Laporan Khusus



  • Kritik Itu Datang dari Sekelompok Kecil
    Selingan

    Kritik Itu Datang dari Sekelompok Kecil

    Jim Taihuttu, 39 tahun, muncul di jagat perfilman Belanda sekitar sepuluh tahun lalu saat merilis Rabat. Sineas keturunan Maluku ini juga dikenal sebagai disc jockey anggota duo hip hop/dance Yellow Claw.

  • Sebuah Interpretasi dari Jim Taihuttu
    Selingan

    Sebuah Interpretasi dari Jim Taihuttu

    Dari mata sutradara Belanda, untuk pertama kalinya kita menyaksikan bagaimana penggambaran seorang Westerling sang pembantai.

  • Kontroversi Paduan Suara Asmaul Husna dan ‘New Istiqlal’
    Selingan

    Kontroversi Paduan Suara Asmaul Husna dan ‘New Istiqlal’

    Lantunan Asmaul Husna dari kelompok paduan suara Jakarta Youth Choir (JYC) di Masjid Istiqlal, Jakarta, menggegerkan media sosial pada pertengahan Mei lalu. Kor itu dianggap menodai masjid. Narasi yang berkembang juga menyudutkan JYC, yang dianggap memberi sentuhan gereja terhadap masjid rancangan Friedrich Silaban itu. Namun betulkah begitu? Sejumlah ulama menganggap alunan Asmaul Husna oleh JYC justru memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban dan kebudayaan Islam. Citra ini sejatinya diharapkan muncul pada Istiqlal setelah direnovasi untuk pertama kalinya semenjak 42 tahun lalu.

  • Menunggu Festival Istiqlal (Lagi)
    Selingan

    Menunggu Festival Istiqlal (Lagi)

    Sebagai masjid negara, Masjid Istiqlal juga memiliki visi menjadi pusat kebudayaan Islam dan ruang toleransi. Pernah digelar Festival Istiqlal yang menampilkan beragam bentuk kesenian. Festival itu dihadiri jutaan orang.

  • Tafakur di Balik Terungku
    Laporan Khusus

    Tafakur di Balik Terungku

    Empat lembaga pemasyarakatan mengutamakan pendekatan keagamaan untuk merehabilitasi narapidana kasus narkotik. Rehabilitasi juga menjadi kunci untuk mengurangi jumlah penghuni penjara. Pemidanaan kasus narkotik idealnya hanya diterapkan terhadap para bandar dan pengedar.

  • Dai Selepas Bui
    Laporan Khusus

    Dai Selepas Bui

    Mantan narapidana yang menjadi ustad paham betul cara menghadapi napi. Rela tak mendapat bayaran.

  • Jurus Terapi Mantan Pecandu
    Laporan Khusus

    Jurus Terapi Mantan Pecandu

    Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Tanjungpinang menggandeng tenaga konselor untuk membantu program rehabilitasi bagi narapidana narkotika. Menerapkan metode terapi berbasis komunitas.

  • Banjir Tausiah di Blok Santri
    Laporan Khusus

    Banjir Tausiah di Blok Santri

    Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Tanjungpinang membangun Blok Santri untuk merehabilitasi narapidana. Bekerja sama dengan pesantren.

  • Pesantren Laksana Bengkel
    Laporan Khusus

    Pesantren Laksana Bengkel

    Kerja sama Pondok Pesantren Suryalaya dengan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Pamekasan, Jawa Timur, berlangsung sejak 2014. Kementerian Agama mendukung penggunaan pesantren untuk rehabilitasi pecandu narkoba. 

  • Alkitab Penuntun Tobat
    Laporan Khusus

    Alkitab Penuntun Tobat

    Narapidana narkotik kristiani menjalani program bimbingan rohani di dalam penjara dituntun pastor dan pendeta. Mengutamakan metode dialog.

  • Terapi Napas Kitab Iqra
    Laporan Khusus

    Terapi Napas Kitab Iqra

    Menggandeng pondok pesantren, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggeber program keagamaan. Mengadopsi pelatihan militer.

  • Jalan Inabah bagi yang Berubah
    Laporan Khusus

    Jalan Inabah bagi yang Berubah

    Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pamekasan menggandeng Pondok Pesantren Suryalaya untuk merehabilitasi pecandu narkotik. Menggunakan metode inabah, dengan menggabungkan ibadah salat, mandi, dan zikir. 

  • Buku Arab Pengedar Ganja
    Laporan Khusus

    Buku Arab Pengedar Ganja

    Lembaga pemasyarakatan narkotik di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan program literasi. Narapidana ikut menulis buku.

