Edisi 12 November 2012

  • Momen
    Nasional

    Momen

    Para Pemeras BUMN

    MENTERI Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyerahkan tujuh nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang diduga memeras perusahaan negara ke Badan Kehormatan Dewan pekan lalu. Empat nama sudah disebut tanpa inisial: Idris Laena, Sumaryoto, Ichlas el Qudsi, dan Achsanul Qosasi. Sedangkan tiga masih inisial: LM, ATP, dan IGARW.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Diah Anggraeni:</font><br />Pegawai Negeri Itu Rimba Belantara
    Nasional

    Diah Anggraeni:Pegawai Negeri Itu Rimba Belantara

    WAKIL Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Eko Prasojo memantik polemik. Dalam wawancaranya di Tempo Edisi 22-28 Oktober 2012, guru besar administrasi publik Universitas Indonesia itu mengatakan, "Birokrasi kita hanya digerakkan 20 persen pegawai negeri. Sisanya tidak ngapa-ngapain."

  • Cekikan dari Kantor Kuningan
    Nasional

    Cekikan dari Kantor Kuningan

    Penyidik KPK dibujuk agar kembali ke kepolisian. Menggembosi dari dalam.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Hasan Bisri:</font><br />Kami Hanya Mengotopsi
    Nasional

    Hasan Bisri:Kami Hanya Mengotopsi

    TERSIAR ada intervensi dalam penyusunan laporan audit Hambalang, Badan Pemeriksa Keuangan buru-buru menangkis. Menurut Wakil Ketua BPK Hasan Bisri, kehebohan terjadi ketika audit belum selesai disusun sehingga satu-dua nama tak muncul dalam laporan. "Jangan terlalu reaktif dan heboh karena nama seseorang dicantumkan atau tidak dicantumkan," katanya kepada Martha Ruth Thertina dan Anton Septian dari Tempo, Rabu pekan lalu.

  • Tertambat pada Anak Tangga Pertama
    Nasional

    Tertambat pada Anak Tangga Pertama

    Penyidikan kasus korupsi Hambalang di KPK belum beranjak jauh. Hasil audit oleh BPK tidak membantu.

  • Yang Hilang di Hambalang
    Nasional

    Yang Hilang di Hambalang

    Peran Menteri Pemuda dan Olahraga samar-samar dalam kesimpulan Badan Pemeriksa Keuangan terhadap proyek Hambalang. Aliran dana akan jadi fokus audit kedua.

  • Warisan Panglima Besar Soedirman untuk TNI
    Laporan Utama

    Warisan Panglima Besar Soedirman untuk TNI

    Agus Widjojo,
    Letnan jenderal TNI (purnawirawan), mantan Kepala Staf Teritorial TNI

    Jika pada hari ini kita melakukan sebuah refleksi kesejarahan atas peran Panglima Besar Jenderal Soedirman, ada keinginan untuk mengenangnya dalam upaya menarik pelajaran yang dapat kita implementasikan dalam konteks kekinian. Hal ini karena perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945 tidak dapat dilepaskan dari peran Jenderal Soedirman.

  • Di Bawah Bayang-bayang Panglima Besar
    Laporan Utama

    Di Bawah Bayang-bayang Panglima Besar

    Soedirman menginspirasi politik militer. Mengamanatkan disiplin hidup, bukan kadaver.

  • Bukan Musuh, Sakit yang membuatnya takluk
    Laporan Utama

    Bukan Musuh, Sakit yang membuatnya takluk

    KEAJAIBAN datang ketika Soedirman terbaring di bangsal rumah sakit. Sebulan terbaring karena sakit infeksi paru-paru, tiba-tiba ia bangkit dan memutuskan memimpin pasukan keluar dari Yogyakarta. Ia berfirasat Belanda bakal datang menggempur.

