Forgot your password?

Majalah TEMPO
Seni
Senin, 15 Mei 2017
Menarilah, Menarilah, Mendekati Awan
Menarilah, Menarilah, Mendekati Awan

Kabut tebal dan pekat yang menyelimuti gugusan perbukitan kawasan Tengger berangsur-angsur menghilang pagi itu. Di Puncak B-29, salah satu bukit tertinggi dari deretan perbukitan yang mengelilingi kaldera Bromo ini, sekitar 50 seniman dari Solo, Yogyakarta, dan Surabaya berkerumun melingkar menyisakan ruang kosong di tengah.

Penari asal Solo, Djarot Budidarsono, bergerak mengawali pertemuan seniman di ketinggian itu. Ia memberi judul karyanya Kunang-kunang dalam Botol. Ia diiringi dua pemusik dari Inggris, peniup…

Anda harus berlangganan Deposit Arsip untuk membaca artikel-artikel di edisi Arsip Tempo. Klik di sini untuk berlangganan: Versi Web | Tempo Media Apps (iOS & Android) | Versi PDF di Tempo Store info lebih lanjut hubungi : 021-536-0409 ext 9 atau cs@tempo.co.id

Arsip
EDISI SEBELUMNYA
Anggaran Hilang, Gizi Buruk Terbilang
Edisi Minggu, 11 Februari 2018

Anggaran Hilang, Gizi Buruk Terbilang

TEMPURUNG kelapa muda menjadi menu makan siang Fransisca Patatcot dan anak lelakinya pada Sabtu dua pekan lalu. Duduk bersebelahan di teras kayu Gereja Santo Petrus Paulus, Distrik Pulau Tiga, Kabupaten Asmat, Papua, mereka asyik mengudap potongan tempurung. Ketika tempurung habis, ia menggantinya dengan menyantap sabut…