Forgot your password?

Majalah TEMPO
Selingan
Tiga Penyair Menguak Lekra

Tiga Penyair Menguak Lekra

INDONESIA pada 1960-an. Suasana aktivitas kepenyairan begitu dinamis di sini. Pada masa itu, puisi tumbuh subur. Yang produktif melahirkan puisi antara lain para sastrawan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra). Lembaga yang berdiri pada 17 Agustus 1950…

‘Faust’ yang Mati di Rumah Jompo

‘Faust’ yang Mati di Rumah Jompo

SAAT-saat terakhir hidup Agam Wispi diisi dengan kesunyian. Ia sakit-sakitan dan menjadi penghuni Verpleeghuis-sebutan untuk rumah jompo di Amsterdam, Belanda. Sahabatnya sesekali datang menjenguk. "Dia tak bisa keluar jauh-jauh dari kamar. Ingatannya pun sudah banyak…

Nikita, Nikita...

SAJAK "Matinya Seorang Petani" yang ditulis Agam Wispi membuat Joebaar Ajoeb dan Sitor Situmorang cukup kerepotan. Pada 1963, dua perwakilan seniman di Dewan Perwakilan Daerah Jakarta itu harus menemui petinggi militer. Militer sebelumnya melarang peredaran…

Dharta, Klara, dan Lekra

Dharta, Klara, dan Lekra

SATU orang tapi banyak nama. Itulah AS Dharta. Sepanjang hidupnya, penyair Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra)-sebuah organisasi di bawah naungan Partai Komunis Indonesia-itu kerap menggunakan nama yang berbeda untuk dirinya.

Kamus Bahasa Sunda-Indonesia yang Belum Selesai

PENYAIR Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), AS Dharta, boleh dibilang lebih peduli terhadap orang lain ketimbang dirinya sendiri. Pernah satu waktu pada 1978, ia mengikhlaskan berpetak-petak sawah miliknya di Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa…

Penyair ‘Tak Seorang Berniat Pulang’

Penyair ‘Tak Seorang Berniat Pulang’

SUATU hari setelah pulang dari Pulau Buru pada 1979, HR Bandaharo mendapat sambutan khusus dari Martin Aleida. Dengan mobilnya, Martin mengajak "senior"-nya di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) itu jalan-jalan berkeliling Jakarta. "Setelah keliling Jakarta, kami…

Realisme Romantik Bandaharo

"TAK Seorang Berniat Pulang" merupakan salah satu puisi Bandaharo yang sangat terkenal. Puisi ini menjadi sajak wajib dalam lomba-lomba deklamasi pada masanya. Komponis Subronto Kusumo Atmodjo menciptakan ilustrasi musik untuk puisi tersebut. Subronto adalah komponis…

Arsip
EDISI SEBELUMNYA
Dari Kampung Tirang Hingga Lembah Sumbawa
Edisi Minggu, 3 Desember 2017

Dari Kampung Tirang Hingga Lembah Sumbawa

BERBAJU batik, bercelana cokelat, dan bertopi pet abu-abu tua, Slamet Ambari naik ke atas pentas untuk menerima penghargaan Festival Film Tempo di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin malam pekan lalu. Slamet, yang memerankan Jadag dalam film Turah, dinobatkan sebagai Aktor Pilihan Tempo 2017. "Ini…