    Dengan separuh paru-paru, ia memimpin gerilya. Selama delapan bulan, dengan ditandu, ia keluar-masuk hutan. Memimpin dan memerintahkan pasukan Republik terus bergerak. Dengan nama samaran, Soedirman dibawa kembali ke Yogyakarta untuk diobati. Tak takluk dalam pertempuran, sang Panglima Besar kalah oleh sakit. Pada usia 34 tahun, dia pergi, menghadap Yang Kuasa.

  • Siapa Memanfaatkan Soedirman?
    Laporan Utama

    Siapa Memanfaatkan Soedirman?

    Asvi Warman Adam,
    Sejarawan LIPI

    PRESIDEN Indonesia mulai Sukarno, Soeharto, sampai Susilo Bambang Yudhoyono memanfaatkan hubungan mereka dengan Soedirman untuk keperluan pencitraan politik. Walaupun hubungan itu dengan latar belakang sejarah dan situasi atau kepentingan politik berbeda, variabelnya tetap dua, yakni sipil dan militer.

  • Barisan di Belakang Pak Dirman
    Laporan Utama

    Barisan di Belakang Pak Dirman

    Peran strategis Soedirman ditopang oleh kecakapan perwira seperti Nasution dan Simatupang. Sebagian besar eks KNIL.

  • Kecewa Adinda di Perang Gerilya
    Laporan Utama

    Kecewa Adinda di Perang Gerilya

    Hubungan Soedirman dan Sukarno tidak mulus. Sempat berniat mengundurkan diri dari militer.

  • Sahabat Diskusi di Rumah Sakit
    Laporan Utama

    Sahabat Diskusi di Rumah Sakit

    Hatta dan Soedirman dikenal sangat akrab, tapi juga sering tak sejalan. Hatta mempertanyakan soal sejarah revolusi yang terlalu dipusatkan pada Soedirman, seolah-olah Indonesia merdeka bermula dari dia.

  • Merangkul Kembali Bung Kecil
    Laporan Utama

    Merangkul Kembali Bung Kecil

    Setelah berseberangan sikap, Soedirman belakangan mengagumi diplomasi Sjahrir. Tak benar-benar bermusuhan.

  • Perseteruan Dengan Menteri
    Laporan Utama

    Perseteruan Dengan Menteri

    Pengangkatan Amir Sjarifoeddin sebagai Menteri Pertahanan menjadi pemantik perselisihan Soedirman-Amir.

  • Garis Politik Sang Jenderal
    Laporan Utama

    Garis Politik Sang Jenderal

    DIA sudah terikat sumpah: haram menyerah bagi tentara. Karena ikrar inilah Soedirman menolak bujukan Sukarno untuk berdiam di Yogyakarta tatkala bom menghujani kota itu. Ia memilih jalan gerilya, perang rakyat yang dikumandangkan untuk menghadapi agresi militer Belanda yang kedua kalinya. Sikap politik yang kerap membuatnya berseberangan dengan Sjahrir, Amir Sjarifoeddin, bahkan Sukarno-Hatta ini terbuhul sejak Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Ada saatnya juga ketika dia bisa begitu rapat dengan Tan Malaka.

  • Romansa Seorang Perokok Berat
    Laporan Utama

    Romansa Seorang Perokok Berat

    Inilah cerita-cerita kecil tentang Soedirman. Saat ia hendak meninggal, wajahnya tampak cerah.

  • Kisah Keris Penolak Mortir
    Laporan Utama

    Kisah Keris Penolak Mortir

    Soedirman dipercaya bisa bersembunyi dari kejaran Belanda di tempat terang. Mampu menyembuhkan orang sakit.

  • Sebelum Mas Pamit Jadi Tentara
    Laporan Utama

    Sebelum Mas Pamit Jadi Tentara

    Soedirman melawan pasukan bentukan Jepang dari dalam. Pesimistis jadi tentara karena pernah patah kaki.

