Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Lingkungan



  • Rumah Terakhir Primata Mentawai
    Lingkungan

    Rumah Terakhir Primata Mentawai

    Empat spesies primata endemis di Kepulauan Mentawai terancam punah. Populasinya yang terbanyak berada di luar kawasan Taman Nasional Siberut, yang merupakan area hutan produksi. Liputan ini mendapat dukungan Rainforest Journalism Fund yang bekerja sama dengan Pulitzer Center.

  • Hilang Pesisir Ditelan Banjir
    Lingkungan

    Hilang Pesisir Ditelan Banjir

    Peneliti ITB memperkirakan lebih dari 100 kabupaten dan kota di pesisir berpotensi hilang ditelan banjir laut. Climate Central memprediksi 23 juta penduduk pesisir Indonesia terkena rob akibat naiknya permukaan laut pada 2050.

     


  • Demi Kontes Burung dalam Sangkar
    Lingkungan

    Demi Kontes Burung dalam Sangkar

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan lima spesies burung yang sudah sulit dijumpai di alam dari daftar dilindungi. Lebih mempertimbangkan para penangkar burung berkicau ketimbang rekomendasi LIPI.

  • Johan Silas: Kekhasan Kota Ada di Kampungnya
    Lingkungan

    Johan Silas: Kekhasan Kota Ada di Kampungnya

    Menurut Johan Silas, yang memelihara budaya itu di kampung. Kalau kampung hilang, kebudayaan juga hilang.

  • Lambat Bertambah Ruang Hijau Kota
    Lingkungan

    Lambat Bertambah Ruang Hijau Kota

    Pemerintah kota kesulitan memenuhi aturan luas ruang terbuka hijau 30 persen dari luas kota. Di Jakarta, target pertambahan ruang 23 hektare dari idealnya 650 hektare per tahun.

     

  • Mati Penyu di Dekat PLTU
    Lingkungan

    Mati Penyu di Dekat PLTU

    Penyebab matinya 28 penyu sisik dan penyu lekang di Pantai Teluk Sepang, Bengkulu, masih misterius. Ada yang mengaitkan kematian penyu-penyu itu dengan uji coba operasi PLTU Bengkulu, yang membuang limbah air bahang ke laut.

  • Ular Meruyak Setelah Alam Rusak
    Lingkungan

    Ular Meruyak Setelah Alam Rusak

    Habitat alami ular tergerus setelah manusia mengkonversi lahan dan hutan menjadi permukiman. Reptil melata itu mampu bertahan dan berkembang biak di antara hunian manusia.

  • Ambles Bandung Lebih Cepat
    Lingkungan

    Ambles Bandung Lebih Cepat

    Laju penurunan tanah atau ambles di wilayah Bandung lebih cepat dari daerah di Jakarta meski tak berada di pesisir. Pemicunya bisa sifat endapan tanah, beban bangunan, gempa, dan pengambilan air tanah.

  • Hutan Hilang Tawon Vespa Meradang
    Lingkungan

    Hutan Hilang Tawon Vespa Meradang

    Tawon Vespa affinis memilih bersarang di rumah karena habitat aslinya berubah menjadi permukiman. Permukiman dan tempat sampah terbuka menyediakan sumber makanannya.

  • Berhajat Ekowisata Selamatkan Harapan
    Lingkungan

    Berhajat Ekowisata Selamatkan Harapan

    Hutan Harapan menghadapi ancaman kebakaran lahan, perambahan hutan, dan pembukaan jalan tambang. Masih mengandalkan pendanaan donor, perusahaan restorasi ini butuh dukungan pemerintah.

  • Siaga Warga Melawan Api
    Lingkungan

    Siaga Warga Melawan Api

    Pengelola Proyek Katingan Mentaya bekerja sama dengan warga desa di sekitar area konsesi menghentikan laju kebakaran yang melalap sebagian lahan gambut mereka. Sempat kewalahan memadamkan api karena sulit mendapat air.

  • Gerak Limbung Lumbung Karbon
    Lingkungan

    Gerak Limbung Lumbung Karbon

    Api melalap sebagian area restorasi ekosistem Proyek Katingan Mentaya, Kalimantan Tengah. Kawasan terbesar di dunia dalam program perdagangan perdagangan karbon itu makin terkepung perkebunan sawit. Ketiadaan regulasi pemerintah memperparah keadaan. Ikuti laporan khusus hasil kolaborasi Tempo, lembaga investigasi Belanda Investico, dan Narasi.

  • Telur Ayam Beracun Plastik
    Lingkungan

    Telur Ayam Beracun Plastik

    Penelitian internasional menemukan konsentrasi dioksin dalam telur ayam di Tropodo, Jawa Timur, 80 kali lipat nilai baku mutu dan tertinggi kedua di Asia. Perlu pengujian apakah mencemari rantai makanan.

  • Kopi Kerinci Terancam Perubahan Iklim
    Lingkungan

    Kopi Kerinci Terancam Perubahan Iklim

    Produksi kopi arabika di Kerinci, Jambi, turun karena musim kemarau yang panjang. Serangan hama penyakit makin ganas.

  • Bambu Menguras Bekas Tambang Emas
    Lingkungan

    Bambu Menguras Bekas Tambang Emas

    Berbagai jenis bambu digunakan untuk memulihkan lahan kritis bekas tambang emas liar di Dharmasraya, Sumatera Barat. Selain untuk penghijauan, bambu mampu menyerap merkuri.

  • Mengadu  Lidah Mertua  dan Trembesi
    Lingkungan

    Mengadu Lidah Mertua dan Trembesi

    Tanaman lidah mertua diklaim paling efektif mengikat zat pencemar udara. Dosen Institut Pertanian Bogor menemukan, dari 43 pohon penghijauan, trembesi yang paling tinggi menyerap karbon dioksida.

  • Sungai Dunia Tercemar Antibiotik
    Lingkungan

    Sungai Dunia Tercemar Antibiotik

    Penelitian University of York, Inggris, menemukan 65 persen sampel air dari 165 sungai di 72 negara positif tercemar senyawa antibiotik. Pencemaran sungai penyumbang masalah resistansi antibiotik.

  • Siberut Terancam Hutan Industri
    Lingkungan

    Siberut Terancam Hutan Industri

    Pemerintah mengizinkan pembukaan hutan tanaman industri di Pulau Siberut, yang ditetapkan sebagai cagar biosfer oleh UNESCO. Mengancam satwa endemis, flora yang dilindungi, dan tanaman obat Mentawai.

  • Kala Jalan Membelah Harapan
    Lingkungan

    Kala Jalan Membelah Harapan

    Hutan hujan tropis dataran rendah terakhir di Sumatera terancam oleh rencana pembangunan jalan angkut batu bara. Akses baru bagi perambahan hutan, pembalakan liar, dan perburuan satwa langka.

  • Menggenjot Target Energi Terbarukan
    Lingkungan

    Menggenjot Target Energi Terbarukan

    Pemerintah kesulitan memenuhi target 23 persen sumbangan energi baru terbarukan dalam bauran energi pada 2025. Masih berbasis bahan bakar fosil.

  • 12

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.