Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Edisi 06 Juli 2019

Investigasi

  • Manis-Pahit Tenggiling Kita

    Manis-Pahit Tenggiling Kita

    PERBURUAN dan penyelundupan tenggiling atau trenggiling ke luar negeri kian marak. Polisi menyebutnya kejahatan transnasional. Mitos khasiat pelbagai bagian organ hewan ini—dari menambah gairah syahwat hingga menjadi bahan baku narkotik—ditambah tingginya permintaan dari negara lain yang melegalkan pemanfaatan satwa tersebut membuat permintaan melonjak.

  • Kota Sarang Para Pengepul

    Kota Sarang Para Pengepul

    Rumah makan di Pontianak menjual daging tenggiling secara sembunyi-sembunyi. Pemburu memasoknya hingga ke Cina.

  • Mengalir sampai Cina

    Mengalir sampai Cina

    TENGGILING (Manis javanica) begitu populer di Cina. Daging dan sisiknya menjadi bahan baku obat tradisional hingga campuran narkotik. Pada 2007, pemerintah Cina melegalkan sisik tenggiling untuk keperluan membuat obat di klinik atas persetujuan rumah sakit. Sejak itu, 26,6 ton sisik tenggiling legal masuk ke Cina dari pelbagai negara. Laporan Traffic.org, lembaga nirlaba yang berfokus pada perdagangan satwa, menyebutkan jumlah sisik ilegal—karena berasal dari negara-negara yang melindunginya—mencapai 34,9 ton sepanjang 2007-2016, terbanyak dari Indonesia.

  • Khasiat Tenggiling yang Dibuat-buat

    Khasiat Tenggiling yang Dibuat-buat

    PELBAGAI mitos mengenai khasiat tenggiling membuat peminat daging hewan dilindungi ini  tumbuh subur.

  • Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Penyelundup Memakai Pelabuhan Tikus

    Sustyo Iriyono, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Penyelundup Memakai Pelabuhan Tikus

    MESKI hukuman penjara lima tahun menanti siapa pun yang memburu dan menjualbelikan tenggiling- (Manis javanica), masih banyak orang yang nekat melanggarnya.

  • Anda belum Login/Register. Dapatkan

    5 artikel gratis setelah Register.