  • Darah Muda Buangan Jepang
    Laporan Utama

    Darah Muda Buangan Jepang

    Nama Soedirman menggema di organisasi kepemudaan, kepanduan, dan keguruan di seantero Banyumas. Menikahi sesama aktivis.

  • Si Kaji Menjadi Bintang Lima
    Laporan Utama

    Si Kaji Menjadi Bintang Lima

    SOEDIRMAN lahir dalam kesederhanaan dan terbiasa bekerja keras. Kelak Si Kaji—begitu Soedirman kecil akrab dipanggil—menjadi orang penting di masa awal berdirinya republik ini. Aktivis kepanduan Hizbul Wathan itu lantas menjelma menjadi tokoh kunci dalam sejarah Tentara Nasional Indonesia. Berbekal ilmu dari guru ilmu sosial HIS Muhammadiyah Cilacap yang sangat sederhana, Soedirman menjelma sebagai Jenderal Besar berbintang lima.

  • Siasat Jitu Nomor Satu
    Laporan Utama

    Siasat Jitu Nomor Satu

    Jenderal Soedirman menunjuk Letnan Kolonel Soeharto sebagai komandan lapangan Serangan Umum 1 Maret 1949. Kontroversi yang tak kunjung reda hingga puluhan tahun.

  • Wedange Wis Entek
    Laporan Utama

    Wedange Wis Entek

    Dia selalu minum teh atau seduhan daun jeruk. Makanannya sering dibagi ke anak buah. Perhiasan istri dikorbankan untuk ransum tentara.

  • Soedirman Palsu di Atas Tandu
    Laporan Utama

    Soedirman Palsu di Atas Tandu

    BEBERAPA orang keluar mengendap-endap dari rumah Mustajab Gombloh di Dusun Karangnongko, Kediri. Salah satu dari rombongan itu memapah tubuh kurus. Pagi itu, 26 Desember 1948, Kolonel Bambang Supeno dan Kapten Tjokropranolo membawa Jenderal Soedirman ke hutan di pinggir dusun.

  • Jejak Gerilya di Lereng Wilis
    Laporan Utama

    Jejak Gerilya di Lereng Wilis

    Jalur gerilya sepanjang 35 kilometer dirayakan setiap tahun. Tempo menelusuri kembali rute perjuangan sang Jenderal dari Kediri hingga Bajulan, Nganjuk, Jawa Timur.

  • Setelah Gagak Menyambar Yogya
    Laporan Utama

    Setelah Gagak Menyambar Yogya

    Soedirman melawan serangan Belanda di Yogyakarta dengan siasat pukul dan lari. Pemimpin tentara tak boleh tertangkap.

  • Bernapas dalam Kemelut
    Laporan Utama

    Bernapas dalam Kemelut

    Sejumlah kebijakan pemerintah meminggirkan tentara. Pak Dirman tersungkur sakit dalam tekanan batin.

  • Babak-Belur Tergilas Spoor
    Laporan Utama

    Babak-Belur Tergilas Spoor

    Beda tafsir Perjanjian Linggarjati menyulut Agresi Militer I. TNI tidak siap.

  • Dari Sebuah Sidang Revolusioner
    Laporan Utama

    Dari Sebuah Sidang Revolusioner

    Tentara Indonesia menciptakan dirinya sendiri, bukan dibentuk pemerintah atau partai politik. Dalam sebuah sidang "revolusioner", Soedirman, mantan guru yang menjadi Komandan Divisi Purwokerto, dipilih dengan suara terbanyak sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat. Dia didukung para komandan eks Pembela Tanah Air. Karismanya yang kuat mengundang kesetiaan anak buahnya. Dengan itulah dia berjuang membela kemerdekaan, bahkan ketika pemimpin pemerintah, Sukarno dan Hatta, menjadi tahanan politik Belanda.

