Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Gaya Hidup



  • Momen
    Gaya Hidup

    Momen

    Konser
    Earth, Wind & Fire

    Langganan tampil di Java Jazz, Earth, Wind & Fire tahun ini tidak tampil di festival tersebut. Bukan karena kehilangan penggemar, kelompok yang sudah ber­usia 40 tahun itu justru akan menggelar konser sendiri pada 28 Maret ini. Meski Earth, Wind & Fire kerap berganti per­sonel, lagu mereka tetap melegenda. Let’s Groove, September, Reason, dan Boogie Wonderland adalah sebagian lagu yang melambungkan nama mereka pada 1980-an. Pengusung irama soul, funk, R&B, dan jazz asal Chicago ini akan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Harga ti­ket mulai Rp 500 ribu hingga Rp 3 juta.

  • Momen
    Gaya Hidup

    Momen

    Spot
    Konser Roxette Listen to Your...

    Konser Roxette di Ancol, Jakarta, 3 Maret lalu, berakhir anti klimaks. Setelah membawakan 17 lagu selama satu setengah jam, Marie Fredriksson dan Per Gessle membawakan lagu yang ditunggu-tunggu. ”Tak mungkin kami tidak membawakan lagu ini,” kata Marie. Kemudian mulai melantunlah petikan gitar Gessle. Lagu Listen to Your Heart pun mereka mainkan.

  • Di Dunia Mereka Berjaya
    Gaya Hidup

    Di Dunia Mereka Berjaya

    Sejumlah desainer Indonesia berhasil menembus pasar dunia. Soal kreativitas, kita tak kalah.

  • Generasi Siap Pakai
    Gaya Hidup

    Generasi Siap Pakai

    Desainer muda saat ini banyak yang mengawali karier lewat busana siap pakai. Tantangan berat, tapi inilah fondasi industri mode.

  • Lokomotif Mode
    Gaya Hidup

    Lokomotif Mode

    Untuk pertama kalinya Indonesia Fashion Week digelar. Bercita-cita menjadi lokomotif industri mode.

  • Menu Spesial Menyambut Sang Naga
    Kuliner

    Menu Spesial Menyambut Sang Naga

    TAHUN baru Cina kembali datang. Aneka rupa lampion dan pertunjukan barongsai digelar di pusat-pusat keramaian. Sajian khas untuk menyambut Imlek tak luput disajikan. Semua keriuhan itu dirayakan untuk menyambut Tahun Naga Air, yang jatuh mulai Senin ini. Berikut ini beberapa makanan khas sekaligus restoran yang bisa menjadi pilihan buat Anda yang ingin merasakan atmosfer Imlek.

  • Candu Bernama Roboholic
    Gaya Hidup

    Candu Bernama Roboholic

    Datang dari berbagai umur dan latar belakang pendidikan, mereka berlomba merakit robot. Hobi yang katanya seperti mengalami orgasme berkalikali.

  • Merebut Jalan dengan Makanan
    Gaya Hidup

    Merebut Jalan dengan Makanan

    Komunitas Keuken Bandung merayakan kurangnya ruang publik melalui makan bersama. Berusaha mengedukasi masyarakat dan pemerintah kota.

  • Sajian Kambing Rendah Kolesterol
    Kuliner

    Sajian Kambing Rendah Kolesterol

    PERAYAAN Idul Adha setiap tahun selalu semarak dengan acara makan kambing bersama. Sayangnya, tak semua orang bisa menik­mati santapan daging ini. Pengidap darah tinggi mesti menghindari sajian yang berkadar kolesterol tinggi. Tapi tak perlu bersedih. Sekarang banyak restoran menyajikan menu daging kambing muda dengan kadar kolesterol rendah.

  • Menggambar Bersama ala Oekaki
    Gaya Hidup

    Menggambar Bersama ala Oekaki

    Menjadi subkultur anime di Internet. Setiap saat penggemarnya dari berbagai penjuru dunia bergabung dalam satu forum maya menggambar anime dan melakukan interaksi.

