Laporan Khusus



  • Kho Ping Hoo Melaporkan Banjir
    Selingan

    Kho Ping Hoo Melaporkan Banjir

    Tidak jelas mengapa buku ini baru terbit 13 tahun setelah ditulis. Namun sekarang pun, 55 tahun kemudian, wacana Kho Ping Hoo tetap aktual.

  • Jurus Fantasi, Peta Cina, dan Cerita Silat Kho Ping Hoo
    Selingan

    Jurus Fantasi, Peta Cina, dan Cerita Silat Kho Ping Hoo

    Asmaraman Sukowati Kho Ping Hoo pernah berjaya pada zamannya. Saat kebanyakan penulis cerita silat Indonesia menyadur kisah pengarang Cina pada 1950-an, Kho Ping Hoo menyusun sendiri lakonnya. Lahir di Sragen, 95 tahun lalu, Kho Ping Hoo muda mulai menulis karena kondisi ekonomi. Sebagai pengarang ia produktif. Tercatat ada ratusan judul yang ia lahirkan, sebagian di antaranya berlatar Cina dan sisanya Indonesia. Bu Kek Siansu menjadi salah satu yang fenomenal. Terdiri atas 24 jilid, buku itu masih menyihir penggemarnya hingga kini karena plot ceritanya yang menarik dan sarat filosofi. Karyanya yang lain juga populer, walau sejumlah muatan sejarah dan geografis tentang Cina di bukunya disebut-sebut meleset dari fakta. Namun para pembaca “mengampuni” hal itu karena bagaimanapun tulisan Kho Ping Hoo hanyalah fiksi. Untuk mengenang lelaki yang wafat pada 1994 itu, Roemah Bhinneka pada 15 Maret 2021 menggelar diskusi secara daring. Dalam diskusi, lahir gagasan untuk memperkenalkan lagi Kho Ping Hoo kepada para pembaca belia.

  • Saadawi Telah Pergi
    Selingan

    Saadawi Telah Pergi

    KETIDAKADILAN dialami Nawal El Saadawi sebagai perempuan sejak napas pertamanya. Di Desa Katr Tahla, tempat dia lahir pada 27 Oktober 1931, kehadiran anak perempuan dianggap sebagai dosa dan kemalangan, sementara kelahiran anak laki-laki patut dirayakan. Yang paling traumatis baginya adalah pengalaman saat secuil daging klitorisnya diambil dalam sunat perempuan. Dia menjadi pejuang hak perempuan yang bersuara paling lantang melawan patriarki dan penindasan terhadap perempuan. Buku-bukunya yang sebagian besar berlatar belakang di Mesir dapat dibaca sebagai permasalahan universal. Gelombang perjuangannya menyentuh para perempuan di sudut-sudut lain dunia, tak terkecuali di Indonesia. Saadawi wafat pada 21 Maret 2021, meninggalkan jejak dalam gerakan perempuan dan hak asasi manusia di seluruh dunia.

  • Seekor Phoenix dari Nil
    Selingan

    Seekor Phoenix dari Nil

    Nawal El Saadawi selalu mendapat tekanan dari pemerintah, masyarakat, dan institusi agama, tapi dia bergeming dengan perjuangannya memerdekakan perempuan.

  • Usmar Ismail, Film, dan Kita
    Selingan

    Usmar Ismail, Film, dan Kita

    SERATUS tahun lalu, Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Seabad usia sineas yang dianggap sebagai bapak perfilman Indonesia itu diperingati di mana-mana. Tempo mewawancarai sanak keluarga Usmar, juga membaca ulang kiprahnya.

  • Dari Bukittinggi sampai Makassar
    Selingan

    Dari Bukittinggi sampai Makassar

    Acara perayaan seabad usia Usmar Ismail digelar di berbagai kota. Dari Bukittinggi, kota kelahiran Usmar, sampai Makassar dan Jakarta.

  • Tonil-tonil Realis Usmar
    Selingan

    Tonil-tonil Realis Usmar

    Mendahului film-filmnya, Usmar Ismail menulis sejumlah naskah teater yang dipentaskan bersama kelompok Sandiwara Penggemar Maya. Naskah-naskah realis yang tentu menjadi basis bagi kemunculan sederet filmnya.