  • Bapak Tentara dari Banyumas
    Laporan Utama

    Bapak Tentara dari Banyumas

    Berlatih kepanduan di Hizbul Wathan dan menjadi guru di sekolah Muhammadiyah, Soedirman masuk tentara pada masa pendudukan Jepang. Kariernya melesat: di usia 29 tahun dia dipilih sebagai Panglima Besar Tentara Keamanan Rakyat.

    Dikenang sebagai jenderal sederhana yang dekat dengan prajurit, ia peletak fondasi bagi kultur TNI—institusi yang pernah dikutuk sekaligus dicintai.

  • Tak Berdaya Menghadapi Djan
    Hukum

    Tak Berdaya Menghadapi Djan

    Menteri Perumahan Djan Faridz diduga menguasai rumah tanpa setahu pemilik aslinya. Pernah dipinjamkan kepada tim sukses Jokowi.

  • Operasi Urine Hakim Narkoba
    Hukum

    Operasi Urine Hakim Narkoba

    Tertangkapnya hakim Puji Wijayanto mendorong Komisi Yudisial dan Badan Narkotika Nasional membongkar jaringan narkoba di lembaga peradilan. Langkah awal: mengetes urine para hakim.

  • Sumbangan Ganjil Nurhadi
    Hukum

    Sumbangan Ganjil Nurhadi

    Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi mengaku banyak memakai uang pribadi untuk keperluan kantornya. Asal-usul kekayaan dan motif dia menyumbang pun dipertanyakan.

  • Momen
    Internasional

    Momen

    Cina
    Merpati Dilarang Terbang

    Pemerintah Cina menerapkan pengamanan superketat selama penyelenggaraan Kongres Partai Komunis Cina sejak Kamis pekan lalu. Bukan hanya orang, burung merpati pun terkena imbasnya. Pemilik merpati wajib memastikan peliharaannya tetap berada di kandang selama kongres.

  • Gempuran Setelah Hari Kurban
    Internasional

    Gempuran Setelah Hari Kurban

    Bara di Aleppo memanas. Dendam akibat pembunuhan massal dan perlakuan diskriminatif dari penguasa terpelihara lebih dari 30 tahun. Stefanus Teguh Edi Pramono dari Tempo menuliskan reportase dari salah satu kota pusat perlawanan terhadap rezim Bashar al-Assad itu.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Richard Green Lugar:</font><br />Pertumbuhan Ekonomi Dunia Terjadi di Asia
    Internasional

    Richard Green Lugar:Pertumbuhan Ekonomi Dunia Terjadi di Asia

    Sepekan menjelang pemilihan Presiden Amerika Serikat, Richard Green Lugar berkunjung ke Indonesia. Senator dari Partai Republik yang masih bersemangat di usia 80 tahun ini datang menemui Wakil Presiden Boediono dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

  • Saatnya Berpaling ke Timur
    Internasional

    Saatnya Berpaling ke Timur

    Barack Obama terpilih kembali menjadi Presiden Amerika Serikat. Kebijakan luar negeri berfokus pada kawasan Asia-Pasifik.

  • Lalove dan Flute dalam Satu Napas
    Musik

    Lalove dan Flute dalam Satu Napas

    Franki Raden kembali menggelar Indonesian Music Expo. Mencoba mengukuhkan Bali sebagai pusat musik dunia.

  • <font face=arial size=1 color=#ff9900>150 Tahun Debussy</font><br />Tafsir Slamet tentang Debussy
    Musik

    150 Tahun DebussyTafsir Slamet tentang Debussy

    Slamet Abdul Sjukur bekerja sama dengan pianis Prancis, Nicolas Stavy, menggarap proyek musik tentang pertemuan Claude Debussy dengan gamelan.

  • Amerika-Cina Pascapemilu Amerika
    Kolom

    Amerika-Cina Pascapemilu Amerika

    *Rizal Sukma

    Salah satu isu yang paling menonjol dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat lalu adalah soal kebangkitan Cina, implikasinya terhadap hubungan Amerika-Cina, serta bagaimana strategi dan kebijakan Amerika dalam merespons persoalan itu. Bagi Amerika, ada dua dimensi strategis dari fenomena kebangkitan Cina yang menjadi perhatian Washington dalam merumuskan sikapnya terhadap Beijing.

