Laporan Khusus



  • Perempuan yang Hamil oleh Mobil Cadillac
    Selingan

    Perempuan yang Hamil oleh Mobil Cadillac

    Julia Ducournau menjadi perempuan kedua yang memenangi penghargaan Palme d’Or dalam Festival Film Cannes ke-74 setelah 28 tahun. Titane tidak bisa dilihat memakai logika lurus karena tokoh utamanya hamil oleh mobil Cadillac.

  • Cannes di Tengah Pandemi
    Selingan

    Cannes di Tengah Pandemi

    FESTIVAL Film Cannes diselenggarakan secara on site di Prancis pada 6-17 Juli 2021 setelah vakum setahun karena pandemi Covid-19. Jadwal perhelatan ke-74 ini pun sempat dimundurkan dari Mei menjadi Juni. Sempat pula muncul simpang-siur informasi menjelang pembukaan festival, seperti mengenai kewajiban karantina bagi tamu yang berasal dari negara dalam daftar oranye dan tetek-bengek seputar vaksin Covid-19. Yosep Anggi Noen, salah satu sutradara yang menghadiri Festival Film Cannes, menuliskan reportase untuk Tempo. Anggi menceritakan beberapa film menarik yang ia tonton di Palais des Festivals. Festival Film Cannes kali ini mencatat sejarah baru, yakni terpilihnya Titane karya Julia Ducournau sebagai pemenang Palme d’Or. Ducournau menjadi sutradara perempuan kedua yang meraih penghargaan tertinggi Festival Film Cannes itu.

  • Kebut-kebutan di Jalur Virtual
    Laporan Khusus

    Kebut-kebutan di Jalur Virtual

    Ada yang bisa merasakan sensasi bersepeda di jalur terkenal, seperti Tour de France, lewat aplikasi sepeda virtual. Ada pula yang bisa kebut-kebutan dengan pesepeda lain. 

  • Oasis di Atas Dua Roda
    Laporan Khusus

    Oasis di Atas Dua Roda

    Pandemi Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19 memantik demam sepeda di Indonesia. Tren gowes, yang pada tahun-tahun sebelumnya muncul secara sporadis dan spesifik dalam kelompok penggila sepeda dan komunitas, kini merebak hampir di semua kalangan masyarakat. Kebutuhan untuk hidup sehat dan bugar, ditambah keinginan melepas penat dari aktivitas yang melulu di dalam rumah, membuat masyarakat melampiaskan hasratnya dengan bersepeda. Aktivitas gowes tidak hanya marak di perkotaan, juga banyak terlihat di perdesaan. Tren sepeda menyuguhkan beragam sisi, dari perkara hobi, kompetisi, hingga urusan hidup-mati karena rezeki. Gowes pun menggeliatkan wisata sepeda dan peluang usaha.

  • Adu Tangguh di Jalan Raya
    Laporan Khusus

    Adu Tangguh di Jalan Raya

    Di sela kesibukan menjalani pekerjaan dan aktivitas harian, para penggemar olahraga bersepeda meluangkan waktu untuk memacu road bike alias sepeda balap mereka di jalanan dalam kota hingga lintas provinsi. Mereka berlatih serius menempuh jarak ratusan kilometer dalam sehari, memiliki pelatih sendiri, juga menyetel ulang sepeda agar sesuai dengan postur tubuh untuk meningkatkan performa dan menghindari cedera. Mereka menggunakan sepeda canggih dan ringan dengan harga mencapai ratusan juta rupiah demi menggenjot prestasi dan gaya hidup. Fenomena kemunculan pesepeda balap amatir di jalan-jalan perkotaan juga kian marak di tengah pandemi Covid-19. Mereka pun mencatatkan prestasi mengayuh sepeda lewat berbagai aplikasi pelacak aktivitas olahraga.

     

  • Misi Lingkungan Kurir Sepeda
    Laporan Khusus

    Misi Lingkungan Kurir Sepeda

    Jumlah orang yang menekuni jasa kurir sepeda terus tumbuh. Ada 57 komunitas sepeda yang tergabung dalam asosiasi. Termotivasi misi mengurangi polusi dan melindungi lingkungan.

