Forgot your password?

Majalah TEMPO
Opini

Bahaya pasal penistaan agama

PERTANYAAN ekstrem setelah Basuki Tjahaja Purnama dihukum adalah benarkah Indonesia sedang menuju negara teokrasi. Vonis dua tahun penjara buat Gubernur Jakarta yang dinyatakan bersalah menodai agama itu telah mencederai reputasi Indonesia sebagai negara demokratis, moderat,…

Membendung Organisasi Radikal

NIAT pemerintah menuntut pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) ke pengadilan semestinya tak perlu menimbulkan pro dan kontra berkepanjangan. Dalam negara demokrasi, membungkam aliran pemikiran berbeda memang seharusnya dihindari. Meski demikian, ketika pemikiran itu berupa upaya…

Jalan Pintas menSwastakan Penjara

Gampang betul pemerintah lempar handuk soal reformasi lembaga pemasyarakatan. Kewalahan mengatasi pelbagai kisruh di penjara, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berencana mengalihkan kuasa pengelolaan penjara kepada swasta. Ide ini sepintas bisa menjadi solusi. Tapi,…

Lintang-Pukang Mengatur Cantrang

MAJU-mundurnya pemberlakuan larangan penggunaan cantrang mengisyaratkan ada persoalan serius dalam proses terbitnya regulasi di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti pada 9 Januari 2015, pelaksanaan aturan itu sudah ditunda…

Pandangan HAM soal Pembubaran Hizbut Tahrir

Pandangan HAM soal Pembubaran Hizbut Tahrir

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Jenderal Purnawirawan Wiranto pekan lalu mengumumkan rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Salah satu alasannya adalah ideologi organisasi itu bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sebelumnya, Kepala Kepolisian…

Ahok

Ahok ada, pernah ada, akan ada. Tempatnya lain, waktunya berbeda, tapi tiap kali kita akan ingat ketika ketidakadilan berhasil menghukum orang yang tak bersalah, ketika politik, kebencian, dan purbasangka disebut "hakim". Di Prancis, di akhir…

Arsip
EDISI SEBELUMNYA
Pos Pejaten Pengawal Angket
Edisi Senin, 17 Juli 2017

Pos Pejaten Pengawal Angket

GRUP percakapan di aplikasi WhatsApp yang dibentuk para politikus Panitia Angket Dewan Perwakilan Rakyat mendadak riuh pada Kamis pekan lalu. Akbar Faisal dari NasDem menulis bahwa informasi di grup tersebut telah bocor.