  • Drama Impor Pertanian
    Kolom

    Drama Impor Pertanian

    Ahmad Erani Yustika*

    Dalam dokumen letter of intent (LOI) Dana Moneter Internasional (IMF) pada 1998, khusus sektor pertanian, terdapat tiga "kontrak" yang harus dijalankan Indonesia untuk menyehatkan perekonomian. Pertama, mengurangi peran Bulog sebagai badan stabilisasi pangan melalui Keppres Nomor 19 Tahun 1998. Intervensi yang terlalu eksesif dan patologi korupsi dianggap tidak kompatibel dengan tujuan stabilisasi (harga) pangan. Alhasil, peran Bulog dibatasi hanya mengurus beras.

  • Sukarno di Negeri Monyet dalam Gelap
    Kolom

    Sukarno di Negeri Monyet dalam Gelap

    *JJ Rizal

    Mendapat gelar Pahlawan Proklamator sudah. Mendapat penghargaan Lencana Tugas Kencana pun sudah. Lantas mendapat lagi gelar Pahlawan Nasional. Tapi apa artinya gelar dan penghargaan berlapis-lapis yang diberikan pemerintah kepada Sukarno setelah meninggal itu jika sejak diberhentikan pada 1967 sampai sekarang dia tidak pernah mendapat proses hukum sebagaimana diamanatkan dalam Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 dan rehabilitasi nama baik akibat rupa-rupa cap buruk yang secara sistematis dilekatkan negara terhadapnya?

  • Momen
    Ekonomi dan Bisnis

    Momen

    Penerbangan
    Airbus-Dirgantara Produksi Pesawat

    Airbus Military dan PT Dirgantara Indonesia meneken kontrak kerja sama dalam peluncuran versi upgrade pesawat Airbus Military C212-400, yaitu seri NC212. "Kami mengembangkan versi baru dari NC212 karena pasarnya potensial dan terus meningkat," kata Wakil Presiden Senior Strategi Komersial dan Hubungan Industri Airbus Military kawasan Asia, Ignacio Alonso, di Jakarta, Kamis pekan lalu.

  • Hancur Pita di Era Digital
    Ekonomi dan Bisnis

    Hancur Pita di Era Digital

    Bisnis jasa pencetak sinema seluloid berantakan akibat digitalisasi. Laboratorium film pertama di Indonesia terancam gulung tikar.

  • Menunggu Hantu Pemilik Anggur
    Ekonomi dan Bisnis

    Menunggu Hantu Pemilik Anggur

    Jaringan penyelundup anggur asal Cina tak mudah dilacak. Petugas berkilah tak cukup peraturan untuk menyeret mereka ke ranah pidana.

  • Menabrak Aturan demi Gardu
    Ekonomi dan Bisnis

    Menabrak Aturan demi Gardu

    Temuan Inspektorat Jenderal Kementerian Energi: proses pengadaan barang dan jasa PT PLN tak sesuai dengan ketentuan. Akan dibuat payung hukum baru.

  • Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Menerima Gelar Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari Kerajaan Inggris
    Pokok dan Tokoh

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Menerima Gelar Knight Grand Cross in the Order of the Bath dari Kerajaan Inggris

    "Jadi Sir SBY? Terus kenapa? Harus koprol lalu nyetel lagu menye-menye SBY sambil bilang wow gitu?"

