Forgot your password?

Majalah TEMPO
Teater
Senin, 11 September 2017
Dongeng Para Imigran Jepang
Dongeng Para Imigran Jepang

WATARU Omura, aktor kelompok Ozaki Art Theater, berbaring di sebuah karpet bersetrip warna-warni: biru, hijau, putih, merah, dan oranye. Pandangannya mengarah ke atas. Dalam bahasa Jepang, ia mulai berceloteh tentang suasana Tokyo yang membosankan. Layar di belakangnya menampilkan teks berbahasa Indonesia dan Inggris yang menerjemahkan ucapannya.

"Olimpiade belum juga diumumkan, tapi kota ini sudah riuh sekali. Aku berada di Chuo-ku, Tokyo-di ruangan yang dahulu toko kimono. Kasur berdebu, dan bekas…

Anda harus berlangganan Deposit Arsip untuk membaca artikel-artikel di edisi Arsip Tempo. Klik di sini untuk berlangganan: Versi Web | Tempo Media Apps (iOS & Android) | Versi PDF di Tempo Store info lebih lanjut hubungi : 021-536-0409 ext 9 atau cs@tempo.co.id

Arsip
EDISI SEBELUMNYA
Anggaran Hilang, Gizi Buruk Terbilang
Edisi Minggu, 11 Februari 2018

Anggaran Hilang, Gizi Buruk Terbilang

TEMPURUNG kelapa muda menjadi menu makan siang Fransisca Patatcot dan anak lelakinya pada Sabtu dua pekan lalu. Duduk bersebelahan di teras kayu Gereja Santo Petrus Paulus, Distrik Pulau Tiga, Kabupaten Asmat, Papua, mereka asyik mengudap potongan tempurung. Ketika tempurung habis, ia menggantinya dengan menyantap sabut…