Majalah TEMPO | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co | Situs Berita Online Indonesia - majalah.tempo.co

Wawancara



  • Tidak Ada Pilihan yang Enak
    Wawancara

    Tidak Ada Pilihan yang Enak

    Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan Roeslani mengatakan “normal baru” sebaiknya bisa diterapkan mulai Juni. Tanpa memberlakukan pelonggaran aktivitas ekonomi, banyak sektor usaha yang tidak dapat bertahan lebih lama dan berimbas pada bertambahnya jumlah pekerja yang dirumahkan atau terkena pemutusan hubungan kerja. Rosan berpendapat pemerintah seharusnya juga memberikan stimulus fiskal kepada dunia usaha, tidak hanya kepada usaha mikro, kecil, dan menengah serta badan usaha milik negara.

  • Jangan Jadikan Ulama Pemadam Kebakaran
    Wawancara

    Jangan Jadikan Ulama Pemadam Kebakaran

    Rais Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia dan Selandia Baru, Nadirsyah Hosen, berbagi pandangannya tentang bagaimana umat muslim, khususnya di Indonesia, bersikap dalam menghadapi pandemi Covid-19. Dosen ilmu hukum dan fiqih di Monash University, Australia, ini memanfaatkan media sosial untuk berdakwah. Pria yang akrab disapa Gus Nadir ini menyerukan mayoritas muslim di Tanah Air untuk lebih bersuara dalam menentang paham radikal dan ide khilafah. Ia juga mendesak pemerintah bertindak serius dalam menangkal penyebaran radikalisme.

  • Saat Pandemi, Kita Bicara Kemanusiaan
    Wawancara

    Saat Pandemi, Kita Bicara Kemanusiaan

    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta pemerintah Cina membantu pengusutan kasus dugaan eksploitasi anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di kapal-kapal berbendera Cina. Ia juga mendesak perusahaan pemilik kapal bertanggung jawab memenuhi hak-hak ABK, termasuk memberikan keterangan soal pelarungan jenazah tiga awak kapal asal Indonesia. Berkaitan dengan pandemi Covid-19, Menteri Rento getol menjalin kerja sama dengan berbagai negara untuk pemenuhan alat kesehatan, obat, dan vaksin.

  • Kalau Data Tak Lengkap, Saya Kena Perkara
    Wawancara

    Kalau Data Tak Lengkap, Saya Kena Perkara

    Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengajukan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar untuk seluruh wilayah Jawa Barat per 6 Mei 2020. Keputusan itu diambil setelah melihat keberhasilan penerapan PSBB di kawasan Bogor-Depok-Bekasi dan Bandung Raya. Akibat pandemi yang tak kunjung berakhir, jumlah orang miskin baru di Jawa Barat melonjak sekitar 7 juta keluarga. Pintu bantuan pemerintah yang bercabang dan kekacauan data menjadi problem baru dalam penyaluran bantuan sosial.

  • Kami Seperti Ditelikung
    Wawancara

    Kami Seperti Ditelikung

    Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban mengapresiasi keputusan Presiden Joko Widodo yang menunda pembahasan omnibus law Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja kluster Ketenagakerjaan. Kelompok buruh ingin dilibatkan dalam pembahasan RUU setelah masa pandemi Covid-19 usai. Elly mendesak pemerintah menjamin kelanjutan hidup para buruh yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja akibat pandemi virus corona.

  • Jika Tetap Mudik, Disuruh Balik
    Wawancara

    Jika Tetap Mudik, Disuruh Balik

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mempertimbangkan pengajuan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk wilayah Semarang Raya. Bersama Solo, Kota Semarang tercatat sebagai zona merah penyebaran virus Covid-19 di provinsi berpenduduk 34,5 juta jiwa itu. Dengan konsep membangun kesadaran masyarakat dari tingkat bawah, Ganjar memperkuat respons terhadap pandemi di setiap rukun warga dan desa.

  • Data Pasien Sebaiknya Dibuka
    Wawancara

    Data Pasien Sebaiknya Dibuka

    Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng Mohammad Faqih  memastikan sudah ada 24 dokter yang meninggal karena terpapar virus corona jenis baru. Di beberapa kota, kasus tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 terus muncul. PB IDI menyerukan agar pemerintah mempercepat tes swab secara masif dan menyiapkan lebih banyak rumah sakit rujukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pasien Covid-19.