    + Nitta Nazyra C. Noer, 33 tahun, sineas

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Desra</font><br />Formula Sandy
    Pokok dan Tokoh

    DesraFormula Sandy

    Badai Sandy yang melanda Pantai Timur Amerika Serikat dua pekan lalu membuat Wakil Tetap Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Desra Percaya, pusing tujuh keliling. Sebagai Ketua Komite 1 Majelis Umum PBB (bidang pelucutan senjata dan keamanan internasional), ia harus bisa mengatur waktu agar sidang selama tiga hari dimampatkan menjadi sehari. Lantai basement yang terendam dan listrik yang mati membuat semua harus dilakukan seringkas mungkin. Masalahnya, ada lebih dari 130 wakil negara yang harus berbicara.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Bill Bailey</font><br />Sayang Moli
    Pokok dan Tokoh

    Bill BaileySayang Moli

    Bill Bailey, 48 tahun, pelawak monolog dan musikus kenamaan Inggris, ternyata begitu lekat dengan Indonesia. Selain menikah dengan Kristin di Indonesia, Bailey memelihara banyak satwa asal Indonesia. Di rumahnya di London, ada anjing, burung kakaktua, juga ular. "Rumah seperti kebun binatang," katanya ketika ditemui Heru Triyono dari Tempo di Kemang, Jakarta Selatan, pekan lalu.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Mira Lesmana</font><br />Suka Pasar
    Pokok dan Tokoh

    Mira LesmanaSuka Pasar

    SEMENTARA banyak orang menghindari masuk pasar tradisional yang becek dan bau, tak demikian dengan sineas Mira Lesmana, 48 tahun. Pasar justru menjadi tujuan favorit jalan-jalannya. Bahkan, saat senggang dari kesibukan syuting di mana pun, ia memilih blusak-blusuk di pasar daripada berburu kawasan berpemandangan indah.

  • Surabaya
    Catatan Pinggir

    Surabaya

    Pada suatu hari, beberapa puluh tahun yang lalu, ketika saya masih di sekolah dasar, kepala sekolah kami yang baru memperingati hari 10 November dengan kekhidmatan istimewa. Pak Sumadi berdiri di atas sebuah bangku. Para guru dan murid berkeliling mendengarkannya di halaman belakang gedung yang dulu gudang seorang saudagar Tionghoa.

    Di panggung itu ia tak berpetuah tentang patriotisme dan heroisme; ia hanya bercerita tentang pengalamannya sendiri di Surabaya di hari pertempuran besar itu. Suaranya tak keras, tapi memukau.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan:</font><br />Pendidikan Kita Lemah di Etika
    Wawancara

    Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan:Pendidikan Kita Lemah di Etika

    Dua bulan belakangan, rencana perubahan kurikulum sekolah dasar membuat sebagian orang tua siswa dan guru cemas. Para orang tua tidak sreg dengan penghapusan bahasa Inggris karena khawatir anak mereka kesulitan go international bila tak belajar bahasa asing sejak dini. Para guru tak kalah gundah. Peleburan ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan sosial dan ke dalam pelajaran bahasa Indonesia cukup membingungkan.

  • Menguji Makna Kata Baru
    Bahasa

    Menguji Makna Kata Baru

    Ahmad Sahidah *

    Dalam kamus, para ahli bahasa menerakan makna pada sebuah lema atau leksem, yaitu satuan terkecil dari bahasa. Mereka mengurutkan sebuah kata beserta turunannya yang mempunyai makna tertentu menurut abjad, dari A sampai Z. Meskipun tidak sepenuhnya dijadikan sebagai pegangan yang umum dalam bahasa tulisan dan lisan, kamus dianggap penentu otoritatif terhadap makna kata. Tidak aneh, Kamus Cambridge menyertakan penjelasan di sampul berwarna oranye dengan Guides you to the meaning. Malah Oxford Dictionaries versi online menyelipkan slogan the world's most trusted dictionary.

  • Tiga Cerita dari Atambua
    Film

    Tiga Cerita dari Atambua

    Riri Riza mencoba merekam kehidupan kota di perbatasan Indonesia-Timor Timur. Ada sejumlah pertanyaan yang tak terjawab.

