Film



  • Hiruk-pikuk Al-Kampung
    Film

    Hiruk-pikuk Al-Kampung

    Dalam tahun-tahun belakangan, genre komedi jarang dinilai serius dalam perhelatan penghargaan sinema. Kemunculan film komedi yang digarap baik sekaligus berupaya menyampaikan sesuatu hanya ada di masa lalu. Dalam Mekah I'm Coming, kita dapat menemukan kembali apa yang sudah lama hilang itu.

  • Kewajaran Akting Seorang Babah
    Film

    Kewajaran Akting Seorang Babah

    Nano Riantiarno mampu memainkan karakter seorang lelaki tua Cina dengan natural. Sebagai sosok Babah, Nano sanggup menyediakan ruang bagi perubahan karakter tokoh lain dengan sangat bagus. Seringnya Nano mementaskan naskah klasik Cina dalam teater membuat dia mampu memahami karakter dan persoalan keluarga yang dihadapi Babah.

  • Figuran Apes dan Putri Semata Wayang
    Film

    Figuran Apes dan Putri Semata Wayang

    Dalam Sejuta Sayang Untuknya, Deddy Mizwar memerankan seorang aktor figuran sekaligus ayah yang harus pontang-panting demi membahagiakan putrinya. Deddy berhasil membangun emosi yang intens sepanjang film dengan cemerlang.

  • Mengimbangi Aktor Kawakan
    Film

    Mengimbangi Aktor Kawakan

    Aktris muda Syifa Hadju mengimbangi Deddy Mizwar dalam film Sejuta Sayang Untuknya. Menjadi remaja piatu dengan problem yang kompleks. Begitu pas memerankan Gina dengan segala kompleksitasnya.

  • Pemadat dari Kamar Mayat
    Film

    Pemadat dari Kamar Mayat

    Dea Panendra menghidupkan berbagai lapisan karakter saat memerankan Khansa dalam film Jakarta, City of Dreamers. Dia menjadi pengguna narkotik, perias mayat, kidal, dan harus pula menaklukkan suatu adegan menantang. Keberhasilan Dea menampilkan seni peran yang menguji batas kemampuannya membuat dia dinobatkan sebagai Aktris Pendukung Pilihan Tempo 2020.

  • Mekah dan Kritik Agama
    Film

    Mekah dan Kritik Agama

    Jeihan Angga menyajikan film seputar agama, tapi bukan film religi. Ia mampu menegakkan kerangka penyutradaraan yang komedik, sinematik, sekaligus penuh kritik bermakna. Filmnya antitesis bagi tren kapitalisasi agama dalam sinema Indonesia.

  • Sinema Tahun Kelabu dan Obat Komedi
    Film

    Sinema Tahun Kelabu dan Obat Komedi

    Pandemi Covid-19 menjegal laju sinema Indonesia yang sedang bergairah beberapa tahun terakhir. Tren peningkatan jumlah produk film, penonton, dan layar teater harus terhenti tiba-tiba tatkala bioskop mesti tutup pada akhir Maret lalu. Sempat gagap beradaptasi dengan situasi pandemi, ekosistem film perlahan-lahan dapat menemukan dan menciptakan jalur-jalur baru untuk menjumpai penonton. Guna mengapresiasi para pekerja film yang terus berupaya menjaga api sinema menyala di tengah paceklik, tradisi Film Pilihan Tempo hadir kembali. Selamat membaca.

  • Sebuah Satire tentang Haji Hoax
    Film

    Sebuah Satire tentang Haji Hoax

    Kegagalan film komedi umumnya terjadi karena humor yang dilemparkan tak berlandasan dan kerunutan cerita tergadaikan demi mengedepankan tonjokan-tonjokan pemancing tawa. Mekah I'm Coming berhasil menghindari lubang itu lewat skenario yang utuh, logis, dan terang sebab-akibatnya. Nyaris tak ada adegan yang sia-sia.

  • Teror Tak Kasatmata
    Film

    Teror Tak Kasatmata

    Sosok tak kasatmata membawa teror ke dalam kehidupan seorang perempuan yang berhasil meloloskan diri dari suaminya yang penuh kekerasan. Tak ada yang percaya kepadanya, dia harus melawan sendirian. 

  • Kim Ji-young yang Mengguncang Korea (dan Kita)
    Film

    Kim Ji-young yang Mengguncang Korea (dan Kita)

    Film Kim Ji-young: Born 1982 memancing kontroversi bahkan sebelum ditayangkan. Cerita ibu rumah tangga biasa yang mengguncang kemapanan patriarki.

  • Nagabonar Gagal Reborn
    Film

    Nagabonar Gagal Reborn

    Mengikuti tren reborn, kali ini Nagabonar yang kembali dilahirkan untuk menarik generasi milenial. Tak sepenuhnya berhasil.

  • Pertarungan Dua Raksasa
    Film

    Pertarungan Dua Raksasa

    Berangkat dari kisah nyata rivalitas di luar trek dua pabrik otomotif, Ford dan Ferrari. Balapan tak hanya menjadi bumbu.

  • ‘Hantu’ Bernama Arini
    Film

    ‘Hantu’ Bernama Arini

    Sekuel Love for Sale lahir dengan kemasan baru yang berpusat pada drama keluarga. Kembali menghadirkan tokoh Arini sebagai daya pikat.

  • Raket Susi dan Diskriminasi
    Film

    Raket Susi dan Diskriminasi

    Sebuah biopik tentang pebulu tangkis Susi Susanti. Mengulik jatuh-bangunnya sang legenda, termasuk diskriminasi yang diterimanya.

  • Joko Anwar dan Cerita yang Jahanam
    Film

    Joko Anwar dan Cerita yang Jahanam

    Sebuah cerita yang gelap dan pesimistis. Karya terbaru Joko Anwar yang memperlihatkan bahwa dia pendongeng sejati.

  • Eksperimen Baru Ang Lee
    Film

    Eksperimen Baru Ang Lee

    Sebuah film yang 20 tahun berpindah tangan dan mendarat di tangan Ang Lee. Eksperimen digital yang agak meleset, tapi adegannya laga menarik.

  • Jagat Joker Yang Kelam
    Film

    Jagat Joker Yang Kelam

    Sebuah cerita asal-muasal Joker yang menyimpang dari komik dan justru menampilkan drama yang brilian.

  • Tahun 1994 dan Hal-hal Yang Tersisa
    Film

    Tahun 1994 dan Hal-hal Yang Tersisa

    Sebuah adaptasi dari film Korea yang komersial. Riri Riza dan Mira Lesmana menyulapnya menjadi film yang justru lebih bagus daripada aslinya.

  • Spider-Woman yang Badung
    Film

    Spider-Woman yang Badung

    Kisah pemanjat tebing Aries Susanti Rahayu diangkat ke layar lebar. Sang atlet memerankan diri sendiri.

  • Seorang Gundala Untuk Kita
    Film

    Seorang Gundala Untuk Kita

    Sebaiknya yang membaca ini adalah para penonton yang sudah menyaksikan film Gundala. Sebuah awal yang menjanjikan dari Jagat Sinema Bumilangit.

  • 12

    Anda memiliki 1 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    4 artikel gratis setelah Register.