  • Jangan Sampai Ada Moral Hazard
    Wawancara

    Jangan Sampai Ada Moral Hazard

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan wabah Covid-19 bakal menggerus pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini. Pandemi juga berpotensi menambah jutaan orang miskin baru. Untuk mengatasi dampak Covid-19, pemerintah menyiapkan dana ratusan triliun rupiah sebagai jaring pengaman sosial hingga program pemulihan ekonomi. Pembangunan ibu kota negara yang baru dipastikan tetap berjalan.

  • Tidak Semua Dokter Siap
    Wawancara

    Tidak Semua Dokter Siap

    Direktur Utama Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Mohammad Syahril, menekankan pentingnya alat pelindung diri dalam perawatan pasien Covid-19. Selama satu bulan terakhir, rumah sakit yang dia pimpin telah menangani puluhan kasus yang berkaitan dengan infeksi virus corona. Belasan pasien berstatus positif Covid-19 masih dirawat intensif di ruang-ruang isolasi.

  • Jangan Semuanya Tergantung Pusat
    Wawancara

    Jangan Semuanya Tergantung Pusat

    Letnan Jenderal TNI Doni Monardo dipercaya memimpin upaya penanggulangan dampak wabah virus corona di Tanah Air. Sejak menjalani tugas barunya sebagai Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, pertengahan Maret lalu, Doni memutuskan tinggal di kantornya di Graha BNPB, Jakarta Timur. Ia kerap berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah yang wilayahnya terdapat kasus positif Covid-19.

  • Virus Corona Tidak Bisa Dibatasi Geografis
    Wawancara

    Virus Corona Tidak Bisa Dibatasi Geografis

    Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Amin Soebandrio menceritakan pelibatan lembaganya dalam proses deteksi virus corona yang telah menginfeksi ratusan orang di Indonesia. Dengan pengalaman menangani wabah flu burung, Eijkman juga dipercaya memimpin konsorsium pengembangan vaksin untuk menangkal wabah Covid-19.

  • Saya Ingin Lihat Dulu Kinerja Pemerintah
    Wawancara

    Saya Ingin Lihat Dulu Kinerja Pemerintah

    Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, menjelaskan siapa di balik kejatuhan pemerintahan Pakatan Harapan. Ia juga mengungkapkan alasannya belum bersedia menemui Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, kekhawatiran orang Melayu terhadap dominasi etnis Cina, dan resepnya tetap sehat pada usia yang mendekati satu abad.

  • Investor Global Masih Menunggu
    Wawancara

    Investor Global Masih Menunggu

    Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan lima kebijakan baru untuk mengantisipasi dampak ekonomi akibat wabah Covid-19. Perry memperkirakan dampak terberat wabah Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia terjadi pada Februari dan Maret 2020.

  • Kalau Bandel, Kami Cabut Izin Usahanya
    Wawancara

    Kalau Bandel, Kami Cabut Izin Usahanya

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso memaparkan kebijakan lembaganya terkait dengan kasus gagal bayar dan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).  Dia juga menjelaskan strategi OJK mengatur maraknya perusahaan investasi bodong, hingga menjamurnya jasa pinjaman online.

  • Pajak Dipotong, Ekonomi Lebih Berkembang
    Wawancara

    Pajak Dipotong, Ekonomi Lebih Berkembang

    Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengakui omnibus law perpajakan, yang mengatur diskon pajak penghasilan badan atau korporasi secara bertahap, bakal menggerus potensi pendapatan negara hingga puluhan triliun rupiah. Namun ia meyakini pemberian insentif pajak itu dapat menarik lebih banyak investor. 

  • Saya Seperti Tahanan Politik
    Wawancara

    Saya Seperti Tahanan Politik

    Ahok sempat tak bisa menerima kenyataan hidup di penjara. Ia menjalani pergulatan di Markas Korps Brigade Mobil. Ia tak henti mengalami tekanan hingga keluar dari penjara. Namun penjara juga mengubahnya.

  • Yang Mengawasi Kami Lebih Banyak
    Wawancara

    Yang Mengawasi Kami Lebih Banyak

    Albertina Ho membeberkan sejumlah rencana Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi dan bagaimana tim pengawas ini membuat rincian peraturan untuk menjalankan tugasnya. Dewan Pengawas, kata dia, berkomitmen menjalankan tugas pengawasan terhadap kinerja KPK.

  • Jiwasraya Menjadi Prioritas Kami
    Wawancara

    Jiwasraya Menjadi Prioritas Kami

    Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Agung Firman Sampurna.

  • Pelanggar HAM Adalah Orang Pengecut
  • Saya Bukan Orang Partai
    Wawancara

    Saya Bukan Orang Partai

    Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin.

  • 12

    Anda memiliki 3 free artikel untuk minggu ini. Dapatkan

    8 artikel gratis setelah Register.