  • Nasirun dalam Sepotong Undangan
    Seni Rupa

    Nasirun dalam Sepotong Undangan

    Perupa Yogyakarta yang sedang moncer di pasar seni, Nasirun, memamerkan seribu kartu undangan yang dia corat-coret. Merespons warna dan bentuk yang terberikan.

  • Ihwal Baru Talasemia
    Kesehatan

    Ihwal Baru Talasemia

    Data terbaru Lembaga Eijkman mencatat lonjakan jumlah pengidap talasemia alfa berat di Indonesia. Tak dianjurkan menikah dengan sesama pengidap.

  • Semenanjung yang Membangunkan Eropa
    Buku

    Semenanjung yang Membangunkan Eropa

    Eropa berutang budi kepada Andalusia. Akan seperti apa Eropa jika ditaklukkan kaum muslim pada 711?

  • Racun Arsenik di Sebutir Beras
    Lingkungan

    Racun Arsenik di Sebutir Beras

    Arsenik ditemukan dalam beras dari Thailand, India, dan Amerika. Belum ada pengawasan impor oleh pemerintah.

  • Pantau Jantung dengan Jejaring
    Ilmu dan Teknologi

    Pantau Jantung dengan Jejaring

    Inovasi untuk mengantisipasi dan memberi pertolongan cepat penderita sakit jantung. Dilengkapi aplikasi jaringan sosial kesehatan pertama di dunia.

  • Pentingnya Obama buat Kita
    Opini

    Pentingnya Obama buat Kita

    Barack Obama kembali terpilih menjadi presiden. Sikapnya terhadap Cina akan menentukan masa depan Asia-Pasifik.

  • Ketika Seleksi Partai Bermasalah
    Opini

    Ketika Seleksi Partai Bermasalah

    Verifikasi partai politik ternyata menabrak undang-undang. Keabsahan hasil Pemilu 2014 bisa dipersoalkan.

  • Kejanggalan Audit Hambalang
    Opini

    Kejanggalan Audit Hambalang

    Audit proyek Hambalang ditengarai sarat intervensi. Badan Pemeriksa Keuangan seharusnya profesional dan tidak berpolitik.

  • Soedirman, Panglima di Antara Panglima
    Opini

    Soedirman, Panglima di Antara Panglima

    SOEDIRMAN, rasanya, tak memerlukan surat keputusan presiden untuk diangkat menjadi pahlawan nasional. Bahkan sulit sekali membayangkan jenderal yang ringkih itu sempat bercita-cita melekatkan asmanya pada nama jalan, monumen, plaza, apalagi mengangkat dirinya menjadi generalissimo—alias jenderal paling jenderal.

  • Tidur Nyaman Saat Siang
    Etalase

    Tidur Nyaman Saat Siang

    SEJUMLAH penelitian menunjukkan tidur siang penting tak cuma buat kesehatan, tapi juga buat produktivitas karyawan. Prinsipnya, lebih baik tidur siang sekitar 30 menit daripada tidak sama sekali. Itu sebabnya, banyak perusahaan menyediakan tempat khusus buat tidur siang. Inilah beragam tempat tidur yang cocok buat ditaruh di kantor.

  • <font face=arial size=2 color=#FF0000>Tempo Doeloe</font><br />Pendidikan Anticopet ala Singapura
    Kartun

    Tempo DoeloePendidikan Anticopet ala Singapura

    TERPILIH menjadi Gubernur DKI Jakarta bulan lalu, Joko Widodo langsung berhadapan dengan sejumlah masalah kronis, antara lain tawuran pelajar. Di Ibu Kota, bentrokan antarpelajar memang sedang hangat-hangatnya, hingga menelan korban jiwa.

  • Memang Ada Upeti di Senayan
    Indikator

    Memang Ada Upeti di Senayan

    Dahlan Iskan kembali membuat berita. Lontarannya soal praktek permintaan jatah alias upeti dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat kepada direksi badan usaha milik negara membuat Senayan kebakaran jenggot.