  • Usmar Ismail dan Ekosistem Kreatifnya
    Selingan

    Usmar Ismail dan Ekosistem Kreatifnya

    Film bagi Indonesia dapat dipandang sebagai bibit kepandaian Barat jang tertanam dinegeri ini, mendjadi suatu tanda pertemuan Barat dan Timur, atau dengan istilah ilmu pengetahuan: suatu tanda proces acculturatie di Indonesia sekarang, sebagai dalam lapangan politik, “demokrasi” dapat pula diterima sematjam itu. 

    (Armijn Pane dalam “Produksi Film Tjerita di Indonesia”, diterbitkan majalah kebudayaan Indonesia edisi Januari-Februari 1953)

     

  • Sinyal-sinyal yang Diabaikan
    Laporan Khusus

    Sinyal-sinyal yang Diabaikan

    Setahun setelah Covid-19 merebak di Indonesia, kasus infeksi menembus angka 1,4 juta dan jumlah kematian mencapai 38 ribu jiwa. Indonesia berada di posisi ke-18 dunia dalam hal jumlah korban, jauh melampaui Cina, negeri asal wabah.

  • Rencana Tak Matang di Pulau Galang
    Laporan Khusus

    Rencana Tak Matang di Pulau Galang

    Kebijakan awal pemerintah pusat dinilai tak tepat. Salah satunya adalah Rumah Sakit di Pulau Galang yang perencanaan dinilai tak matang. Koordinasi antar pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pandemi tidak terlalu baik.

  • Para Penakluk Lembah Kematian
    Laporan Khusus

    Para Penakluk Lembah Kematian

    Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19 telah merampungkan 50 produk. Lembaga pemerintah yang berkaitan dengan penanganan pandemi kurang antusias menyerap produk inovasi tersebut. 

  • Ketika Hidup Belum Kembali Normal
    Laporan Khusus

    Ketika Hidup Belum Kembali Normal

    Stigma yang melekat pada para penyintas Covid-19 membuat mereka belum bisa menjalani aktivitas seperti sebelumnya. Pandemi membuat mereka membatasi pertemuan dan pekerjaan.

     

  • Simpang-Siur Informasi Pandemi
    Laporan Khusus

    Simpang-Siur Informasi Pandemi

    Setahun pandemi, informasi tidak jelas yang beredar di masyarakat tentang Covid-19 masih marak. Pemerintah dinilai mengalami krisis komunikasi dalam mengedukasi masyarakat.

  • Mencari Titik Balik Pandemi
    Laporan Khusus

    Mencari Titik Balik Pandemi

    Robertus Robet
    Sosiolog Universitas Negeri Jakarta

  • Antara Redaksi, Direksi, dan Amplop
    Laporan Khusus

    Antara Redaksi, Direksi, dan Amplop

    Independensi Tempo dijaga lewat rapat redaksi yang terbuka dan egaliter. Memilih mentraktir narasumber dan menolak amplop.

  • 50 Tahun Kemudian
    Laporan Khusus

    50 Tahun Kemudian

    Majalah Tempo lahir dari gagasan mengenai independensi. Tak mudah untuk menegakkannya.

  • Sampul Babi dari Zaman Majapahit
    Laporan Khusus

    Sampul Babi dari Zaman Majapahit

    Halaman muka majalah Tempo kerap memantik kontroversi hingga intimidasi terhadap redaksi. Meramu kreativitas dan kode etik jurnalistik.

  • Potret Sampul Tukang Kayu
    Laporan Khusus

    Potret Sampul Tukang Kayu

    Fotografer Tempo tidak hanya dituntut sigap dan jeli, tapi juga pandai membujuk narasumber. Memotret Joko Widodo sebelum dilantik, persiapan dua bulan diperlukan.

  • Mata dan Telinga untuk Pembaca
    Laporan Khusus

    Mata dan Telinga untuk Pembaca

    Berikhtiar mendobrak kekakuan bahasa pada Orde Lama dan Orde Baru, Tempo memilih gaya bercerita dalam laporan jurnalistik. Berpengaruh terhadap gaya liputan.

  • Dua Misi Rubrik Seni
    Laporan Khusus

    Dua Misi Rubrik Seni

    Rubrik Seni telah menghiasi majalah Tempo sejak terbit perdana. Deretan seniman yang duduk pula sebagai anggota redaksi Tempo memastikan tulisan untuk halaman ini senantiasa renyah dan bermutu. Rubrik ini hampir selalu sepi pembaca, tapi terus dipertahankan demi suatu misi.

     

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.