  • Para Hafiz dari Penjara
    Laporan Khusus

    Para Hafiz dari Penjara

    Sebanyak 50 narapidana narkotik penjara kelas IIA Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi hafiz atau penghafal Al-Quran. Berkat pengajian rutin dan komunitas baca Quran yang dimotori mantan bandar besar narkotik.

  • Penyambung Pulpen Patah
    Laporan Khusus

    Penyambung Pulpen Patah

    Mereka tak hanya bisa lepas dari jerat sindikat narkotik, tapi juga menggagas kelompok pengajian di dalam penjara.

  • Tak Berhenti Menyengat: Suara Kartun Asia Tenggara Kini
    Selingan

    Tak Berhenti Menyengat: Suara Kartun Asia Tenggara Kini

    Perkara kartun kerap melentikkan kontroversi di berbagai negara. Kritik yang dikemas jenaka pun kadang membuat orang tersentil. Kita tentu ingat geger kartun Nabi Muhammad dalam mingguan Charlie Hebdo yang membuat kantor media Prancis itu ditembaki. Belasan orang meninggal, termasuk kartunis media itu. Jauh sebelum itu, pada 2005, media Denmark Jyllands-Posten menerbitkan kartun yang sama. Kondisi di Asia Tenggara tak jauh berbeda. Tiga tahun lalu, kantor Tempo di Palmerah, Jakarta, disambangi ratusan orang dari Front Pembela Islam yang memprotes kartun di majalah ini.

    Demokrasi yang tumbuh di ASEAN tak dibarengi dengan kebebasan para kartunisnya. Sebagian seniman gambar diringkus polisi, sedangkan yang lain berkarya dalam kecemasan akan persekusi. Menandai kondisi ini, kartunis politik Malaysia, Zunar, dan organisasi nirlaba Hujah Ehsan menggelar pameran daring The ASEAN Human Rights Cartoon Exhibition pada 3-30 Mei 2021. Bertema “Hak Asasi di Negeri Sendiri”, pameran itu menampilkan 100 kartun kritis karya 37 kartunis dari 5 negara: Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Myanmar.

  • Mengolok Duterte, Menggunjingkan Rama X
    Selingan

    Mengolok Duterte, Menggunjingkan Rama X

    Para kartunis di sejumlah negara Asia Tenggara terus berjuang menyampaikan kritik terhadap isu politik, pelanggaran hak asasi, dan belenggu kebebasan berpendapat. Menghadapi berbagai ancaman hingga perisakan di media sosial.

  • Represi Rezim hingga Netizen
    Selingan

    Represi Rezim hingga Netizen

    Kartunis politik Indonesia tak jarang harus berhadapan dengan tindakan represif karena karya yang mengkritik. Yayak Yatmaka pada masa Orde Baru harus berhadapan dengan rezim. Sementara itu, kartunis media sosial masa kini punya tantangan tersendiri.

  • Jejak Permakaman Nazi  dan Kisah Deutsche Schule
    Selingan

    Jejak Permakaman Nazi dan Kisah Deutsche Schule

    PENULIS berkebangsaan Jerman, Horst Henry Geerken, membeberkan risetnya tentang jejak Adolf Hitler dan paham Nazi di Indonesia lewat buku Hitlers Griff nach Asien jilid III dan IV. Dua jilid anyar yang terbit tahun lalu ini mendalami temuan Geerken dalam dua buku pertamanya yang berjudul sama. Tulisan Geerken dalam dua jilid barunya antara lain bertolak dari buku harian Otto Coerper yang mengisahkan secara detail sekitar 300 orang Jerman yang sempat dibui di Hindia Belanda. Menurut catatan Coerper, setelah Jepang masuk ke Indonesia pada 1942, para tawanan itu dibebaskan. Mereka lalu tinggal di Sarangan, kaki Gunung Lawu, Jawa Timur, dan mendirikan Sekolah Jerman atau Deutsche Schule. Coerper juga mendirikan Latihan Opsir Polisi Tentara. Presiden ketika itu, Sukarno, mengirim kadet-kadet sekolah angkatan laut di Yogyakarta untuk mempelajari bahasa Jerman di Deutsche Schule agar mereka memahami peralatan militer yang banyak datang dari negara tersebut. Di antara sederet alumnusnya, terdapat nama Raden Eddy Martadinata dan Donald Isaac Pandjaitan.

  • Horst Henry Geerken: Banyak Temuan Baru tentang Indonesia
    Selingan

    Horst Henry Geerken: Banyak Temuan Baru tentang Indonesia

    Cinta yang mendorong terus lahirnya buku-buku tentang Indonesia dari tangan Horst H. Geerken. "I'm in love with Indonesia," ujarnya.

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.