  • Layang-layang Pembangkit Listrik
    Inovasi

    Layang-layang Pembangkit Listrik

    DI tangan para peneliti Jerman, layang-layang tak lagi sekadar mainan. Jauh dari itu, mereka mulai memodifikasi layang-layang menjadi pembangkit listrik yang murah dan ramah lingkungan serta lebih efektif dibanding pembangkit listrik dari turbin angin konvensional.

  • Sensasi Gangnam Mengentak Dunia
    Angka

    Sensasi Gangnam Mengentak Dunia

    DALAM hitungan bulan, Gangnam Style menjadi fenomena. Sensasinya menyebar melalui situs media sosial. Kepopuleran Psy alias Park Jae-sang, rapper K-pop, membetot perhatian tokoh dunia, dari Eric Schmidt, David Cameron, sampai Ban Ki-moon. Ia menjadi satu-satunya artis Korea Selatan yang berhasil menembus tangga lagu di Amerika Serikat.

  • <font face=arial size=2 color=#ff9900>Penghargaan</font><br />Koes Murtiyah
    Album

    PenghargaanKoes Murtiyah

    Penari ini mendapat anugerah kesenian dan kebudayaan Fukuoka Prize ke-23, Kamis dua pekan lalu. Ketua Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta ini dinilai berdedikasi dan berprestasi dalam melestarikan tari tradisional keraton Indonesia yang berusia lebih dari 300 tahun. Putri Paku Buwono XII ini juga mempromosikan tarian keraton ke dunia internasional.

  • Surat Pembaca
    Surat

    Surat Pembaca

    Tanggapan PT MRT

    Terima kasih atas pemberitaan di majalah Tempo edisi 5-11 November 2012 tentang mass rapid transit (MRT). Ada beberapa hal yang ingin saya tanggapi.

  • Momen
    Jawa Timur

    Momen

    Sidoarjo
    Musim Hujan, Tanggul Lumpur Lapindo Kritis

    MEMASUKI musim hujan, tanggul lumpur Lapindo kembali kritis. Salah satunya yang berada di sisi barat patok (P)71-10d, berbatasan langsung dengan jalan raya Porong dan rel kereta api. Berdasarkan pantauan Tempo, ketinggian gunung lumpur nyaris sepadan dengan tinggi tanggul penahannya. Tidak tertutup kemungkinan tanggul setinggi delapan meter itu akan jebol bila terkena gerusan air hujan dan tekanan dari gunung lumpur.

  • Gelegar Gitar van Mojokerto
    Jawa Timur

    Gelegar Gitar van Mojokerto

    Sentra industri rumahan ini memproduksi ribuan unit gitar. Konsumennya band profesional lokal hingga mancanegara.

  • Napas Baru Spoorwegen Kalisat-Panarukan
    Jawa Timur

    Napas Baru Spoorwegen Kalisat-Panarukan

    Pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia berencana menghidupkan jalur kereta ke Panarukan. Termasuk rute perdagangan terpenting pada zamannya.

  • Catatan Pinggir

    Pada suatu hari, beberapa puluh tahun yang lalu, ketika saya masih di sekolah dasar, kepala sekolah kami yang baru memperingati hari 10 November dengan kekhidmatan istimewa. Pak Sumadi berdiri di atas sebuah bangku. Para guru dan murid berkeliling mendengarkannya di halaman belakang gedung yang dulu gudang seorang saudagar Tionghoa.

    Di panggung itu ia tak berpetuah tentang patriotisme dan heroisme; ia hanya bercerita tentang pengalamannya sendiri di Surabaya di hari pertempuran besar itu. Suaranya tak keras, tapi memukau.

    Enak Dibaca dan Perlu

    Berlangganan

    Dapatkan diskon 45% di setiap pembelian paket berlangganan TEMPO.

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.