 color=#FF9900>Syu’bah Asa (21 Desember 1943-24 Juli 2011)</font><br />Mengkomunikasikan Saling Pengertian

    Syu’bah Asa (21 Desember 1943-24 Juli 2011)
    Mengkomunikasikan Saling Pengertian

    Suatu ketika ia ingin menerbitkan majalah berita Islam untuk menjembatani Islam liberal dengan Islam "fundamentalis" atau "radikal".

  • Perjalanan Sentimental Sejarawan Bahari

    Perjalanan Sentimental Sejarawan Bahari

    Adrian B. Lapian adalah perintis studi sejarah maritim di Asia Tenggara. Sektor maritim seharusnya diprioritaskan dalam pembangunan.

  • Panggung Dakwah Sejuta Umat

    Panggung Dakwah Sejuta Umat

    KH Zainuddin M.Z. meninggal mendadak di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta. Panggung dakwah bersedih dan senyap.

  • Perginya Gudang Naskah Lakon

    Perginya Gudang Naskah Lakon

    Lewat Grup Bumi, Wisran Hadi menjadi guru bagi ratusan anak muda yang berbakat di bidang seni. Pemikir kebudayaan Minangkabau mutakhir yang jeli dan tajam.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.