Opini
Napas Cinta dari Hadramaut
Haidar Bagir*
Al-Syaikh Abu Madyan Syu'aib bin Abu Hasan at-Tilmisaniy al-Maghriby, yang pada saat itu sedang berada di Tilmisan, Aljazair, mengutus muridnya yang bernama Al-Syaikh Abdurrahman bin Muhammad al-Maq'ad. Ia bertitah: "Sesungguhnya kami mempu...
Penganggur Usia Muda dan Pasar Kerja
Ari A. Perdana*
Dari berbagai isu sosial belakangan ini, naiknya angka pengangguran usia muda merupakan satu masalah yang cukup memprihatinkan. Di Eropa, kenaikan angka pengangguran usia muda sangat terkait dengan krisis ekonomi yang tengah menimpa negar...
Menghalau Ormas Anarkistis
Undang-Undang Organisasi Kemasyarakatan perlu direvisi. Organisasi biang onar bisa dibubarkan lewat pengadilan....
Mengapa polisi Melawan
PEMBANGKANGAN Markas Besar Kepolisian dalam perkara korupsi pengadaan simulator kemudi 2011 semakin mengkhawatirkan. Tindakan hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, yang sebenarnya lazim dilakukan, ditafsirkan sebagai serangan terhadap institusi. Perlaw...
Merevisi 'Politik' Daging Sapi
Kementerian Pertanian akan mengubah aturan pembatasan impor ternak, dari sistem berbasis negara menjadi zona. Upaya ini harus didukung....
Terjerembap di Olimpiade London
Indonesia masuk era tanpa medali emas Olimpiade. Tanpa reformasi total, masa ini akan panjang....
Lebaran
Lebaran adalah ketupat dan permintaan maaf. Ada unsur perut, tentu, tapi sekaligus juga unsur yang tidak hanya perut. Dan tentu saja tidak hanya perutku sendiri.
Permintaan maaf adalah sebuah isyarat yang mengakui: saya salah. Saya salah dalam bersikap ...
Edisi Sebelumnya

Minggu, 12 Mei 2013
Tragedi Seorang Penyair
WIJI Thukul tak pernah kembali. Lelaki cadel itu—ia tak pernah bisa melafalkan huruf "r" dengan sempurna—dianggap membahayakan Orde Baru. Ia "cacat" wicara, tapi ia dianggap berbahaya.