  • Dari Koleksi Sampai Investasi
    Laporan Khusus

    Dari Koleksi Sampai Investasi

    Tak hanya kecanduan gowes, beberapa orang keranjingan koleksi sepeda. Seorang kolektor sepeda mencetak rekor sejagat.

  • Sepeda Lokal, Tak Cuma Pamer Visual
    Laporan Khusus

    Sepeda Lokal, Tak Cuma Pamer Visual

    TREN bersepeda belakangan ini mengucurkan fulus bagi para pedagang ataupun pegowes sepeda. Ibaratnya, sekali kayuh, cuan dan hobi pun terlampaui. Pengusaha Azrul Ananda membuat terobosan dengan merek sepeda Wdnsdy yang ia rancang bersama John Boemihardjo. Pengalaman keduanya bersepeda menjadi faktor utama yang membuat Wdnsdy berfisik ciamik hingga kebanjiran order. Begitu pun sepeda produksi Bandung, Kreuz, yang disebut mirip Brompton, sepeda bikinan Inggris. Rezeki juga berpendar di bidang layanan ekspedisi, lewat profesi kurir sepeda yang ada di sejumlah kota besar di Indonesia. Peluang itu mengisi ceruk bisnis sepeda, termasuk para kolektor yang menjadikannya investasi.

  • Jepretan Membawa Cuan
    Laporan Khusus

    Jepretan Membawa Cuan

    Fotografer sepeda menjadi profesi anyar yang populer selama masa pandemi Covid-19. Penyambung hidup bagi mereka yang kehilangan pendapatan.

  • Keliling Desa dengan Kereta Angin
    Laporan Khusus

    Keliling Desa dengan Kereta Angin

    Layanan tur sepeda sudah lama bereksistensi. Ada yang menawarkan wisata sepeda menjelajah jalan-jalan desa dan persawahan. Ada yang mempromosikan aktivitas bersama warga sekitar. Namun bisnis tersebut anjlok sejak pandemi Covid-19 merebak. Penyedia layanan tur sampai menjual sepeda mereka lantaran sepi peminat. Tren hobi bersepeda jarak jauh membuka peluang bisnis baru.

  • Keajaiban Sepeda
    Laporan Khusus

    Keajaiban Sepeda

    Robertus Robet
    Dosen Universitas Negeri Jakarta dan Aktivis Gowes for Democracy

     

  • Nostalgia di Tujuh Ruang
    Selingan

    Nostalgia di Tujuh Ruang

    Konser 7 Ruang yang digelar di studio milik Donny Hardono menjadi pertunjukan musik masa pandemi paling konsisten. Studio Donny menjadi ajang penampilan kelompok musik lawas 1970-1990-an, seperti God Bless, Cockpit, Krakatau, Karimata, dan Powerslaves, yang pentasnya disiarkan langsung di YouTube.

     

  • Gelanggang Olahraga: Riwayat Musik Bawah Tanah
    Selingan

    Gelanggang Olahraga: Riwayat Musik Bawah Tanah

    Pada 1970-1990-an, selain menjadi arena olahraga, gelanggang olahraga (gelora) di berbagai kota menjadi ajang pentas musik. Keberadaan gelora malah banyak melahirkan musikus berbakat daripada olahragawan. Gelora Saparua, Bandung, misalnya, sempat menjadi tempat komunitas musik bawah tanah (underground) yang melahirkan banyak band pada 1990-an. Mereka di antaranya Burgerkill, Puppen, Jasad, Koil, PAS Band, Pure Saturday, dan Dajjal, yang kini “besar” dan menjadi pionir sejumlah kelompok musik anyar.

    Di luar Bandung, sejumlah gelora menyimpan kenangan akan kejayaan grup musik lokal. Ada Gelora Manahan (Solo), Bulungan (Jakarta), juga Pulosari (Malang). Sayangnya, sebagian gelora itu sudah dirobohkan. Ada pula yang masih berdiri, tapi tak lagi menghidupi kegiatan seni. Sepatah memori kejayaan gelora sebagai wadah para seniman terekam dalam film dokumenter tentang Gelora Saparua, yang tayang pada Juni lalu di sejumlah kanal streaming. Karya sutradara Alvin Yunata itu melahirkan pertanyaan: perlukah melahirkan kembali gelora sebagai kawah kreativitas anak muda di tengah zaman yang serba digital? Simak reportasenya.

  • Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday
    Selingan

    Merayakan Leopold Bloom, Merayakan Bloomsday

    NOVEL Ulysses karya James Joyce selalu dipestakan di seluruh dunia oleh para pencinta penulis Irlandia itu setiap 16 Juni. Hari perayaan itu disebut Bloomsday. Disebut demikian karena tokoh fiktif utama dalam novel itu bernama Leopold Bloom. Ulysses pernah disebut sebagai salah satu novel paling berbahaya di dunia dan lama dilarang terbit di Amerika Serikat. Novel ini juga dianggap memiliki tingkat eksperimental tinggi dari sudut penceritaan dan bahasa—hingga menantang untuk terus dipelajari sampai sekarang.

    Tahun ini, Bloomsday sampai ke Jakarta. Kedutaan Besar Irlandia di Jakarta merayakan Bloomsday dengan membuat beberapa program berkenaan dengan karya Joyce itu.

  • Dunia Ulysses di Swiss
    Selingan

    Dunia Ulysses di Swiss

    James Joyce melewati hari-hari terakhir hidupnya di Zürich, Swiss. Sebuah yayasan didirikan untuk mengenang penulis legendaris Irlandia itu dan memperkenalkan karya-karyanya kepada publik sastra dunia.

  • Cinta dan Cuan dari Korea Selatan
    Selingan

    Cinta dan Cuan dari Korea Selatan

    Kecintaan terhadap budaya Korea Selatan yang dipupuk selama satu dekade lebih melahirkan komunitas penggemar berdedikasi di Indonesia. Penggemar bersedia merogoh kocek untuk membeli barang yang dapat lebih mendekatkan kepada idola. Menjadi peluang bisnis, skala besar ataupun kecil.

  • Dunia Baru dari Hallyu
    Selingan

    Dunia Baru dari Hallyu

    Kesuksesan industri hiburan Korea Selatan turut mengerek perekonomian negara tersebut. Undang-undang tentang wajib militer pun sampai diubah demi bintang pop. K-pop menjadi ladang devisa bagi Korea Selatan.

  • Scott Merrillees: Kartu Pos Kurang Dihargai Peneliti
    Selingan

    Scott Merrillees: Kartu Pos Kurang Dihargai Peneliti

    Dari ribuan kartu pos koleksinya, Scott Merrillees mengkurasi 500 kartu pos dari kurun 1900-1945 yang menampilkan keberagaman suku di seluruh Nusantara.

  • Etnografi di Selembar Kartu Pos
    Selingan

    Etnografi di Selembar Kartu Pos

    SCOTT Merrillees membukukan koleksi kartu pos kunonya dalam Faces of Indonesia: 500 Postcards 1900-1945. Buku ini seperti rekaman etnografi masyarakat Indonesia di awal abad ke-20. Kelangkaan kartu pos dan prangko serta ketenaran fotografer menjadi pertimbangan untuk tingginya nilai koleksi tersebut. Merrillees mengoleksinya selama hampir 30 tahun saat dia bermukim di Jakarta.

  • Kontroversi De Oost dan Westerling   
    Selingan

    Kontroversi De Oost dan Westerling  

    Begitu dirilis, De Oost langsung menyulut pro dan kontra. Inilah film Belanda pertama yang secara gamblang menyorot kekejaman militer negeri Oranye selama perang kemerdekaan Indonesia. Kisah utama film ini berkisar di seputar aksi keji komandan pasukan elite Belanda di Indonesia, Raymond Westerling. Setahun setelah Proklamasi 1945, dia meneror dan membantai ribuan orang di Sulawesi Selatan. Ikuti laporan lengkap Tempo dari Belanda, soal latar belakang film dan kontroversi sejarah agresi militer Belanda yang membuat film ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak.  

  • Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.