  • Menjajakan Sejarah Kecil
    Gaya Hidup

    Menjajakan Sejarah Kecil

    Komunitas pencinta sejarah membuat tur menelusuri sejarah lokal. Paket dibuat menarik, dari napak tilas, bedah buku on the road, hingga mencicipi masakan resep keluarga.

  • 'Mengocok' Kaki Setiap Hari
    Gaya Hidup

    'Mengocok' Kaki Setiap Hari

    Kini giliran shuffle. Tari jalanan yang berfokus pada kelincahan dan kecepatan gerakan kaki ini mewabah, dari lapangan sekolah, pentas seni, hingga klub mewah.

  • Lari, Lari ke Puncak Gunung
    Gaya Hidup

    Lari, Lari ke Puncak Gunung

    Para pelari amatir menjajal kekuatan diri berlari ekstrem, baik dari segi jarak, waktu, maupun medan. Yang sedang digandrungi adalah lari mendaki gunung.

  • Otak Para Otaku
    Gaya Hidup

    Otak Para Otaku

    Adiksi kronis terhadap subkultur dari Jepang, seperti manga, anime, dan semua produk turunannya, sudah tak asing di Indonesia. Para pecandunya, yang disebut otaku, membentuk komunitas-komunitas yang kemudian rajin menyelenggarakan acara untuk menunjukkan eksistensi mereka. Kehidupan sehari-hari mereka juga terpengaruh.

  • Agar Merona dan Tahan Lama
    Gaya Hidup

    Agar Merona dan Tahan Lama

    Bibir pun menjadi obyek tato. Tujuannya bukan menggambarinya dengan motif, tapi agar bibir seksi, merona, dan tak perlu lipstik.

  • Menu Nabati di Rumah Sakit
    Gaya Hidup

    Menu Nabati di Rumah Sakit

    Kumandang azan magrib tinggal beberapa menit lagi. Satu demi satu, karyawan Rumah Sakit Royal Progress, Sunter, Jakarta Utara, mulai datang dan antre di Royal Cafe, di lantai dasar rumah sakit. Beragam menu bisa dipesan di sini, seperti nasi timbel ayam kremes, bubur ayam, capcai, nasi goreng seafood, bakso, dan pangsit. Di luar itu, tersedia juga rendang, ampela, dan tempe. Untuk melepas dahaga, karyawan, dokter, dan pasien atau keluarganya bisa memesan teh, kopi, atau jus buah.

    Sekilas, tak ada perbedaan antara menu Royal Cafe dan kafe atau restoran lain. Apalagi, jika pesanan sudah terhidang di depan mata, lalu dicicipi, misalnya ampela atau rendang, rasanya mirip dengan lauk serupa yang dipesan di restoran Padang.

  • Para Penyebar Vegetarianisme
    Gaya Hidup

    Para Penyebar Vegetarianisme

    Vegetarian tidak lagi menyimpan pola hidup itu untuk diri sendiri. Mereka aktif menyebarkan dan menularkannya ke keluarga dan orang lain.

  • <font face=arial size=1 color=#f090>Kicauan Twitter</font><br />Di Balik Kicau Unik
    Gaya Hidup

    Kicauan TwitterDi Balik Kicau Unik

    Bermunculan akun dan kicauan Twitter yang nyeleneh. Pemiliknya jadi selebritas dengan ratusan ribu pengikut, meski bukan tokoh atau artis.

  • Asyiknya Menempel Kenangan
    Gaya Hidup

    Asyiknya Menempel Kenangan

    Menyimpan benda-benda kenangan secara manual, dengan digunting dan ditempel di buku, kembali diminati karena lebih memiliki sentuhan manusia. Tidak instan seperti menggunakan produk digital—meski sama-sama harus kuat modal.

  • Beraksi dengan ’Papan Jari’
    Gaya Hidup

    Beraksi dengan ’Papan Jari’

    Bermain fingerboard tak kalah seru dibanding skateboard. Ada komunitas dan kompetisinya, serta bisa digunakan untuk terapi jari.

  • Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.